Komplikasi konjungtivitis dapat terjadi pada siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa, terutama jika penanganannya tidak tepat atau terlambat. 

Pada sebagian besar kasus, konjungtivitis dapat sembuh tanpa menimbulkan masalah serius. Namun, pada kondisi tertentu, penyakit ini dapat berkembang menjadi komplikasi yang membahayakan kesehatan mata dan tubuh secara keseluruhan.

Berikut beberapa komplikasi yang bisa terjadi sesuai dengan jenis konjungtivitis:

1. Sepsis 

Sepsis dapat terjadi ketika bakteri dari mata masuk ke aliran darah dan menyebar ke seluruh tubuh. Kondisi ini merupakan komplikasi konjungtivitis yang tergolong berat dan dapat mengancam nyawa. Oleh karena itu, sepsis memerlukan penanganan segera di rumah sakit.

2. Meningitis

Infeksi dapat menyebar ke selaput pelindung otak dan sumsum tulang belakang (meninges) sehingga menimbulkan peradangan serius. Meningitis dapat menyebabkan sakit kepala hebat, demam tinggi, hingga gangguan kesadaran.

3. Infeksi telinga tengah (otitis media)

Pada beberapa kasus, terutama akibat bakteri Haemophilus influenzae, infeksi dari mata dapat menyebar ke telinga tengah dan menimbulkan otitis media. Komplikasi konjungtivitis ini ditandai dengan nyeri telinga, gangguan pendengaran, dan demam.

4. Selulitis orbita

Selulitis orbita merupakan infeksi pada jaringan di sekitar mata yang ditandai dengan pembengkakan, nyeri, kemerahan, dan keterbatasan gerak mata. Jika tidak ditangani, komplikasi konjungtivitis ini dapat menyebabkan kerusakan jaringan dan gangguan penglihatan.

5. Keratitis epitel punctata

Keratitis epitel punctata merupakan peradangan pada permukaan kornea yang dapat terjadi sebagai komplikasi konjungtivitis. Gejala keratitis epitel punctata meliputi nyeri mata, mata terasa perih, sensitif terhadap cahaya, dan penglihatan menjadi kabur.

Jika dibiarkan, kondisi ini dapat berkembang menjadi tukak kornea yang berpotensi menyebabkan kerusakan permanen hingga kebutaan.

Itulah beberapa komplikasi yang bisa terjadi apabila konjungtivitis tidak tertangani dengan baik atau terlambat diobati.

Konjungtivitis pada bayi baru lahir hingga usia 28 hari, terutama yang disebabkan oleh infeksi, harus segera ditangani. Jika terlambat diatasi, kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi berupa:

  • Kerusakan kornea
  • Gangguan penglihatan permanen
  • Kebutaan 

Dengan penanganan yang tepat dan sesuai anjuran dokter, sebagian besar bayi dengan konjungtivitis dapat pulih tanpa mengalami gangguan penglihatan jangka panjang. 

Jika Anda atau anggota keluarga mengalami gejala berat, seperti nyeri hebat, penglihatan kabur, atau keluar nanah berlebihan dari mata, segera cari bantuan medis untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.

Apabila sedang menderita konjungtivitis dan membutuhkan pengobatan, Anda juga dapat berkonsultasi melalui Chat Bersama Dokter

Melalui layanan chat, dokter dapat memberikan saran perawatan, meresepkan obat yang sesuai, serta membantu menentukan apakah kondisi Anda memerlukan penanganan langsung di rumah sakit.