Infeksi saluran kemih umumnya bisa ditangani dengan pemberian antibiotik. Jenis antibiotik yang diresepkan tergantung pada kondisi pasien dan jenis bakteri yang ditemukan di urine.

Beberapa jenis antibiotik yang biasanya digunakan untuk ISK adalah:

Pada ISK atas atau ISK bawah yang mengalami komplikasi, dokter akan menggunakan antibiotik jenis fluoroquinolon, seperti ciprofloxacin dan levofloxacin, bila tidak ada pilihan lain. Namun, jenis antibiotik tersebut umumnya dihindari karena efek sampingnya dapat melebihi manfaat yang bisa didapat.

Biasanya, gejala ISK akan hilang setelah beberapa hari mengonsumsi antibiotik. Meski demikian, pengobatan dengan antibiotik harus dilanjutkan sampai selesai sesuai petunjuk dokter.

Jika pasien tidak menghabiskan antibiotik sesuai anjuran dokter, bakteri penyebab ISK yang ada pada pasien dapat membentuk kekebalan terhadap antibiotik tersebut. Hal ini menyebabkan pasien lebih berisiko untuk mengalami komplikasi dan akan semakin sulit untuk diobati.

Untuk pasien ISK yang sering kambuh, dokter akan menganjurkan beberapa hal berikut:

  • Mengonsumsi antibiotik dosis rendah setiap hari selama 6 bulan atau lebih
  • Mengonsumsi antibiotik setiap selesai berhubungan intim
  • Menjalani terapi hormon estrogen pada pasien yang telah memasuki masa menopause

Dokter juga akan menyarankan pasien untuk melakukan beberapa hal berikut guna membantu proses penyembuhan:

  • Banyak minum air agar bakteri keluar bersama urine
  • Menghindari konsumsi minuman yang dapat mengiritasi kandung kemih, seperti kopi, minuman beralkohol, dan minuman ringan yang mengandung citrus atau kafein
  • Mengompres perut dengan kompres hangat untuk meredakan rasa tidak nyaman

Pada pasien dengan ISK yang berat atau ISK atas, penanganan akan dilakukan di rumah sakit. Pasien akan menerima cairan dan antibiotik melalui infus.