Penyebab konjungtivitis berbeda-beda, tergantung dari jenisnya. Hal tersebut akan dijelaskan di bawah ini.

Konjungtivitis Alergi

Konjungtivitis alergi terjadi akibat adanya reaksi alergi pada mata setelah bersentuhan dengan zat alergen. Konjungtivitis alergi masih terbagi lagi ke dalam tiga tipe, di antaranya:

  • Contact dermatoconjunctivitis. Konjungtivitis alergi tipe ini umumnya disebabkan oleh obat tetes mata. Selain itu, penggunaan riasan wajah dan paparan zat kimia juga bisa menyebabkan terjadinya kondisi ini.
  • Konjungtivitis papiler raksasa. Penyebab terjadinya konjungtivitis papiler raksasa adalah lensa kontak, bagian mata buatan atau prostesis yang dipasang saat operasi mata, serta jahitan yang digunakan pada operasi mata. Diperkirakan sekitar satu persen orang yang menggunakan lensa kontak keras dan tiga persen pengguna lensa kontak lunak terkena konjungtivitis papiler raksasa.
  • Konjungtivitis alergi menahun. Orang-orang yang memiliki alergi lain, seperti asma dan rhinitis alergi, lebih sering menderita konjungtivitis tipe ini. Konjungtivitis alergi menahun biasanya disebabkan oleh tungau debu, kelupasan kulit mati hewan, dan serbuk sari dari pohon, bunga atau rumput.

Konjungtivitis Iritasi

Penyebab terjadinya konjungtivitis iritasi sangat beragam di antaranya adalah:

  • Sampo
  • Asap atau uap
  • Bulu mata yang menyimpang dan menggesek konjungtiva
  • Berenang di kolam yang airnya mengandung klorin

Konjungtivitis Infektif

Konjungtivitis infektif  terjadi akibat adanya infeksi pada mata yang dipicu oleh:

  • Virus. Adenovirus merupakan salah satu virus yang paling sering menyebabkan konjungtivitis. Selain itu, virus ini juga bisa menyebabkan gejala demam dan sakit tenggorokan.
  • Penyakit menular seksual (misalnya gonore atau chlamydia).
  • Bakteri. Kelompok bakteri yang sering menyebabkan terjadinya infeksi telinga dan lambung, juga bisa menyebabkan konjungtivitis

Penderita konjungtivitis infektif dapat menularkan infeksi mata pada orang yang berdekatan dengannya. Penyebarannya bisa terjadi melalui kontak langsung maupun tidak langsung dari sekresi mata yang terinfeksi. Oleh sebab itu, disarankan untuk selalu mencuci tangan sampai bersih usai bersentuhan dengan penderita, serta jangan berbagi handuk atau bantal dengan mereka.

Ada beberapa faktor  yang dapat meningkatkan seseorang terkena konjungtivitis infektif, di antaranya:

  • Menderita diabetes atau penyakit lain yang membuat sistem kekebalan tubuh menjadi lemah.
  • Berada di tempat yang ramai dan padat (misalnya di dalam kereta atau bus).
  • Usia. Anak-anak sangat rentan terkena penyakit ini karena mereka sering berinteraksi dengan teman-temannya di sekolah. Selain itu, lansia juga rentan karena sistem kekebalan tubuh yang melemah seiring menuanya usia.
  • Menderita blefaritis atau peradangan pada sisi kelopak mata yang disebabkan oleh bakteri.
  • Memiliki riwayat infeksi saluran pernapasan.
  • Mengonsumsi obat-obatan yang melemahkan sistem kekebalan tubuh, seperti kortikosteroid atau sering disebut juga dengan steroid.
  • Penggunaan lensa kontak