Glaukoma dapat dideteksi lebih dini dengan pemeriksaan mata secara rutin, bahkan sebelum munculnya gejala. Pemeriksaan mata dilakukan setidaknya sekali dalam 1-2 tahun, terutama bagi yang memiliki risiko tinggi.

Ketika pemeriksaan menunjukan adanya dugaan glaukoma, beberapa tes dapat digunakan untuk memastikan kondisi. Tes yang dimaksud adalah:

  • Tonometry. Tes ini menggunakan alat khusus yang disebut tonometer. Dalam prosesnya, tonometer akan ditempelkan pada mata untuk memeriksa tekanan yang ada. Sebelum itu, pasien akan terlebih dahulu diberikan anestesi tetes.
  • Tes lapang pandang. Tes ini bertujuan untuk memeriksa keseluruhan ruang pandang mata pasien. Dokter akan meminta pasien untuk mengamati berbagai titik yang ditampilkan pada alat khusus yang disebut perimeter. Jika kondisi mata tidak normal, akan terdapat titik-titk yang tak terlihat oleh pasien.
  • Ophthalmoscopy. Dalam prosesnya, dokter akan memeriksa kondisi mata pasien menggunakan mikroskop atau alat pemindai khusus mata. Sebelum itu, pasien akan diberikan obat tetes yang berfungsi agar pupil dapat tetap melebar selama prosedur berlangsung.
  • Pachymetry. Tes ini bertujuan untuk memeriksa ketebalan kornea. Ketebalan kornea menunjukan tinggi rendahnya tekanan yang ada pada mata. Pachymetry termasuk tes tanpa rasa sakit yang berlangsung paling cepat.
  • Gonioscopy. Gonioscopy adalah tes yang bertujuan untuk mencari tahu cairan yang tertimbun di mata. Dalam prosesnya, dokter menggunakan alat bantu berupa lensa dan cermin khusus yang disebut genioskop.