Kina adalah obat yang digunakan untuk mengobati penyakit malaria. Penyakit ini disebabkan oleh parasit yang dikenal dengan plasmodium. Ada empat jenis parasit yang menyebabkan malaria, yaitu Plasmodium falciparum, Plasmodium malariae, Plasmodium ovale, dan Plasmodium vivax. Parasit tersebut menetap di dalam perut nyamuk betina yang terinfeksi dan disebarkan ke manusia melalui gigitan nyamuk.

Kina bekerja dengan cara membunuh parasit malaria yang menetap di dalam sel darah merah setelah memasuki tubuh manusia. Terkadang, kina juga digabungkan dengan obat-obatan lain, seperti primaquine, untuk membunuh malaria yang menetap di jaringan tubuh lain.

Merek obat: Quinine Sulfate, Tablet Kina, Quinine Dihydrochloride, Quinine

Tentang Kina

Golongan Antimalaria
Kategori Obat resep
Manfaat Mengobati penyakit malaria.
Digunakan oleh Dewasa dan anak-anak
Kategori kehamilan dan menyusui Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, namun belum ada studi terkontrol pada wanita hamil. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

Kina dapat diserap ke dalam ASI. Oleh karena itu, ibu menyusui disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat ini, agar dokter dapat mempertimbangkan manfaat dengan risikonya.

Bentuk obat Tablet dan suntik

Peringatan:

  • Hindari mengonsumsi kina jika memiliki alergi terhadap obat ini.
  • Harap berhati-hati dan konsultasikan lebih dahulu kepada dokter jika memiliki gangguan kesehatan seperti gangguan irama jantung, defisiensi G6PD, myasthenia gravis, peradangan saraf mata, penyakit ginjal, penyakit liver, dan hipokalemia.
  • Berhati-hatilah dan konsultasikan lebih dahulu kepada dokter jika berencana atau sedang mengonsumsi obat-obatan lain, termasuk suplemen dan produk herba.
  • Konsultasikan lebih dahulu kepada dokter jika akan menjalani prosedur operasi, termasuk operasi gigi.
  • Diskusikan dengan dokter mengenai penggunaan kina untuk kram otot, karena bermanfaat hanya pada sebagian kecil orang.
  • Jangan mengemudi atau mengoperasikan mesin setelah mengonsumsi kina, karena obat ini menyebabkan kantuk atau pandangan kabur.
  • Hindari merokok ketika sedang melalui masa pengobatan dengan kina, karena rokok dapat menurunkan efektivitas kina dalam tubuh.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis setelah menggunakan kina, segera temui dokter.

Dosis Kina

Kondisi Bentuk Obat Usia Dosis
Malaria Infus Dewasa Dosis awal: 20 mg/kgBB hingga maksimum 1,4 g, selama 4 jam.

Dosis perawatan: Dimulai 8 jam setelah pemberian dosis awal, 10 mg/kg hingga maksimum 700 mg, selama 4 jam, tiap 8 jam sekali.

Anak-anak ≤ 5 mg/kgBB, tiap jam, diberikan secara perlahan melalui infus.
Malaria Tablet Dewasa Sebagai sulfat: 648 mg, setiap 8 jam, selama 7 hari.
Anak-anak usia ≥ 8 tahun Sebagai sulfat: 10 mg/kgBB, tiap 8 jam, selama 7 hari.

Menggunakan Kina dengan Benar

Ikutilah anjuran dokter dan bacalah infromasi yang tertera pada label kemasan obat kina sebelum mulai menggunakannya.

Jika mendapatkan perawatan di rumah, konsumsilah kina pada jam yang sama setiap harinya dan sesuai dosis yang telah ditentukan. Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan efek obat.

Gunakan air untuk menelan tablet kina. Kina dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.

Bagi pasien yang lupa mengonsumsi kina, disarankan untuk segera melakukannya begitu teringat apabila jarak dengan dosis selanjutnya tidak terlalu dekat. Jika sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis.

Jangan berhenti mengonsumsi kina tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu, meskipun sudah merasa lebih sehat, untuk mencegah kemungkinan parasit berkembang kembali.

Simpanlah kina pada suhu ruangan dan letakkan di dalam wadah tertutup, sehingga tidak terkena paparan sinar matahari secara langsung dan jauh dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Kina dengan Obat Lain

Berikut ini adalah sejumlah interaksi yang mungkin dapat terjadi jika menggunakan kina bersama dengan obat lainnya:

  • Menurunkan efektivitas kina jika digunakan bersama warfarin.
  • Meningkatkan kadar kina dalam darah jika digunakan bersama cimetidine, ritonavir, atau rifampicin.
  • Kina dapat menurunkan kadar ciclosporin dan meningkatkan kadar digoxin dalam darah.
  • Meningkatkan risiko rhabdomyolysis jika digunakan bersama atorvastatin.
  • Meningkatkan efek turunnya kadar gula dalam darah jika digunakan bersama obat antidiabetes.
  • Meningkatkan risiko gangguan irama jantung, yaitu sindrom Long QT dan torsade de pointes jika digunakan bersama antiaritmia seperti lidocaine atau amiodarone.
  • Menghambat atau menurunkan penyerapan kina jika digunakan bersama antasida yang mengandung aluminium atau magnesium hidroksida.

Efek Samping Kina

Beberapa efek samping umum yang mungkin muncul setelah mengonsumsi obat kina adalah sakit kepala, perut terasa tidak nyaman, diare, dan muntah. Selain itu, ada beberapa efek samping lebih serius yang mungkin terjadi. Segera hubungi dokter atau tenaga medis untuk mendapatkan penanganan darurat jika efek samping berikut muncul:

  • Tanda alergi terhadap reaksi obat, seperti gatal, muncul ruam, kulit memerah dan terkelupas, sesak napas, sulit menelan, serta pembengkakan di mulut, wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.
  • Sindrom hemolitik uremik (HUS) yang ditandai dengan perdarahan, seperti muntah darah, batuk darah, terdapat darah pada urine, kotoran berwarna hitam atau merah, gusi berdarah, perdarahan vagina, atau muncul memar secara tiba-tiba. HUS juga ditandai gangguan pada ginjal, seperti buang air kecil berkurang, terdapat darah dalam urine, atau bengkak pada badan yang disertai dengan berat badan meningkat pesat.
  • Gangguan penglihatan.
  • Hilangnya kemampuan pendengaran.
  • Disorientasi.
  • Gangguan irama jantung.
  • Nyeri dada.
  • Otot melemah.
  • Kejang.