Diagnosis kanker kulit melanoma dilakukan untuk memastikan apakah perubahan pada kulit merupakan melanoma serta menilai tingkat penyebarannya. Penegakan diagnosis yang tepat sangat penting agar pengobatan dapat segera diberikan dan risiko komplikasi dapat diminimalkan.

1. Tanya jawab dan pemeriksaan fisik

Dokter akan menanyakan gejala yang dialami, riwayat kesehatan pribadi dan keluarga, serta faktor risiko yang dimiliki. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada kulit, terutama pada tahi lalat atau bercak yang tampak tidak normal.

2. Biopsi kulit

Jika ditemukan kelainan yang mencurigakan, dokter akan melakukan biopsi, yaitu pengambilan sampel jaringan kulit untuk diperiksa di bawah mikroskop. Pemeriksaan ini merupakan metode utama untuk memastikan diagnosis melanoma.

3. Pemeriksaan penunjang

Bila hasil biopsi menunjukkan kanker kulit melanoma, dokter dapat melakukan pemeriksaan lanjutan untuk menentukan stadium dan penyebaran kanker, antara lain:

Pemeriksaan ketebalan tumor, untuk menilai seberapa dalam melanoma menembus lapisan kulit

  • Biopsi kelenjar getah bening sentinel, untuk mengetahui apakah kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening terdekat
  • Pemeriksaan pencitraan, seperti USG, Rontgen, CT scan, PET scan, atau MRI, untuk mendeteksi penyebaran ke organ lain

Stadium Kanker Kulit Melanoma

Penentuan stadium kanker kulit melanoma membantu dokter menentukan jenis pengobatan yang paling sesuai. Secara umum, stadium melanoma dibagi menjadi:

  • Stadium 0: Kanker masih terbatas pada lapisan paling luar kulit
  • Stadium 1: Melanoma masih kecil dan belum menyebar
  • Stadium 2: Melanoma lebih tebal dan dapat disertai kerusakan pada permukaan kulit
  • Stadium 3: Kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening terdekat
  • Stadium 4: Kanker telah menyebar ke organ lain, seperti paru-paru, hati, tulang, atau otak

Deteksi dan penanganan sejak dini sangat penting untuk meningkatkan keberhasilan pengobatan kanker kulit melanoma.