Komplikasi glaukoma terjadi akibat kerusakan progresif pada saraf optik (saraf penglihatan) yang umumnya disebabkan oleh peningkatan tekanan intraokular. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat menimbulkan berbagai dampak serius, antara lain:
1. Kerusakan saraf optik yang tidak bisa diperbaiki
Kerusakan saraf optik merupakan komplikasi utama pada glaukoma yang bersifat permanen. Saraf optik adalah struktur penting yang berfungsi menghantarkan sinyal visual dari mata ke otak. Pada glaukoma, tekanan di dalam bola mata yang meningkat dapat menekan dan merusak serabut-serabut saraf ini secara perlahan.
Kerusakan tersebut terjadi karena aliran darah ke saraf optik terganggu, sehingga sel-sel saraf kekurangan oksigen dan nutrisi. Akibatnya, sel saraf akan mengalami kematian (degenerasi). Sayangnya, sel saraf optik yang sudah rusak tidak dapat beregenerasi atau tumbuh kembali, sehingga fungsi penglihatan yang hilang tidak bisa dipulihkan.
2. Penyempitan lapang pandang (tunnel vision)
Glaukoma biasanya menyerang penglihatan perifer terlebih dahulu. Akibatnya, penderita seperti melihat melalui “terowongan” (tunnel vision), di mana penglihatan tengah masih jelas, tetapi area samping menjadi gelap atau hilang. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti berjalan atau mengemudi.
3. Kebutaan
Penderita glaukoma bisa mengalami kebutaan jika kondisi ini tidak ditangani dengan tepat. Kondisi ini umumnya terjadi secara bertahap, dimulai dari berkurangnya penglihatan tepi (perifer) yang sering tidak disadari.
Seiring waktu, lapang pandang akan semakin menyempit (tunnel vision), hingga akhirnya dapat berujung pada kebutaan total akibat kerusakan saraf optik yang bersifat permanen.
4. Penurunan kualitas hidup
Glaukoma juga bisa menurunkan kualitas hidup penderitanya. Hal ini terjadi karena gangguan penglihatan yang makin memburuk dapat menghambat aktivitas sehari-hari, mengurangi kemandirian, dan meningkatkan risiko cedera.
Secara psikologis, perubahan ini dapat memicu stres, kecemasan, hingga depresi. Kondisi ini sering kali dipicu oleh rasa takut akan kehilangan penglihatan sepenuhnya, ketergantungan pada orang lain, serta keterbatasan dalam menjalani aktivitas sehari-hari seperti sebelumnya.
Komplikasi di atas dapat dicegah atau diperlambat jika glaukoma dideteksi dan ditangani sejak dini. Oleh karena itu, pemeriksaan dan pengobatan teratur sangat penting bagi penderita glaukoma agar kualitas penglihatan tetap terjaga.
Jika Anda memiliki keluhan pada mata atau berisiko mengalami glaukoma, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter melalui fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER, untuk mendapatkan saran dan penanganan yang tepat.