Konjungtivitis adalah kondisi peradangan pada selaput bening yang melapisi bagian putih mata dan bagian dalam kelopak mata. Penyakit ini dapat menyerang salah satu atau kedua mata, dan sering dikenal sebagai mata merah.
Gejala Konjungtivitis yang Umum Terjadi
Beberapa gejala yang umumnya dialami oleh penderita konjungtivitis adalah:
- Mata merah akibat pelebaran pembuluh darah di permukaan mata
- Gatal pada mata
- Rasa sakit atau seperti terbakar di mata
- Mata berair
- Mata belekan atau banyak kotoran mata
- Sulit membuka mata saat bangun tidur
- Kelopak mata membengkak
Keluhan konjungtivitis dapat muncul secara bertahap dan biasanya dirasakan lebih jelas pada awal infeksi atau paparan alergen.
Gejala Konjungtivitis yang Perlu Diwaspadai
Selain keluhan di atas, perhatikan tanda-tanda berikut yang dapat menunjukkan kondisi yang lebih serius dan bukan sekadar konjungtivitis ringan:
- Penglihatan menjadi kabur atau menurun
- Sensasi seperti ada yang mengganjal di mata
- Sensitivitas terhadap cahaya yang meningkat
- Demam, terutama bila gejala disertai rasa sakit hebat
- Gejala yang tidak membaik setelah beberapa hari
Kapan Harus ke Dokter
Konjungtivitis yang disebabkan oleh infeksi virus atau alergi sering kali akan membaik dengan sendirinya dalam beberapa hari dengan perawatan mandiri di rumah. Selain itu, Anda bisa berkonsultasi lewat Chat Bersama Dokter untuk mendapatkan saran penanganan atau obat sesuai keluhan Anda dan bisa dikirim ke rumah.
Namun, Anda sebaiknya segera temui dokter apabila mata merah tidak kunjung reda setelah beberapa hari dan disertai dengan:
- Pandangan kabur atau nyeri hebat di mata
- Lebih sensitif terhadap cahaya
- Kelilipan atau ada yang mengganjal di mata
- Demam
Gejala di atas dapat menjadi tanda adanya penyakit lain di mata yang lebih serius, seperti keratitis. Kondisi tersebut membutuhkan penanganan dari dokter. Mata merah yang dialami oleh bayi yang baru lahir juga perlu segera diperiksakan ke dokter.
Jika Anda menggunakan lensa kontak, hentikan penggunaannya bila mengalami mata merah. Bila mata merah tidak kunjung reda dalam waktu 24 jam setelah berhenti menggunakan lensa kontak, segera temui dokter mata.
Pemeriksaan mata rutin perlu dilakukan sebagai deteksi dini bila ada masalah di mata dan penglihatan. Orang yang berusia di bawah 40 tahun dianjurkan untuk memeriksakan matanya setiap 2 tahun sekali. Sementara itu, orang yang berusia 40 tahun ke atas dianjurkan untuk memeriksakan mata secara rutin setiap 1–2 tahun sekali.
Apabila masih memiliki pertanyaan seputar konjungtivitis atau ingin memastikan kondisi mata yang dialami, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter melalui layanan chat.
Lewat chat, dokter akan membantu menjelaskan kemungkinan penyebab keluhan Anda, memberikan saran perawatan yang sesuai, serta menentukan apakah diperlukan pemeriksaan atau pengobatan lebih lanjut.