Menyusui memberikan banyak manfaat, baik untuk bayi maupun ibu. Rasa sakit saat menyusui umumnya normal dan ada banyak cara untuk mengatasinya, sehingga tidak perlu Bunda jadikan alasan untuk menyerah dan tidak memberikan asi ekslusif pada Si Kecil, ya.

Menyusui merupakan hal yang alami. Akan tetapi, ternyata ada banyak kendala yang mungkin Bunda alami saat masa awal menyusui, seperti payudara yang terasa sakit. Tenang saja, rasa sakit saat menyusui ini memang sering terjadi dan biasanya akan mereda dalam 3 bulan pertama menyusui.

Ini Berbagai Penyebab Ibu Merasa Sakit Saat Menyusui - Alodokter

Sumber Rasa Sakit Saat Menyusui

Mengenali sumber rasa sakit saat menyusui adalah hal pertama yang penting dilakukan oleh Bunda, supaya kondisi ini bisa diatasi secara tepat. Rasa sakit saat menyusui dirasakan sebagian besar ibu saat minggu pertama air susu ibu (ASI) keluar dari puting, terutama jika ASI tidak keluar dengan lancar.

Selain itu, ada beberapa hal lain yang juga bisa menyebabkan nyeri saat menyusui, antara lain:

1. Pembengkakan payudara

Bunda tidak perlu khawatir. Pembengkakan payudara memang biasa terjadi di awal masa menyusui. Di masa ini, payudara akan terasa lebih kencang, berat, dan tegang. Kondisi ini merupakan cara kerja tubuh agar bayi mendapat cukup ASI.

Selain itu, pembengkakan mungkin juga bisa timbul jika bayi tidak lagi sering menyusu atau posisi menyusunya yang kurang tepat, sehingga pengeluaran ASI kurang efektif.

2. Posisi menyusu yang kurang tepat

Selain bisa menyebabkan payudara bengkak, posisi yang kurang tepat juga bisa menyebabkan bayi hanya menggigit-gigit puting ibunya. Hal ini sebenarnya normal di awal menyusui. Namun, jika ini masih terasa hingga lebih dari 1 menit, mungkin Bunda perlu memeriksa apakah posisi menyusui sudah tepat.

3. Puting yang kering atau retak

Puting yang kering atau retak bisa diakibatkan oleh kulit yang pada dasarnya kering, posisi yang salah saat memompa ASI, pelekatan mulut bayi yang kurang tepat, atau infeksi jamur.

Kondisi ini dapat menyebabkan adanya darah yang ikut keluar saat Bunda menyusui atau memompa ASI. Meski terlihat mengkhawatirkan, tidak apa-apa jika darah ini sempat masuk ke mulut Si kecil, karena biasanya hanya berjumlah sedikit.

4. Infeksi jamur

Jika Bunda atau Si Kecil sedang mengonsumsi antibiotik untuk menangani suatu infeksi, risiko terjadinya infeksi jamur pada puting dan mulut Si Kecil akan meningkat. Bedanya dengan rasa sakit biasa, infeksi jamur dapat menyebabkan rasa sakit yang bertahan hingga setelah 1 jam selesai menyusui.

5. Mastitis

Mastitis adalah peradangan pada salah satu bagian payudara akibat pembengkakan atau penyumbatan kelenjar payudara. Kondisi ini bisa menyebabkan demam, dan area payudara yang bengkak, terasa keras, dan merah, sehingga terasa sangat sakit saat menyusui.

Meski terasa sakit, sebaiknya Bunda tetap menyusui Si kecil untuk mengeluarkan ASI sebanyak mungkin dari payudara dan membantu meredakan pembengkakan. Selain itu, Bunda juga dapat memerah ASI untuk disimpan. Jika masih belum membaik dalam beberapa hari, sebaiknya segera konsultasi ke dokter.

6. Abses payudara

Abses payudara dapat terjadi jika mastitis tidak ditangani dengan baik. Abses ini perlu ditangani dengan tindakan pembedahan untuk mengeluarkan tumpukan cairan nanah. Jika mengalami kondisi ini, Bunda baru bisa melanjutkan menyusui setelah abses kering.

Selain faktor-faktor di atas, ada beberapa hal lain yang juga dapat menyebabkan rasa sakit saat menyusui, seperti bra menyusui yang tidak tepat, menstruasi, atau penyakit kista payudara.

Tips Mengatasi Rasa Sakit Saat Menyusui

Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa Bunda lakukan secara mandiri di rumah untuk meredakan rasa sakit saat menyusui:

  • Berikan kompres dingin maupun hangat pada payudara.
  • Istirahat yang cukup dan minum cukup air mineral.
  • Konsumsi paracetamol atau ibuprofen dengan dosis sesuai anjuran dokter.
  • Tetap menyusui dan memompa atau memerah ASI untuk mencegah kondisi-kondisi atas memburuk.
  • Kenakan bra menyusui dan pakaian yang tidak menekan payudara.
  • Kenakan nipple shield atau pelindung puting untuk membantu puting lebih menonjol dan mudah menempel.
  • Pastikan posisi menyusui sudah benar. Bila perlu, minta bantuan perawat atau bidan.
  • Jagalah kebersihan payudara dengan selalu membersihkannya secara perlahan setiap mandi.
  • Kenakan krim yang direkomendasikan dokter saat sedang tidak menyusui untuk menjaga kelembapan kulit puting.

Rasa sakit saat menyusui mungkin akan membuat Bunda ingin menyerah. Ini sebenarnya adalah hal yang wajar dan mungkin dirasakan oleh hampir semua ibu. Namun, Bunda perlu tahu bahwa saat menyusui, tubuh Bunda juga akan mengeluarkan hormon oksitosin.

Hormon ini dapat menimbulkan rasa bahagia yang membuat pikiran Bunda teralih dari rasa sakit, menjadi rasa bangga dan dihargai atas perjuangan Bunda untuk tetap menyusui. Jadi, menyusui itu sendiri bisa menjadi obat untuk Bunda. Namun, jangan lupa juga untuk memberikan penghargaan kepada diri sendiri dengan perawatan diri yang baik, ya, Bun.

Bila payudara Bunda tetap terasa sakit meski sudah menerapkan tips di atas, segera periksakan diri ke dokter, bidan, atau konsultan laktasi untuk memastikan penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang tepat.