Meningkatnya tekanan yang merusak saraf optik merupakan dampak dari penimbunan cairan mata (aqueous humour) yang disebabkan karena terjadinya gangguan pada sistem drainase atau saluran pengaliran cairan mata. Aqueous humour adalah cairan yang berfungsi menjaga bentuk mata, memasok nutrisi, dan membuang kotoran pada mata. Penyebab munculnya gangguan pada sistem drainase itu sendiri belum diketahui secara pasti. Namun, terdapat dugaan bahwa kelainan gen merupakan faktor utama penyebab munculnya kondisi tersebut.

Selain kelainan gen, terdapat juga kondisi lain yang diduga dapat menyebabkan gangguan pada sistem drainase yang dialami penderita glaukoma. Beberapa di antaranya adalah:

  • Cedera akibat paparan zat kimia.
  • Infeksi.
  • Penyumbatan pembuluh darah.
  • Peradangan.

Risiko seseorang mengalami glaukoma juga akan meningkat jika:

  • Berusia lebih dari 60 tahun.
  • Memiliki riwayat penyakit diabetes, serangan jantung, tekanan darah tinggi, dan anemia sel sabit.
  • Memiliki riwayat penyakit mata, seperti rabun jauh.
  • Pernah melakukan operasi pada mata.
  • Mengalami kondisi kekurangan hormon estrogen, seperti yang dapat muncul ketika menjalani pengangkatan kedua indung telur.
  • Menerima obat kortikosteroid untuk jangka waktu lama.