Hufagripp Forte adalah obat untuk mengatasi gejala flu, seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, dan batuk berdahak. Obat ini tersedia dalam bentuk kaplet dan bisa didapat tanpa resep dokter. Meski begitu, penggunaan Hufagripp Forte tidak boleh sembarangan.

Paracetamol dalam Hufagripp Forte memiliki efek analgetik-antipiretik yang bisa meredakan sakit kepala dan menurunkan demam. Sementara itu, ephedrine HCl merupakan dekongestan yang mampu membuat pembengkakan pembuluh darah mengempis sehingga dapat melegakan hidung tersumbat.

Hufagripp Forte

Kandungan chlorpheniramine pada Hufagripp Forte yang merupakan antihistamin juga bisa menekan produksi senyawa penyebab bersin-bersin maupun pilek saat flu. Selain itu, guaifenesin yang tergolong sebagai ekspektoran juga berfungsi mengencerkan dahak agar mudah dikeluarkan saat batuk.

Beli Hufagripp Forte di Aloshop

Apa Itu Hufagripp Forte

Bahan aktif Guaifenesin 50 mg, paracetamol 500 mg, chlorpheniramine maleate 2 mg, dan ephedrine HCl 5 mg
Golongan  Obat bebas terbatas
Kategori  Obat flu kombinasi dekongestan (ephedrine HCl), antihistamin (chlorpeniramine), analgetik-antipiretik (paracetamol), dan ekspektoran (guaifenesin)
Manfaat Meredakan gejala flu, seperti demam, sakit kepala, bersin-bersin, serta batuk
Digunakan oleh Dewasa dan anak-anak
Hufagripp Forte untuk ibu hamil Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping guaifenesin dan ephedrine terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil.
Obat ini hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin. Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan obat ini selama kehamilan.
Hufagripp Forte untuk ibu menyusui Ephedrine HCl dan chlorpheniramine pada Hufagripp Forte bisa menurunkan produksi ASI. Hindari penggunaan obat flu berisi dua bahan tersebut jika ASI tidak lancar atau bayi Anda baru lahir dan belum bisa menyusu dengan benar.
Konsultasikan dengan dokter mengenai pilihan obat yang lebih aman untuk keluhan Anda.
Bentuk obat Kaplet

Peringatan sebelum Menggunakan Hufagripp Forte

Penggunaan Hufagripp Forte harus hati-hati. Sebelum menggunakan obat ini, baik untuk diri sendiri atau pun diberikan kepada anak, Anda perlu memperhatikan hal-hal berikut:

  • Jangan mengonsumsi Hufagripp Forte bila memiliki alergi terhadap bahan yang terkandung dalam obat flu ini. Jika ragu, berkonsultasilah ke dokter sebelum menggunakan Hufagripp Forte.
  • Hindari penggunaan Hufagripp Forte tanpa persetujuan dokter jika memiliki hipertensi maupun stroke, atau kondisi lain yang bisa menyebabkan penyakit tersebut, misalnya berat badan berlebih atau usia lanjut.  
  • Bicarakan dengan dokter sebelum menggunakan Hufagripp Forte jika sedang mengalami penyakit liver, defisiensi G6PD, penyakit ginjal, anemia hemolitik, penyakit tiroid, obstruksi usus, epilepsi, pheochromocytoma, glaukoma, tukak lambung, atau keluhan sulit berkemih, misalnya karena pembesaran prostat
  • Diskusikan mengenai penggunaan Hufagripp Forte ke dokter jika sedang menderita penyakit jantung atau baru-baru ini mengalami serangan jantung.
  • Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan Hufagripp Forte jika sedang menderita asma, emfisema, bronkitis kronis, batuk dengan dahak yang sangat banyak, atau batuk perokok.
  • Mintalah saran dokter mengenai penggunaan Hufagripp Forte jika Anda mengonsumsi minuman beralkohol setiap hari atau menderita kecanduan alkohol.
  • Sampaikan kepada dokter sebelum menggunakan Hufagripp Forte Sirup jika sedang menderita diabetes. Obat flu dalam bentuk cair biasanya mengandung gula yang perlu dibatasi penggunaannya pada kondisi tersebut.
  • Bicarakan terlebih dahulu dengan dokter terkait penggunaan Hufagripp Forte jika Anda sedang hamil atau sedang menyusui.
  • Diskusikan dengan dokter perihal penggunaan Hufagripp Forte jika sedang menjalani terapi dengan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi interaksi obat.
  • Beri tahu dokter bahwa Anda sedang mengonsumsi Hufagripp Forte jika direncanakan untuk menjalani pemeriksaan medis atau operasi apa pun.
  • Jangan langsung mengemudi atau melakukan aktivitas lain yang memerlukan kewaspadaan setelah minum Hufagripp Forte. Kandungan obat ini bisa menyebabkan kantuk. Pastikan kondisi Anda sudah benar-benar prima sebelum melakukan kegiatan tersebut.
  • Segera ke dokter jika timbul reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah minum Hufagripp Forte.

Dosis dan Aturan Pakai Hufagripp Forte

Secara umum, berikut ini adalah dosis Hufagripp Forte untuk mengatasi flu dan batuk berdahak:

  • Dewasa dan anak usia >12 tahun: 1–2 kaplet, 3 kali sehari.
  • Anak usia 6–12 tahun: ½ kaplet, 3 kali sehari.

Cara Menggunakan Hufagripp Forte dengan Benar

Gunakan Hufagripp Forte sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan obat, atau ikuti anjuran dokter. Jangan menambah atau mengurangi dosis yang dianjurkan tanpa persetujuan dokter. 

Berikut ini adalah panduan penggunaan Hufagripp Forte yang bisa Anda ikuti:

  • Hufagripp Forte bisa dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.
  • Telan kaplet Hufagripp Forte dengan air putih.
  • Jika lupa menggunakan Hufagripp Forte, minumlah obat ini begitu teringat. Namun, bila jadwal konsumsi obat berikutnya sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis berikutnya. 
  • Hentikan penggunaan Hufagripp Forte jika keluhan flu sudah membaik.
  • Tingkatkan sistem kekebalan dengan mengonsumsi makanan bergizi, minum air sesering mungkin, dan beristirahat yang cukup. Dengan begitu, tubuh dapat melawan virus secara lebih baik dan gejala flu pun dapat mereda lebih cepat. 
  • Simpan Hufagripp Forte di tempat yang kering dan sejuk. Jangan menyimpannya di tempat yang lembap atau panas. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
  • Hubungi dokter jika gejala flu belum membaik sama sekali dalam waktu 3 hari menggunakan Hufagripp Forte. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter secara langsung maupun melalui chat.
  • Jangan mengonsumsi Hufagripp Forte yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa. 

Interaksi Hufagripp Forte dengan Obat Lain

Efek interaksi yang bisa terjadi jika kandungan Hufagripp Forte digunakan bersama dengan obat lain adalah:

  • Penurunan efektivitas paracetamol jika digunakan dengan cholestyramine
  • Peningkatan risiko terjadinya efek samping pada liver jika digunakan dengan isoniazid atau phenobarbital
  • Penurunan efektivitas lamotrigine dalam mencegah kejang
  • Peningkatan risiko terjadinya efek samping chloramphenicol atau busulfan
  • Peningkatan tekanan darah dan denyut jantung jika ephedrine HCl digunakan bersama antidepresan trisiklik, obat golongan MAOI, atau dekongestan lainnya
  • Penurunan efek antihipertensi dari metildopa, penghambat beta, seperti bisoprolol; dan penghambat alfa, seperti terazosin dan prazosin
  • Peningkatan efek kantuk dan risiko terjadinya efek samping yang berbahaya jika digunakan dengan obat antinyeri golongan opioid, obat tidur, obat penenang, atau obat antipsikotik
  • Peningkatan kadar phenytoin di dalam darah sehingga meningkatkan risiko terjadinya overdosis phenytoin

Agar proses pengobatan membuahkan hasil yang maksimal, konsultasikan ke dokter jika akan menggunakan Hufagripp Forte bersama obat, suplemen, atau produk herbal apa pun.

Efek Samping dan Bahaya Hufagripp Forte

Karena Hufagripp Forte mengandung paracetamol, guaifenesin, ephedrine HCl, dan chlorpheniramine maleate, efek samping yang dapat timbul akibat konsumsi obat ini adalah:

  • Kantuk
  • Mual atau muntah
  • Sembelit atau malah diare
  • Sakit perut
  • Sakit kepala
  • Mulut kering

Hentikan penggunaan Hufagripp Forte jika timbul pusing, tremor, susah tidur, atau jantung berdebar. Lakukan konsultasi online melalui Chat Bersama Dokter jika efek samping tersebut tidak membaik bahkan setelah pemakaian obat dihentikan. Dokter akan memberikan pengobatan untuk mengatasi efek samping.

Meski jarang terjadi, kandungan obat dalam Hufagripp Forte juga bisa menyebabkan efek samping serius, seperti:

  • Tidak bisa berkemih
  • Perubahan mental, seperti linglung
  • Gangguan irama jantung, yang ditandai dengan denyut jantung terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak beraturan
  • Pusing berat seperti akan pingsan
  • Gejala hipertensi berat, seperti sakit kepala yang parah, telinga berdenging, penglihatan buram, nyeri dada, dan sesak napas
  • Memar yang terus membesar atau perdarahan yang tidak kunjung berhenti

Segera temui dokter jika timbul efek samping yang berat setelah menggunakan Hufagripp Forte. Untuk memudahkan, Anda bisa membuat janji temu dengan dokter melalui ALODOKTER.

Carilah pertolongan medis ke IGD rumah sakit terdekat jika penggunaan Hufagripp Forte menimbulkan reaksi alergi obat. Gejala alergi obat antara lain biduran, bengkak di kelopak mata atau bibir, mengi, atau sesak napas.