Pengobatan konjungtivitis akan disesuaikan dengan penyebabnya. Dengan mengetahui penyebab yang mendasari kondisi ini, penanganan dapat dilakukan secara tepat sehingga gejala cepat mereda dan risiko komplikasi bisa diminimalkan.
Secara umum, pengobatan konjungtivitis terbagi menjadi dua kelompok, yaitu pengobatan konjungtivitis infeksi dan pengobatan konjungtivitis noninfeksi. Berikut adalah penjelasannya:
Pengobatan Konjungtivitis Infeksi
Pada kasus konjungtivitis akibat infeksi virus, umumnya tidak diperlukan pengobatan khusus karena kondisi ini akan sembuh sendiri dalam beberapa hari hingga 2 minggu. Namun, selama masa pemulihan penderita konjungtivitis disarankan untuk:
- Menjaga kebersihan mata
- Menghindari penggunaan lensa kontak
- Tidak menyentuh atau menggosok mata
Dokter biasanya hanya memberikan obat pereda gejala, seperti air mata buatan, untuk mengurangi ketidaknyamanan pada mata.
Sementara pada konjungtivitis akibat infeksi bakteri, dokter biasanya akan meresepkan antibiotik dalam bentuk tetes mata atau salep mata. Antibiotik ini harus digunakan sesuai anjuran dokter, biasanya selama 1–2 minggu.
Beberapa pilihan antibiotik untuk konjungtivitis bakteri meliputi:
Sejumlah tetes mata meliputi:
- Ofloxacin, misalnya Tarivid
- Moxifloxacin
- Ciprofloxacin, seperti Akilen
- Sulfacetamide
Salep mata, yaitu:
- Chloramphenicol, seperti Cendo Mycetine atau Erlamycetin
- Gramicidin
- Polymyxin B, misalnya Liposin
Jika konjungtivitis disebabkan oleh infeksi jamur, dokter biasanya akan memberikan obat tetes mata antijamur, seperti natamycin (Cendo Natacen). Pengobatan ini biasanya memerlukan waktu lebih lama dan harus diawasi secara ketat oleh dokter.
Pengobatan Konjungtivitis Noninfeksi
Penanganan utama konjungtivitis alergi adalah dengan menghindari paparan alergen atau zat pemicu alergi, seperti debu, serbuk sari, atau bulu hewan. Selain itu, dokter dapat meresepkan beberapa jenis obat untuk mengurangi gejala:
- Antihistamin, dengan bahan azelastine, cetirizine (Allercyl), antazoline (Cendo Vasacon A), atau fexofenadine (Telfast)
- Kortikosteroid, misalnya dexamethasone (Cendo Xitrol) atau methylprednisolone (Xilon)
- Cromoglicate tetes mata, yaitu (Cendo Conver)
- Dekongestan, seperti pseudoephedrine (Actifed) atau phenylephrine
Obat-obatan tersebut dapat meredakan keluhan gatal, kemerahan, dan pembengkakan pada mata. Lama penggunaan obat umumnya menyesuaikan tingkat keparahan alergi dan anjuran dokter, biasanya sekitar 1–3 minggu.
Pada konjungtivitis akibat paparan bahan kimia, mata harus segera dibilas menggunakan air mengalir selama beberapa menit. Setelah itu, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Perawatan Mandiri untuk Meredakan Gejala
Selain pengobatan medis, penderita konjungtivitis juga dapat melakukan perawatan mandiri berikut untuk membantu mempercepat pemulihan:
- Menghindari menggunakan lensa kontak sampai mata benar-benar sembuh
- Mengompres mata dengan kain bersih yang dibasahi air hangat atau air dingin
- Menggunakan kain bersih atau tisu sekali pakai saat menyeka area sekitar mata
Selain itu, untuk mencegah penularan konjungtivitis ke orang lain, lakukan hal-hal berikut ini:
- Hindari menyentuh atau menggosok mata dengan tangan.
- Selalu cuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
- Jangan berbagi handuk, bantal, atau perlengkapan pribadi lainnya.
- Buang tisu bekas pakai setelah digunakan
Jika gejala konjungtivitis tidak membaik setelah beberapa hari, atau disertai keluhan penglihatan kabur, nyeri hebat, atau mata bernanah, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.
Untuk mendapat penanganan yang cepat dan tepat, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter lewat chat. Dokter akan memberikan saran pengobatan atau merujuk ke rumah sakit terdekat bila diperlukan penanganan lebih lanjut.