Ini Berbagai Penyebab Ibu Merasa Sakit Saat Menyusui

Rasanya ingin menyerah saja saat rasa sakit muncul setiap kali menyusui si Kecil? Jangan khawatir, Ibu tidak sendiri. Ada banyak ibu lain, terutama ibu baru, yang juga merasa sakit saat memberikan menyusui. Namun, setelah mengetahui penyebab dan cara mengatasinya, Ibu dapat kembali menyusui si Kecil dengan lebih nyaman.

Menyusui merupakan hal yang alami. Tetapi, ternyata ada banyak kendala yang mungkin Ibu alami saat masa awal menyusui. Tenang saja, hal ini tidak lantas membuat Ibu kemudian menjadi ibu yang buruk.

Ini Berbagai Penyebab Ibu Merasa Sakit Saat Menyusui-Alodokter

Sumber Rasa Sakit Saat Menyusui

Sebagian wanita tidak begitu saja langsung bisa menyusui dengan lancar, terutama di minggu pertama setelah melahirkan. Rasa sakit pada payudara ini biasanya akan sangat terasa saat air susu ibu (ASI) keluar dari puting.

Jika Ibu termasuk salah satunya, jangan menyerah dulu, Bu. Ada beberapa hal yang biasanya menyebabkan nyeri saat menyusui, antara lain:

  • Pembengkakan payudara

Ibu tidak perlu khawatir. Pembengkakan payudara memang biasa terjadi di awal masa menyusui. Di masa ini payudara akan lebih terasa kencang, berat, dan hangat. Ini adalah cara kerja tubuh agar bayi mendapat cukup ASI. Selain itu, pembengkakan mungkin juga dapat menjadi masalah saat bayi tidak lagi menyusu sesering dulu.

  • Posisi menyusu yang kurang tepat

Puting yang terasa sakit saat pertama kali menyusui adalah hal yang normal kok, Bu. Tetapi jika ini masih terasa hingga lebih dari 1 menit, mungkin Ibu perlu memeriksa apakah posisi menyusui sudah tepat. Payudara yang bengkak juga dapat membuat Ibu merasa sakit saat menyusui karena mulut bayi tidak dapat melekat dengan tepat pada puting payudara.

Jika posisi sudah tepat, hidung dan dagu bayi biasanya akan menyentuh payudara. Seluruh areola atau area payudara yang berwarna cokelat di sekitar puting sebagian besar akan masuk ke dalam mulut bayi. Bukan saja ujung puting. Ibu dapat menunggu hingga bayi membuka mulutnya lebar-lebar untuk menata ulang posisi.

  • Puting yang kering atau retak

Puting yang kering mungkin juga dapat menjadi penyebab rasa sakit pada masa awal menyusui, Bu. Sementara puting yang retak dapat diakibatkan kulit kering, posisi yang salah saat memompa ASI, pelekatan mulut bayi yang kurang tepat, dan juga infeksi jamur. Kondisi ini dapat menyebabkan adanya darah yang ikut keluar saat Ibu menyusui atau memompa ASI. Meski terlihat mengkhawatirkan, tidak apa-apa jika darah ini sempat masuk ke mulut bayi, karena umumnya hanya berjumlah sedikit.

Untuk meredakannya, pastikan anak menyusu dengan cara dan posisi yang benar, kemudian Ibu cukup membersihkan puting dengan air bersih saat mandi, dan kenakan pakaian yang longgar. Krim berbahan dasar lanolin dapat dioleskan saat tidak menyusui. Ibu dapat meminta diresepkan krim ini pada dokter. Umumnya puting retak atau kering ini akan reda dalam 2-3 hari.

  • Infeksi jamur

Sayangnya, antibiotik yang digunakan untuk menangani infeksi lain dapat menyebabkan infeksi jamur pada puting dan mulut bayi. Rasa sakit akibat jamur ini dapat masih terasa hingga setelah beberapa jam selesai menyusui.

  • Mastitis

Mastitis adalah peradangan pada salah satu bagian payudara akibat pembengkakan atau penyumbatan kelenjar payudara. Ibu yang mengalami kondisi ini dapat merasakan demam, dan area yang bengkak akan terasa keras dan merah.

Meski terasa sakit, tapi sebaiknya ibu tetap menyusui bayi untuk membantu meredakan peradangan dan mengeluarkan ASI sebanyak mungkin dari payudara. Selain itu Ibu juga dapat memerah ASI untuk disimpan. Namun, mastitis yang tidak segera reda dalam beberapa hari atau terasa sangat mengganggu, sebaiknya segera konsultasi ke dokter. Ini dapat terjadi akibat infeksi yang perlu segera ditangani dengan antibiotik. Antibiotik yang diberikan dokter untuk menangani kondisi ini, umumnya aman dikonsumsi selama menyusui.

  • Abses payudara

Abses payudara dapat terbentuk jika mastitis tidak ditangani dengan baik. Abses ini pada akhirnya perlu ditangani dengan tindakan pembedahan untuk mengeluarkan tumpukan cairan nanah.

Selain faktor di atas, ada beberapa hal yang dapat menyebabkan rasa sakit saat menyusui seperti bra menyusui yang tidak tepat, menstruasi, penyakit kista payudara, atau karena hormon menyusui.

Tips Mengatasi Rasa Sakit Saat Menyusui

Untuk memastikan penyebab rasa sakit, Ibu dapat berkonsultasi ke dokter, bidan atau konsultan laktasi. Sebaiknya Ibu tidak berhenti memberikan ASI pada si Kecil. Hormon oksitosin yang merangsang ASI akan aktif begitu Ibu mengalihkan pikiran dari rasa sakit pada pikiran atau kasih sayang pada bayi.

Berikut beberapa hal yang dapat Ibu lakukan untuk meredakan rasa sakit saat menyusui di rumah:

  • Kompres dingin maupun hangat dapat dilakukan untuk meredakan rasa sakit pada payudara.
  • Istirahat yang cukup dan mengonsumsi cukup air mineral.
  • Konsumsi paracetamol atau ibuprofen, dengan dosis sesuai anjuran dokter untuk meredakan rasa sakit.
  • Tetap menyusui dan memompa atau memerah ASI. Jika tidak, kondisi-kondisi di atas mungkin akan semakin buruk.  Dengan bantuan perawat atau bidan, mulut bayi dapat melekat dengan tepat pada puting sehingga mengurangi rasa sakit.
  • Kenakan bra menyusui dan pakaian yang tidak menekan payudara.

Periksakan diri ke dokter jika Ibu sudah menyusui bayi sesering mungkin, tapi payudara tetap terasa sakit. Selain berkonsultasi ke dokter, Ibu juga dapat berbagi cerita dan pengalaman dengan ibu yang lain. Tetap semangat ya, Bu!

Ditinjau oleh : dr. Allert Noya

Referensi