Vaksin demam berdarah dengue (DBD) sudah tersedia di Indonesia sejak beberapa tahun silam. Penggunaan vaksin demam berdarah ini sangat direkomendasikan untuk menekan tingkat keparahan dan kematian akibat penyakit DBD di Indonesia.

Demam berdarah merupakan salah satu penyakit infeksi yang mematikan di negara-negara dengan iklim tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. Data dari Kementerian Kesehatan RI mencatat, kasus DBD yang muncul pada tahun 2020 mencapai lebih dari 71.000 kasus dengan jumlah kematian sekitar 450 orang.

Ketahui Informasi Tepat tentang Vaksin Demam Berdarah Dengue - Alodokter

Maka dari itu, untuk mencegah terjadinya peningkatan kasus DBD, salah satu caranya dengan menerima vaksin demam berdarah. Namun, tentunya Anda harus ketahui terlebih dahulu informasi tepat terkait vaksin DBD.

Vaksin Demam Berdarah Aman dan Efektif

Vaksin demam berdarah yang tersedia saat ini adalah vaksin CYD-TDV (Dengvaxia). Vaksin ini berisi virus Dengue hidup yang dilemahkan. Virus DBD terbagi menjadi 4 jenis, yaitu DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4. Vaksin Dengvaxia dapat melindungi tubuh dari keempat jenis virus ini.

Sampai saat ini, tidak ada laporan terkait efek samping vaksin Dengvaxia yang diterima oleh Badan POM RI. Namun, dalam rangka kehati-hatian, Badan POM RI akan terus memantau ketat penggunaan vaksin ini di Indonesia.

Vaksin Dengvaxia bermanfaat untuk mencegah terjadinya penyakit demam berdarah yang parah dan menyebabkan kematian. Di Indonesia yang endemik DBD, terjadinya DBD yang berakibat fatal sangat mungkin untuk terjadi pada orang yang sudah terinfeksi virus Dengue, lalu terinfeksi lagi untuk kedua kalinya.

Petunjuk Penggunaan Vaksin Demam Berdarah

Vaksin demam berdarah dengue diperuntukkan bagi anak-anak dan orang dewasa, dari usia 9–45 tahun. Hanya saja, manfaat pemberian vaksin terbukti lebih efektif pada penerima vaksin yang berusia 9–16 tahun.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, vaksin ini diberikan untuk orang yang sudah pernah terinfeksi virus Dengue sebelumnya. Jadi, seseorang yang belum pernah terinfeksi virus Dengue tidak diperbolehkan mendapat vaksin demam berdarah.

Berikut adalah dosis dan petunjuk pemakaian vaksin demam berdarah:

  • Dosis vaksin diberikan 3 kali, masing-masing sebanyak 0,5 mL, dengan jarak waktu penyuntikan selama 6 bulan.
  • Apabila pemberian vaksin tertunda, dibutuhkan konsultasi dokter untuk menentukan penggantian jadwal.
  • Suntikan vaksin demam berdarah diberikan secara subkutan (disuntikkan ke lapisan di bawah kulit) pada lengan atas.

Perlu diketahui bahwa tidak semua orang boleh mendapatkan injeksi vaksin demam berdarah. Vaksin demam berdarah tidak dianjurkan untuk diberikan kepada:

  • Ibu hamil dan menyusui
  • Orang yang emiliki riwayat reaksi alergi parah terhadap vaksin, baik itu vaksin demam berdarah maupun vaksin lainnya
  • Orang yang sedang mengalami demam tinggi atau sedang
  • Penderita infeksi HIV, baik simtomatik (dengan gejala) maupun asimtomatik (tanpa gejala)

Hingga saat ini, setidaknya ada lima vaksin DBD tambahan yang sedang dievaluasi dalam uji klinis. Vaksin yang sedang dikembangkan tersebut diharapkan bisa melindungi semua orang, baik yang sudah terinfeksi maupun belum, dari berbagai jenis virus Dengue.

Meski begitu, sebenarnya DBD bisa dicegah tanpa vaksin. Langkah pencegahan DBD yang efektif dan efisien antara lain menguras bak mandi, menaburkan serbuk abate untuk mematikan jentik-jentik nyamuk, menutup penampungan air, dan menyemprotkan pembasmi serangga ke semua ruangan di rumah.

Jika Anda sudah pernah terkena DBD dan ingin melindungi diri menggunakan vaksin DBD, sebaiknya konsultasikan kondisi Anda ke dokter terlebih dahulu. Nantinya dokter akan memutuskan perlu atau tidaknya Anda menerima vaksin DBD.