Lavula adalah obat berbentuk ovula yang mengandung dua bahan aktif, yaitu metronidazole dan nystatin. Obat ini digunakan secara khusus untuk mengatasi infeksi campuran pada vagina akibat parasit Trichomonas vaginalis dan jamur Candida albicans.
Trichomonas vaginalis merupakan parasit penyebab trikomoniasis, sedangkan jamur Candida albicans menyebabkan kandidiasis vagina. Kombinasi metronidazole dan nystatin dalam Lavula efektif mampu memberantas kedua jenis kuman penyebab infeksi vagina secara bersamaan.

Dalam bentuk ovula, Lavula digunakan langsung ke dalam vagina. Dengan begitu, obat dapat bekerja langsung pada sumber infeksi sehingga membantu mempercepat pemulihan.
Lavula tersedia dalam kemasan strip isi 5 ovula. Lavula 5 Ovula hanya boleh digunakan sesuai petunjuk dokter demi keamanan dan efektivitas pengobatan.
Apa Itu Lavula
| Bahan aktif | Metronidazole 500 mg dan nystatin 100.000 IU |
| Golongan | Obat resep |
| Kategori | Antimikroba dan antijamur |
| Manfaat | Mengobati infeksi vagina yang disebabkan oleh Trichomonas vaginalis dan Candida albicans. |
| Digunakan oleh | Dewasa |
| Lavula untuk ibu hamil | Kategori B: Studi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko metronidazole ovula terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. |
| Kategori A: Studi terkontrol pada ibu hamil tidak menunjukkan adanya risiko nystatin ovula terhadap janin dan kecil kemungkinannya untuk membahayakan janin. | |
| Lavula tidak boleh digunakan pada trimester pertama kehamilan. Pada trimester kedua dan ketiga, obat hanya boleh digunakan untuk meredakan gejala saja, bukan sebagai pengobatan utama. | |
| Lavula untuk ibu menyusui | Jangan menyusui selama menjalani pengobatan dengan ovula berbahan aktif metronidazole dan nystatin. |
| Bentuk obat | Ovula |
Peringatan sebelum Menggunakan Lavula
Penggunaan Lavula tidak boleh asal-asalan. Perhatikan hal-hal berikut sebelum menjalani pengobatan infeksi vagina dengan produk ini:
- Pastikan dokter mengetahui riwayat alergi Anda. Ini penting karena Lavula tidak boleh digunakan oleh orang yang alergi terhadap metronidazole, tinidazole, atau nystatin.
- Informasikan kepada dokter jika Anda sedang menderita ensefalopati hepatik, penyakit liver, atau penyakit sistem saraf, termasuk neuropati perifer, stroke, dan epilepsi.
- Bicarakan terlebih dahulu dengan dokter mengenai penggunaan Lavula jika Anda sedang mengalami penyakit arteri perifer atau sindrom Raynaud.
- Sampaikan kepada dokter jika Anda sedang hamil, berencana hamil, atau sedang menyusui.
- Beri tahu dokter jika Anda dan pasangan sedang menunda kehamilan dengan penggunaan kondom atau diaphragm. Penggunaan ovula berbahan metronidazole dan nystatin dapat menurunkan efektivitas alat kontrasepsi tersebut.
- Sampaikan kepada dokter mengenai semua obat yang sedang Anda gunakan, termasuk disulfiram, suplemen, dan produk herbal. Tujuannya adalah untuk mencegah interaksi antarobat.
- Jangan menggunakan obat lain yang dimasukkan ke dalam vagina saat menjalani pengobatan dengan Lavula ovula tanpa petunjuk dokter.
- Hindari konsumsi minuman beralkohol atau makanan maupun obat yang mengandung propylene glycol, 3 hari sebelum sampai 3 hari sesudah menggunakan Lavula.
- Segera ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat atau efek samping yang berat setelah menggunakan Lavula.
Dosis dan Aturan Pakai Lavula
Dosis Lavula ovula umumnya disesuaikan dengan kondisi dan rekomendasi dokter. Secara umum, penggunaan yang dianjurkan adalah 1 ovula per hari, biasanya selama 10 hari berturut-turut, atau menurut petunjuk dokter.
Cara Menggunakan Lavula dengan Benar
Gunakan Lavula sesuai dengan petunjuk pada kemasannya atau ikuti anjuran dokter. Jangan menggunakan obat ini lebih banyak atau lebih sering, tetapi secukupnya saja sesuai aturan pakai.
Agar penggunaan Lavula lebih efektif, ikuti langkah-langkah berikut ini:
- Lavula hanya digunakan di vagina. Cuci tangan sebelum dan sesudah menggunakan obat ini, serta pastikan area vagina bersih sebelum memasukkan obat.
- Masukkan 1 Lavula ovula ke dalam vagina setiap malam menjelang tidur, usahakan dalam posisi berbaring untuk memaksimalkan penyerapan obat. Untuk mempercepat larutnya obat, basahi ovula dengan sedikit air sebelum digunakan.
- Gunakan Lavula setiap malam sesuai anjuran dokter. Obat ini tetap boleh digunakan meski sedang menstruasi.
- Jika Anda lupa menggunakan Lavula, segera gunakan begitu teringat di hari yang sama. Bila sudah beda hari, abaikan dosis yang terlewat dan lanjutkan penggunaan obat ini seperti biasa. Jangan menggunakan dua ovula sekaligus untuk mengganti dosis yang terlewat.
- Jangan melewatkan dosis atau menghentikan pengobatan sebelum waktunya, meski gejala sudah membaik. Hal ini penting agar infeksi benar-benar sembuh dan tidak kambuh.
- Hati-hati saat menggunakan Lavula. Jangan sampai obat ini mengenai mata karena dapat menimbulkan perih dan iritasi. Apabila area tersebut terkena obat, segera bilas dengan air sampai bersih.
- Hindari douching vagina atau gurah vagina selama penggunaan Lavula untuk menjaga efektivitas pengobatan.
- Tunda berhubungan seksual sampai infeksi vagina benar-benar sembuh.
- Lakukan kontrol sesuai jadwal yang diberikan dokter agar hasil terapi dapat terpantau. Selama menggunakan Lavula, Anda mungkin perlu menjalani pemeriksaan darah dan tes fungsi liver secara berkala.
- Berkonsultasilah ke dokter jika gejala infeksi vagina belum membaik setelah penggunaan Lavula selesai. Namun, bila keluhan memburuk atau sangat mengganggu, periksakan ke dokter meski pengobatan belum rampung.
- Simpan Lavula di tempat yang sejuk dan terhindar dari suhu panas dan lembap. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
- Jangan gunakan Lavula yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa.
Interaksi Lavula dengan Obat Lain
Efek interaksi yang bisa terjadi jika ovula berbahan metronidazole dan nystatin, seperti Lavula, digunakan bersama obat tertentu adalah:
- Peningkatan risiko timbulnya gejala psikosis, seperti linglung, delusi, atau halusinasi, jika digunakan dengan disulfiram
- Peningkatan risiko terjadinya perdarahan jika digunakan bersama warfarin
- Peningkatan risiko terjadinya efek samping berupa mual, muntah, wajah merah dan panas, serta kram perut hebat jika dibarengi dengan mengonsumsi makanan atau minuman beralkohol
- Peningkatan risiko terjadinya keracunan busulfan atau fluorouracil
- Peningkatan risiko terjadinya efek samping dari obat lithium atau ciclosporin
- Penurunan efektivitas obat phenobarbital, obat yang mengandung progesteron, atau phenytoin
Oleh karena itu, penggunaan Lavula bersama obat lain sebaiknya dilakukan dengan persetujuan dokter untuk mencegah interaksi yang bisa membahayakan.
Efek Samping dan Bahaya Lavula
Efek samping ringan yang bisa timbul akibat penggunaan Lavula adalah:
- Iritasi, panas, gatal pada vagina
- Mual ringan dan rasa tidak nyaman di perut
Efek samping yang lebih serius juga bisa terjadi selama menggunakan Lavula, antara lain:
- Nyeri perut hebat atau perdarahan tidak biasa dari vagina
- Gangguan saraf, termasuk kebas dan kesemutan serta gerakan tubuh yang tidak terkendali
- Gejala gangguan liver, seperti mual dan muntah yang tidak kunjung berhenti, nyeri perut, tinja pucat seperti dempul, kulit dan mata menguning (penyakit kuning)
Jika Anda mengalami efek samping serius atau reaksi alergi setelah menggunakan Lavula, segeralah ke dokter. Tidak perlu repot antre atau telepon ke klinik untuk membuat janji temu dengan dokter. Dengan fitur Buat Janji di aplikasi ALODOKTER, Anda bisa memilih dokter sesuai kebutuhan dan langsung buat janji secara online.
Untuk keluhan ringan atau bila ada pertanyaan seputar penggunaan Lavula, Anda bisa berkonsultasi melalui fitur Chat Bersama Dokter.