Glaukoma terjadi akibat kerusakan pada saraf optik, yaitu saraf yang berfungsi mengirimkan informasi visual dari mata ke otak. Kerusakan ini paling sering berkaitan dengan peningkatan tekanan di dalam bola mata (tekanan intraokular).

Tekanan bola mata meningkat ketika terjadi ketidakseimbangan antara produksi dan pembuangan cairan mata (aqueous humour). Cairan ini diproduksi di dalam mata, kemudian mengalir melalui bilik mata dan keluar melalui sistem drainase yang disebut trabecular meshwork.

Jika aliran keluar cairan terhambat atau produksinya berlebihan, cairan akan menumpuk dan meningkatkan tekanan dalam bola mata. Tekanan yang tinggi ini dapat menekan dan merusak saraf optik secara perlahan.

Selain itu, pada sebagian penderita, kerusakan saraf optik juga dapat terjadi meskipun tekanan bola mata normal. Kondisi ini diduga berkaitan dengan gangguan aliran darah ke saraf optik atau meningkatnya sensitivitas saraf terhadap tekanan.

Meski penyebab pastinya belum sepenuhnya dipahami, beberapa kondisi berikut diketahui dapat memicu terjadinya glaukoma:

  • Cedera pada mata 
  • Infeksi mata 
  • Peradangan pada mata (uveitis)
  • Gangguan aliran cairan bola mata akibat saluran pembuangan tersumbat sebagian atau sepenuhnya 
  • Penutupan sudut bilik mata secara tiba-tiba, terutama pada pasien glaukoma sudut tertutup
  • Penyumbatan pembuluh darah di dalam mata
  • Tumor atau kondisi lain yang menekan struktur mata

Faktor Risiko Glaukoma 

Selain itu, ada sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang menderita glaukoma, yaitu:

  • Berusia di atas 40 tahun 
  • Memiliki keluarga yang menderita glaukoma
  • Memiliki kelainan genetik tertentu yang menyebabkan kornea lebih tipis
  • Menderita diabetes, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, atau anemia sel sabit
  • Pernah mengalami penyakit mata, seperti rabun jauh atau rabun dekat (mata plus)
  • Pernah menjalani operasi mata
  • Menggunakan obat kortikosteroid dalam jangka panjang, baik dalam bentuk tetes mata, oral, maupun suntikan

Jika Anda memiliki satu atau lebih faktor risiko glaukoma di atas, sebaiknya lakukan pemeriksaan mata secara rutin meski tidak merasakan gejala. Deteksi dini dan penanganan yang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi serius akibat glaukoma, seperti kehilangan penglihatan permanen.

Untuk mempermudah proses konsultasi dan pemeriksaan, Anda bisa menggunakan fitur Booking Dokter di aplikasi Alodokter, sehingga penanganan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan tepat.