Kulit kepala sakit seperti dijambak adalah keluhan yang cukup sering dirasakan, baik oleh pria maupun wanita, tanpa memandang usia. Keluhan ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari iritasi hingga kondisi medis tertentu. Memahami penyebab kulit kepala sakit seperti dijambak penting agar Anda bisa mengambil langkah penanganan yang tepat serta mencegah masalah kulit kepala yang lebih serius.

Keluhan kulit kepala sakit seperti dijambak biasanya muncul saat menyisir rambut, mengikat rambut terlalu kencang, atau bahkan secara tiba-tiba tanpa penyebab yang jelas. Sensasi nyeri ini bisa muncul pada area tertentu atau menyebar ke seluruh kulit kepala.

Kulit Kepala Sakit seperti Dijambak, Ini Penyebab, Gejala Penyerta, dan Cara Mengatasinya - Alodokter

Meski rasa sakit dapat berlangsung singkat dalam kurun waktu kurang dari 1 jam, tetapi sensasi nyeri ini juga terkadang bisa berlangsung hingga beberapa hari, sehingga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Berbagai Penyebab Kulit Kepala Sakit Seperti Dijambak

Ada beragam penyebab kulit kepala sakit seperti dijambak, berikut di antaranya:

1. Iritasi akibat gaya rambut

Mengikat rambut terlalu kencang, baik dalam bentuk kuncir kuda, cepol, kepang, atau penggunaan hijab yang terlalu erat dapat memberikan tekanan berlebihan pada akar rambut dan jaringan kulit di sekitarnya. 

Nah, tarikan yang terus-menerus ini kemudian membuat folikel rambut iritasi, sehingga menyebabkan kulit kepala sakit seperti dijambak. Jika dibiarkan, kondisi ini juga dapat menyebabkan rambut mudah patah atau mengalami kerontokan di area tertentu.

2. Penggunaan produk atau alat penata rambut

Produk rambut dengan kandungan kimia keras, seperti cat rambut, bleaching, atau bahkan sampo, dapat memicu iritasi dan reaksi alergi pada kulit kepala. Ketika kondisi ini terjadi, kulit kepala bisa terasa sakit seperti dijambak

Selain itu, alat penata rambut bersuhu panas, seperti hair dryer atau catokan, juga dapat menyebabkan kulit kepala iritasi, sehingga menimbulkan rasa sakit, sensasi panas, atau perih pada kulit kepala.

3. Stres 

Stres, baik fisik maupun emosional, dapat menyebabkan otot-otot di area kepala, leher, dan bahu menjadi tegang. Tegangnya otot-otot di kepala ini akan meningkatkan tekanan pada saraf di kulit kepala, sehingga timbul rasa sakit mirip sensasi dijambak. 

Selain itu, stres juga dapat memperparah sensitivitas kulit kepala terhadap rangsangan ringan, seperti menyisir atau memegang rambut, sehingga rentan terasa nyeri.

4. Perubahan hormon

Perubahan hormon akibat menstruasi, kehamilan, atau kondisi tertentu dapat membuat kulit kepala menjadi lebih sensitif, sehingga mudah iritasi dan terasa sakit. Keluhan kulit kepala sakit seperti dijambak akibat kondisi ini biasanya bersifat sementara dan akan membaik setelah kadar hormon di tubuh kembali stabil.

5. Infeksi kulit kepala

Beberapa penyakit infeksi, misalnya tinea capitis dapat menyebabkan peradangan pada kulit kepala sehingga menyebabkan kulit kepala sakit seperti dijambak. Selain itu, kondisi yang disebabkan oleh infeksi jamur ini juga dapat menyebabkan kulit kepala terasa gatal dan bersisik, rambut rapuh, serta pitak. 

Tidak hanya itu, kulit kepala sakit seperti dijambak juga bisa disebabkan infeksi virus seperti herpes zoster. Kondisi ini bisa terjadi karena bakteri penyebab herpes zoster  dapat menyebabkan peradangan pada saraf di area kepala sehingga kulit kepala sakit seperti dijambak. 

Selain menyebabkan kepala sakit, herpes zoster juga bisa menyebabkan munculnya bintil kecil berisi air di kepala atau area tubuh lain, demam, menggigil, dan kelelahan.

6. Psoriasis

Psoriasis merupakan penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan kronis pada kulit. Jika menyerang kulit kepala, kondisi ini dapat menyebabkan munculnya bercak kemerahan yang terasa gatal dan tertutup sisik putih tebal di kulit kepala. 

Selain rasa gatal, area kulit kepala yang terkena juga akan terasa perih atau nyeri seperti dijambak. Gejala tersebut biasanya berlangsung selama beberapa minggu atau bulan, kemudian membaik sementara sebelum kambuh kembali.

7. Dermatitis seboroik

Dermatitis seboroik adalah peradangan kronis pada kulit kepala yang ditandai dengan munculnya sisik putih kekuningan di kulit kepala. Selain itu, kondisi ini juga bisa menyebabkan kulit kepala sakit seperti dijambak, gatal, dan berminyak.

Penyebab pasti dermatitis seboroik belum diketahui. Namun, ada dugaan kondisi ini dipicu oleh pertumbuhan jamur Malassezia akibat produksi sebum (minyak) berlebih di kulit kepala.

Gejala Lain yang Mungkin Menyertai Kulit Kepala Sakit Seperti Dijambak

Selain rasa nyeri di kulit kepala, Anda mungkin juga akan mengalami gejala berikut ini:

  • Rambut rontok lebih banyak dari biasanya
  • Timbul area pitak (kebotakan lokal) di kulit kepala
  • Kulit kepala kemerahan atu bengkak
  • Kulit kepala terlihat bersisik atau berkerak
  • Kulit kepala gatal
  • Muncul sensasi panas atau terbakar di kulit kepala
  • Luka, lecet, atau keluarnya cairan dari kulit kepala.

Segera konsultasikan ke dokter jika Anda mengalami gejala-gejala di atas, terutama jika berlangsung lama, memburuk, atau disertai keluhan lain yang mengganggu.

Cara Mengatasi Kulit Kepala Sakit Seperti Dijambak

Kulit kepala sakit seperti dijambak yang terjadi sesekali dan tidak disertai dengan gejala lain, sering kali dapat mereda dengan beberapa perawatan mandiri di rumah. Berikut adalah beberapa cara mengatasi kulit kepala sakit seperti dijambak yang dapat Anda lakukan:

1. Ganti atau longgarkan gaya rambut

Hindari kebiasaan mengikat rambut dengan kencang, termasuk penggunaan aksesori rambut yang menekan kulit kepala. Pilih gaya rambut yang lebih longgar atau biarkan rambut terurai agar folikel rambut dan kulit kepala dapat "bernapas" dan terhindar dari tekanan berlebih. 

Jika mengenakan hijab, pastikan tidak menggunakan dalaman kerudung terlalu ketat dan gunakan bahan yang menyerap keringat agar kulit kepala tetap sehat.

2. Kelola stres

Cara mengatasi kulit kepala sakit seperti dijambak selanjutnya adalah dengan mengendalikan stres. Ini dapat dilakukan dengan meluangkan waktu untuk berolahraga ringan atau melakukan teknik relaksasi, seperti meditasi dan yoga

Jika hal tersebut telah Anda lakukan tetapi Anda masih mengalami stres, atau stres yang diderita sudah parah dan mengganggu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog.

3. Gunakan produk rambut yang lembut

Pilihlah sampo dan kondisioner dengan formula ringan, bebas dari sulfat, paraben, dan pewangi sintetis yang keras. Hindari penggunaan produk pewarna, pelurus, atau bahan kimia lain hingga kondisi kulit kepala Anda benar-benar pulih. 

Selain itu, pastikan selalu membaca label dengan saksama dan lakukan tes alergi jika ingin mencoba produk perawatan rambut baru.

4. Pijat lembut kulit kepala

Memijat kulit kepala yang sakit selama beberapa menit juga bisa mengatasi kulit kepala sakit seperti dijambak. Pasalnya, cara ini dapat meredakan ketegangan otot-otot di kepala, sehingga keluhan nyeri di kulit kepala berkurang.

Sambil melakukan pijatan, Anda juga bisa mengoleskan campuran losion dengan minyak esensial, seperti minyak lavender, peppermint, atau chamomile, ke area kepala yang sakit. Soalnya, minyak tersebut diketahui memiliki sifat analgesik atau antinyeri yang ampuh menghilangkan nyeri di kulit kepala.

5. Kompres hangat

Mengompres area kulit kepala yang nyeri selama 10–15 menit juga bisa membantu merilekskan otot-otot kepala yang tegang, sehingga nyeri di kulit kepala berkurang. 

Untuk melakukan cara mengatasi kulit kepala sakit seperti dijambak ini, Anda bisa merendam handuk kecil ke dalam air hangat, lalu peras dan tempelkan pada area kulit kepala yang sakit. Namun, pastikan suhu air yang digunakan untuk mengompres tidak terlalu panas agar tidak melukai kulit.

6. Konsumsi obat pereda nyeri

Jika nyeri di kulit kepala terasa sangat hebat dan mengganggu aktivitas, Anda juga dapat mengonsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas di apotek, seperti paracetamol atau ibuprofen. Kedua obat ini bekerja dengan cara menghambat produksi zat kimia di tubuh yang menyebabkan kulit kepala sakit seperti dijambak.

Meski bisa dibeli tanpa resep dokter di apotek, pastikan Anda mengonsumsinya sesuai dengan dosis yang tertera di kemasan ya.

Itulah penyebab kulit kepala sakit seperti dijambak dan cara mengatasinya. Jika setelah melakukan beberapa cara di atas tetapi keluhan kulit kepala sakit seperti dijambak tidak kunjung mereda, sering timbul, atau disertai dengan gejala lain seperti yang sudah disebutkan di atas, sebaiknya periksakan diri ke dokter, baik melalui fitur Chat Bersama Dokter atau dengan mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat.

Dengan melakukan pemeriksaan, hal itu dapat membantu memastikan penyebab kulit kepala sakit seperti dijambak sehingga Anda pun mendapatkan penanganan yang sesuai dengan kondisi Anda.