Setelah melahirkan dan menjadi ibu, rasanya jadi sering lupa di mana menaruh kunci mobil, mengangkat jemuran, nama orang, atau menjadi ceroboh? Kemungkinan Bunda mengalami kondisi mommy brain. Istilah itu sering digunakan pada wanita yang baru melahirkan, mengalami lupa akan banyak hal dan cenderung ceroboh.

Penelitian menemukan bahwa otak wanita ternyata memang mengalami perubahan setelah melahirkan. Ditemukan perubahan struktur dalam otak yang bersifat jangka panjang, setidaknya 2 tahun.

Lebih Mudah Lupa Setelah Melahirkan? Mungkin Ini Pertanda Mommy Brain - Alodokter

Mommy Brain Tergolong Normal

Pemindaian MRI yang dilakukan selama penelitian menunjukkan bahwa perubahan otak ibu baru melahirkan ini terletak pada area emosi, motivasi, integrasi sensorik, penilaian, alasan, dan penghargaan. Perubahan ini sebenarnya membuat Bunda menjadi lebih sensitif dan responsif terhadap kebutuhan bayi.

Sayangnya, perubahan ini juga membawa dampak negatif. Bunda dapat menjadi lebih emosional, terutama jika memikirkan Si Kecil terus menerus. Situasi inilah yang membuat para ibu kemudian merasa kewalahan akan tanggung jawab yang harus ditanggung, sehingga diduga menyebabkan para ibu juga menjadi mudah lupa.

Selain emosi, dari penelitian diduga bahwa hormon oksitosin yang berperan penting dalam kehamilan, melahirkan, dan menyusui, membuat wanita cenderung mengabaikan ingatan buruk tentang pengalaman tersebut. Respons alami ini bertujuan membuat wanita hanya mengingat hal-hal membahagiakan dari membesarkan anak dan mengulangi lagi pada anak kedua dan seterusnya.

Sementara itu, penelitian lain menyebutkan bahwa mommy brain lebih sebagai proses peralihan seorang wanita menjadi ibu. Seperti peralihan remaja menjadi dewasa, peralihan wanita menjadi ibu juga melibatkan perubahan fisik, hormon, termasuk juga perubahan neurologis. Secara positif, mommy brain berarti otak wanita secara mental dan emosional menjadi lebih tajam, sehingga bisa lebih memahami ekspresi bayi.

Jadi, mommy brain sebenarnya adalah hal yang nyata, normal, dan bermanfaat bagi Bunda untuk mengurus Si Kecil.

Cara Menyiasati Mommy Brain

Memang mommy brain kemungkinan akan menyebabkan Bunda menjadi mudah lupa atau tidak fokus. Tapi, sebenarnya ada cara menyiasati kondisi tersebut agar tidak berlebihan dan mengganggu aktivitas, antara lain dengan:

  • Memenuhi waktu tidur

Kurang tidur karena mengurus anak dapat membuat Bunda lebih kesulitan untuk mengingat. Sebab, otak menanamkan informasi baru saat tidur. Bergantian mengurus Si Kecil dengan suami atau kerabat lain, dapat membantu Bunda mendapat cukup istirahat.

  • Mengelola stres dengan baik

Tantangan dalam mengasuh anak dapat membuat Bunda stres dan hormon kortisol meningkat sehingga memengaruhi pusat ingatan otak. Daripada sibuk mengatur apa yang seharusnya dilakukan atau tidak, coba untuk duduk bersamanya dan menikmati kegiatan bersama.

  • Mengonsumsi makanan sehat

Mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi, zinc, asam folat, dan vitamin B12, berperan membantu penguatan memori otak. Sumber zat besi alami termasuk daging merah tanpa lemak dan kacang-kacangan. Selain itu, konsumsilah vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi.

  • Fokus pada satu kegiatan yang dilakukan

Para ibu memang umumnya terbiasa multitasking, yaitu melakukan banyak hal di waktu yang sama. Tetapi, penelitian menemukan bahwa hal itu justru menyebabkan penurunan kualitas ingatan jangka pendek. Fokus pada apa yang sedang dikerjakan dapat membantu Bunda untuk lebih dapat mengingat hal penting.

  • Menerima berbagai perubahan hidup setelah melahirkan

Kehadiran bayi ikut membuat perubahan dalam hubungan Bunda dengan pasangan, keluarga, dan teman. Selain itu, Bunda juga masih berusaha menyesuaikan diri dengan peran sebagai ibu. Cobalah menerima berbagai hal tersebut dan kenyataan yang tidak jarang berbeda dengan harapan. Misalnya, ketika harus kembali bekerja setelah melahirkan, atau saat tidak bisa memberikan ASI eksklusif.

Selain itu, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan daya ingat, juga beberapa trik untuk membantu Bunda mengingat hal penting, termasuk mencatat apa saja yang perlu dikerjakan atau barang apa saja yang harus dibeli lalu menempelkan di pintu kulkas, memasang alarm pada telepn seluler, serta melakukan meditasi untuk membantu pikiran untuk fokus.

Hal yang patut diketahui, ternyata dalam penelitian juga ditemukan bahwa perubahan otak ini pun dialami para ayah. Terjadi peningkatan aktivitas pada amigadala, yaitu bagian otak yang merespons proses emosi pada orang tua. Semakin sering Ayah terlibat dalam pengasuhan Si Kecil, maka aktivitas otaknya akan semakin menyerupai Bunda.

Jadi, tidak perlu bingung berlebihan saat sering lupa atau ceroboh setelah melahirkan ya, Bunda. Yuk ikuti cara-cara menyiasati mommy brain di atas, sehingga tidak menghalangi Bunda menjaga Si Kecil dan kembali produktif setelah melahirkan.