Gejala glaukoma umumnya berkembang secara perlahan selama bertahun-tahun. Akibatnya, penderita sering kali baru baru mengetahui kondisinya saat menjalani pemeriksaan mata. Pada tahap ini, kerusakan saraf optik biasanya sudah terjadi dan bersifat permanen. 

Berikut adalah gejala glaukoma berdasarkan jenisnya: 

Glaukoma Sudut Terbuka 

Pada tahap awal, glaukoma sudut terbuka sering tidak menimbulkan gejala apa pun, sehingga penderita merasa penglihatannya masih normal. Namun, seiring waktu, penderita glaukoma sudut terbuka akan merasakan gejala berupa: 

  • Penglihatan perlahan-lahan menjadi kabur, terutama di bagian tepi
  • Kesulitan melihat objek di samping tanpa menoleh
  • Penglihatan seperti melalui terowongan (tunnel vision) pada tahap lanjut
  • Mengalami blind spot, yaitu area tertentu pada mata yang tampak gelap atau tidak terlihat jelas

Pada kondisi yang sudah berat, penderita glaukoma sudut terbuka akan mengalami penurunan ketajaman penglihatan.

Glaukoma Sudut Tertutup 

Pada glaukoma sudut tertutup, gejalanya cenderung muncul lebih cepat dan terasa lebih berat. Gejala yang dapat dialami antara lain:

  • Nyeri hebat pada mata, yang bisa menjalar ke kepala
  • Penglihatan kabur secara tiba-tiba
  • Mata merah
  • Melihat lingkaran cahaya (halo) di sekitar lampu
  • Sakit kepala berat, terutama di sekitar dahi atau satu sisi kepala
  • Mual dan muntah
  • Penurunan penglihatan secara cepat

Pada beberapa kasus, bola mata juga dapat terasa keras saat disentuh, serta pupil tampak melebar dan sensitif terhadap cahaya.

Glaukoma sudut tertutup merupakan keadaan darurat medis yang memerlukan penanganan segera. Hal ini bertujuan untuk menurunkan tekanan bola mata dan mencegah kerusakan saraf optik permanen yang dapat berujung pada kebutaan.

Glaukoma Kongenital 

Glaukoma kongenital adalah jenis glaukoma yang terjadi sejak lahir atau pada masa bayi akibat kelainan perkembangan sistem drainase cairan mata. Kondisi ini menyebabkan cairan mata tidak dapat mengalir dengan baik, sehingga tekanan bola mata meningkat dan dapat merusak saraf optik sejak dini.

Gejala glaukoma kongenital biasanya sudah terlihat pada beberapa minggu hingga bulan pertama kehidupan bayi. Tanda dan gejala yang dapat muncul, antara lain: 

  • Mata tampak lebih besar dari normal (buphthalmos) 
  • Kornea tampak keruh atau buram 
  • Mata sering berair
  • Kelopak mata sulit dibuka
  • Sensitif terhadap cahaya
  • Rewel atau sering menangis saat terkena cahaya 

Pada beberapa kasus, orang tua juga dapat memperhatikan adanya perubahan bentuk mata atau perbedaan ukuran antara kedua mata.

Kapan Harus ke Dokter

Segera periksakan diri ke dokter mata jika Anda mengalami gejala-gejala yang mengarah pada glaukoma, seperti penglihatan mulai kabur, lapang pandang menyempit, atau muncul blind spot. Pemeriksaan sedini mungkin bisa membantu mencegah kerusakan mata yang permanen.

Jika Anda merasakan gejala seperti berikut, jangan tunda untuk mencari pertolongan medis:

  • Sakit kepala hebat yang tidak kunjung hilang
  • Nyeri parah pada mata
  • Mata merah
  • Penglihatan mendadak menjadi kabur
  • Mata menjadi sangat sensitif terhadap cahaya
  • Pandangan tampak seperti terhalang bayangan atau benda asing

Glaukoma adalah kondisi serius yang dapat menyebabkan kebutaan permanen jika tidak segera ditangani. Oleh karena itu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter mata, terutama bila Anda termasuk kelompok berisiko tinggi. Pemeriksaan rutin adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan mata Anda.