Operasi bibir sumbing adalah prosedur bedah yang dilakukan untuk mengatasi bibir sumbing. Bibir sumbing adalah kelainan bawaan yang terjadi pada bayi yang ditandai dengan adanya celah pada bibir dan langit-langit mulut. Celah tersebut terbentuk akibat penyatuan yang tidak sempurna antara kedua sisi bibir dan langit-langit mulut.

Hal-hal Seputar Operasi Bibir Sumbing yang Perlu Anda Tahu - Alodokter

Operasi bibir sumbing umumnya dapat dilakukan pada bayi berusia 3-12 bulan. Jika bibir sumbing yang terjadi memengaruhi bentuk hidung, dokter yang melakukan operasi bibir sumbing juga akan memperbaiki bentuk hidung pasien. Operasi perbaikan bentuk hidung ini dikenal dengan nama rhinoplasty. Untuk keperluan operasi, dokter dapat mengambil jaringan dari bagian tubuh lain (cangkok). Pasien penderita bibir sumbing dapat menjalani beberapa kali operasi untuk menutup sumbingnya secara sempurna.

Indikasi Operasi Bibir Sumbing

Operasi bibir sumbing dilakukan kepada anak jika menderita bibir sumbing, langit-langit sumbing, atau gabungan dari keduanya. Bibir dan langit-langit sumbing seringkali diketahui oleh dokter setelah lahirnya bayi pada saat pemeriksaan pasca persalinan. Akan tetapi pada beberapa kasus, bibir sumbing dapat diketahui pada saat pemeriksaan pra persalinan melalui USG kehamilan, meskipun langit-langit sumbing tetap harus diperiksa setelah bayi lahir.

Operasi ini harus dilakukan kepada anak penderita bibir sumbing karena dapat mengganggu proses makan, menyusui, dan berbicara. Selain itu, mereka juga dapat mengalami gangguan pendengaran dan infeksi telinga karena penumpukan cairan di dalam telinga. Anak penderita bibir dan langit-langit sumbing juga lebih mudah mengalami pembusukan gigi akibat perkembangan gigi yang tidak sempurna.

Peringatan Operasi Bibir Sumbing

Sejauh ini belum diketahui adanya kondisi khusus yang menyebabkan seorang anak tidak boleh sama sekali menjalani operasi bibir sumbing. Akan tetapi, pada beberapa anak yang memiliki alergi terhadap obat bius yang akan digunakan, operasi bibir sumbing dapat tetap dilaksanakan dengan perlakuan atau pengawasan khusus.

Persiapan Operasi Bibir Sumbing

Persiapan operasi dapat dimulai sejak anak baru lahir dan didagnosis menderita bibir sumbing oleh dokter. Setelah itu, dokter bersama petugas kesehatan lain akan merencanakan bersama orang tua anak terkait tahapan-tahapan pengobatan. Secara umum, rencana tahapan pengobatan bibir sumbing yang akan dijalani pasien selama beberapa tahun adalah:

  • Umur 0-6 minggu. Dokter akan memberikan penanganan sementara terkait kondisi bibir sumbing anak, untuk meringankan keluhan dan kesulitan yang mungkin dialami. Selain itu, dokter juga akan memastikan proses makan dan minum anak tidak terganggu, serta melakukan tes pendengaran pada anak.
  • Umur 3-6 bulan. Dokter bedah plastik akan melaksanakan operasi untuk memperbaiki bibir sumbing pada anak.
  • Umur 6-12 bulan. Dokter akan melaksanakan operasi untuk memperbaiki langit-langit sumbing pada anak.
  • Umur 18 bulan. Dokter akan melaksanakan pemeriksaan kemampuan berbicara anak yang telah menjalani operasi bibir dan langit-langit sumbing untuk pertama kali.
  • Umur 3 tahun. Dokter akan melaksanakan pemeriksaan kemampuan berbicara anak untuk kedua kalinya.
  • Umur 5 tahun. Dokter akan melaksanakan pemeriksaan kemampuan berbicara anak untuk ketiga dan terakhir kalinya.
  • Umur 8-12 tahun. Dokter akan melakukan operasi untuk memperbaiki sumbing pada gusi dengan cara melakukan cangkok tulang pada area gusi. Ini hanya dilaksanakan jika anak juga menderita gusi sumbing.
  • Umur 13-15 tahun. Dokter akan melakukan pengobatan dan pemeriksaan tambahan untuk memantau dan memperbaiki kondisi gigi dan gusi anak yang sudah menjalani operasi bibir dan langit-langit sumbing. Dokter juga akan memantau pertumbuhan dan perkembangan tulang rahang anak untuk memastikan tidak ada kelainan.

Sebelum anak mencapai umur yang cukup untuk menjalani operasi bibir sumbing, dokter akan meminta orang tua untuk tetap menjaga asupan gizi, agar anak tetap sehat hingga mencapai usia layak operasi. Pada masa tersebut, orang tua akan dibantu oleh petugas kesehatan selain dokter yang bertujuan melatih orang tua memberi makan anak. Setelah cukup umur untuk menjalani operasi, dokter akan melakukan pemeriksaan kondisi kesehatan anak sebelum menjalani operasi. Pemeriksaan ini berupa pemeriksaan kesehatan anak secara umum dan tes pendukung untuk memastikan kondisi anak, contohnya tes darah.

Beberapa hari sebelum operasi, dokter akan meminta orang tua untuk menghentikan konsumsi obat-obatan yang berisiko menimbulkan perdarahan, seperti aspirin atau ibuprofen. Dokter juga akan meminta informasi dari orang tua terkait obat-obatan dan suplemen yang dikonsumsi anak. Beberapa jam sebelum operasi, orang tua akan diminta oleh dokter untuk tidak memberi makan dan minum anak. Petugas kesehatan juga akan memastikan anak cukup sehat untuk menjalani operasi beberapa jam sebelumnya. Jika anak tidak cukup sehat untuk menjalani operasi, operasi dapat ditunda beberapa hari hingga anak cukup sehat.

Prosedur Operasi Bibir Sumbing

Operasi bibir sumbing dilaksanakan dengan kondisi anak tidak sadar setelah diberikan obat bius total. Ketika anak tidak sadar, dokter akan segera melakukan perbaikan bibir sumbing dengan cara menyatukan kedua sisi bibir yang terpisah. Jika celah sumbing terlalu lebar untuk dijahit, dokter akan melakukan prosedur khusus dengan menggunakan zat perekat bibir (adhesi) atau alat penggabung bibir. Bibir kemudian disatukan dengan menggunakan benang jahit, baik dengan benang jahit yang dapat menyatu dengan bibir maupun yang tidak dapat menyatu. Jika bibir anak dijahit dengan benang jahit yang tidak menyatu dengan bibir, anak akan menjalani prosedur pencabutan benang jahit setelah pulih sepenuhnya dan bibir sudah menyatu dengan baik.

Operasi umumnya akan meninggalkan bekas luka pada bibir di bagian bawah hidung. Akan tetapi untuk menjaga penampilan anak, dokter akan mengatur dan membuat bekas luka operasi sealami mungkin. Bekas luka operasi akan memudar dengan sendirinya seiring tumbuhnya anak. Jika diperlukan, dokter juga akan mengatur bentuk hidung agar sesuai dengan bentuk bibir yang sudah menjalani operasi bibir sumbing. Operasi bibir sumbing umumnya berlangsung sekitar 2 jam.

Prosedur Operasi Langit-langit Sumbing

Operasi langit-langit sumbing umumnya dilakukan ketika anak berusia 6-12 bulan, baik pada anak yang juga mengalami bibir sumbing atau yang hanya mengalami langit-langit sumbing saja. Anak yang menjalani operasi langit-langit sumbing terlebih dahulu akan diberikan obat bius total, sehingga tidak akan sadar selama prosedur operasi berlangsung. Dokter kemudian akan menutup celah sumbing di langit-langit mulut. Selain itu, dokter juga akan mengatur posisi dan bentuk otot-otot yang terdapat pada langit-langit mulut. Setelah posisi otot diatur dengan baik, dokter kemudian akan menyatukan celah langit-langit mulut menggunakan benang jahit yang menyatu dengan otot langit-langit mulut.

Operasi langit-langit sumbing umumnya akan berlangsung sekitar 2 jam. Operasi ini akan menghasilkan bekas luka di bagian dalam mulut, dan tidak akan terlihat dari luar. Suara anak-anak yang menderita langit-langit sumbing biasanya akan mendengung saat berbicara, dan terkadang dengung tersebut tetap ada meskipun anak sudah menjalani operasi. Selain itu pada beberapa kasus, suara dengung baru muncul beberapa bulan setelah anak menjalani operasi langit-langit sumbing.

Operasi Tambahan

Seiring tumbuhnya anak, bentuk bibir dan wajah anak dapat berubah. Kondisi ini terkadang menyebabkan anak harus menjalani operasi tambahan. Contoh operasi tambahan yang dapat dijalani adalah faringoplasti untuk memperbaiki bentuk tenggorokan guna meningkatkan kualitas bicara, dan operasi gusi sumbing jika terdapat celah antara gusi yang terbentuk bersama dengan sumbing bibir. Operasi gusi sumbing akan melibatkan cangkok tulang sebagai bahan untuk menyatukan gusi yang terpisah.

Setelah Operasi Bibir Sumbing

Setelah operasi dilaksanakan, anak akan dibawa ke ruang perawatan untuk menjalani pemulihan pasca operasi. Umumnya, anak akan menjalani rawat inap sekitar 1-3 hari atau sesuai kebutuhan. Selama rawat inap, anak boleh ditemani oleh orang tuanya.

Orang tua akan diberikan instruksi oleh dokter untuk menjaga luka operasi tetap bersih dan terhindar dari infeksi. Selain itu, luka operasi tidak boleh teregang atau tertekan selama masa pemulihan, yaitu sekitar 3-4 minggu. Untuk membersihkan luka operasi, orang tua dapat menggunakan sabun khusus dan mengolesi luka dengan salep untuk menjaga agar luka dan kulit di daerah operasi tidak kering. Anak harus dijaga tangannya agar tidak menyentuh dan mengganggu jahitan operasi, sehingga pemulihan dapat berlangsung dengan maksimal.

Selama masa pemulihan, anak hanya dibolehkan untuk diberi makanan cair. Jika kondisi anak tidak memungkinkan untuk disusui ibunya, dokter akan memberikan botol yang didesain khusus bagi anak yang menderita bibir dan langit-langit sumbing. Air susu ibu dapat diperah dan dimasukkan ke dalam botol tersebut untuk diberikan kepada anak. Jika sangat diperlukan, anak akan dipasangi selang khusus pada hidung sebagai jalur pengganti masuknya makanan lewat mulut.

Pemulihan pasca operasi bibir dan langit-langit sumbing umumnya berjalan tanpa adanya masalah atau komplikasi serius. Selain itu, setelah selesai menjalani operasi bibir sumbing, anak akan menjalani pemeriksaan pendengaran yang dapat dipengaruhi oleh kondisi mulut pasca operasi. Pemeriksaan pendengaran ini dapat diulangi pada waktu-waktu tertentu beberapa tahun setelah pelaksanaan operasi. Anak juga dapat mengalami gangguan bicara akibat perubahan bentuk otot mulut pasca operasi. Untuk membantu kondisi ini, anak dapat menjalani terapi bicara yang dibimbing oleh petugas khusus.

Risiko Operasi Bibir Sumbing

Operasi bibir dan langit-langit sumbing aman untuk dijalani. Akan tetapi, seperti juga prosedur bedah lainnya, operasi bibir dan langit-langit sumbing tetap dapat menimbulkan komplikasi, antara lain:

  • Perdarahan.
  • Infeksi.
  • Gangguan pernapasan.
  • Reaksi alergi terhadap obat-obatan yang diberikan.
  • Pertumbuhan tulang wajah yang tidak normal, termasuk bagian wajah antara hidung dan bibir.