Penyebab sakit kepala sangat beragam, mulai dari hal-hal yang tidak berbahaya, seperti stres, kurang tidur, atau postur tubuh buruk. Sakit kepala juga bisa disebabkan oleh faktor yang lebih serius, seperti tumor otak atau pendarahan otak.

Sakit kepala adalah keluhan yang sangat umum terjadi, tanpa memandang usia. Penyebabnya pun bermacam-macam. Beda penyebab, bisa beda juga sensasi rasa sakit yang dirasakan. Ada yang merasakan nyeri kepala berdenyut, rasa pegal dan kaku di bagian belakang kepala, atau merasa kepala seperti terikat atau tertusuk-tusuk.

Kenali Macam-Macam Penyebab Sakit Kepala - Alodokter

Penyakit yang Menyebabkan Sakit Kepala

Penyakit atau masalah pada organ yang ada di kepala dapat menyebabkan timbulnya keluhan sakit kepala, di antaranya:

  • Penyakit di otak
    Ada berbagai masalah di otak yang dapat menimbulkan sakit kepala. Contohnya adalah masalah pada pembuluh darah otak, seperti pembuluh darah yang tersumbat atau pecah (stroke), mengalami peradangan (arteritis), atau melebarnya pembuluh darah secara abnormal (aneurisma otak). Selain masalah pada pembuluh darah, tumor otak, cedera pada otak, dan infeksi pada otak juga dapat menyebabkan sakit kepala.
  • Penyakit di telinga, hidung, sinus, dan tenggorokan
    Keempat bagian tubuh ini terletak di kepala dan saling berhubungan. Sinus adalah rongga berisi udara di dalam tulang wajah. Baik sinus, telinga, maupun tenggorokan berhubungan langsung dengan rongga hidung melalui suatu saluran. Ketika salah satu atau beberapa struktur tersebut mengalami infeksi bakteri atau virus, maka terjadilah peradangan dan muncul gejala berupa rasa nyeri pada tulang wajah, telinga, dan kepala.
  • Penyakit pada gigi
    Cara mengunyah yang buruk akibat susunan gigi yang kurang baik, serta kebiasaan menggertakkan gigi secara tidak sadar saat sedang tegang, stres, atau tidur, dapat menyebabkan masalah di sendi yang menghubungkan tulang rahang dengan tulang tengkorak. Masalah di area ini dapat menyebabkan rasa nyeri yang menjalar ke kepala.
  • Penyakit pada mata
    Naiknya tekanan dalam bola mata yang disertai dengan gangguan penglihatan pada penyakit glaukoma juga dapat menyebabkan sakit kepala yang mengganggu.

Selain berhubungan dengan organ yang ada di kepala, sakit kepala dapat disebabkan juga oleh penyakit darah tinggi, sumbatan jalan napas saat tidur (sleep apnea), penyakit infeksi, sindrom pramenstruasi (PMS), dan gangguan mental seperti serangan panik atau gangguan kecemasan.

Pil KB, obat yang mengandung hormon, dan obat untuk penyakit jantung juga harus diwaspadai. Obat-obatan tersebut bisa menimbulkan efek samping sakit kepala. Diskusikan kembali ke dokter mengenai cara mengatasi keluhan sakit kepala akibat obat-obatan tersebut.

Kebiasaan dan Aktivitas yang Menyebabkan Sakit Kepala

Sakit kepala juga bisa disebabkan oleh kebiasaan serta aktivitas yang Anda lakukan sehari-hari, dan mungkin tidak Anda sadari. Berikut beberapa contohnya:

  • Postur tubuh dan leher yang kurang baik, misalnya karena menunduk dalam waktu yang lama.
  • Kurang tidur.
  • Kondisi yang dapat membuat stres atau emosi, bisa karena masalah rumah tangga atau pekerjaan.
  • Kekurangan cairan tubuh (dehidrasi) akibat kurang minum.
  • Konsumsi alkohol atau kafein berlebihan.
  • Konsumsi makanan yang mengandung MSG (monosodium glutamat) yang terdapat dalam makanan kemasan dan penyedap rasa.
  • Konsumsi minuman atau makanan yang terlalu dingin. Kondisi ini dikenal dengan sebutan brain freeze.

Melihat banyaknya penyebab sakit kepala, mulai dari yang tidak berbahaya hingga yang berakibat fatal, maka sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter. Sebagai penanganan awal, beristirahatlah sejenak di tempat yang tenang, atau lakukan hal-hal yang membuat Anda rileks. Pastikan juga untuk minum air yang cukup, tidur yang cukup dan teratur, serta menghindari makanan atau minuman yang dapat memicu sakit kepala.

Jika sakit kepala yang Anda alami rasanya tidak tertahankan, terjadi setelah mengalami kecelakaan, disertai dengan demam tinggi (lebih dari 39 derajat Celcius) yang tidak turun dengan obat pereda demam, muntah-muntah, gangguan penglihatan, gangguan berbicara, atau kelemahan pada lengan atau tungkai, maka segeralah temui dokter.

Ditulis oleh:

dr. Irene Cindy Sunur