Gejala lupus eritematosus sistemik (systemic lupus erythematosus/SLE) kerap mirip dengan penyakit lain yang sangat umum, sehingga sulit untuk didiagnosis. Selain itu, gejala yang dialami tiap penderita juga berbeda dan terkadang tidak konsisten. Ada penderita yang mungkin hanya merasakan gejala ringan untuk beberapa waktu atau tiba-tiba bertambah parah pada saat-saat tertentu.

Selain gejala yang ditemukan, dibutuhkan beberapa pemeriksaan untuk mendiagnosis SLE.

Pemeriksaan Laboratorium

Ada beberapa jenis pemeriksaan yang biasanya dianjurkan jika dokter mencurigai seseorang menderita SLE. Kombinasi dari hasil tes-tes tersebutlah yang dapat membantu mengonfirmasi diagnosis SLE.

  • Penghitungan sel darah lengkap (complete blood count). Penderita lupus dapat mengalami anemia sehingga dapat diketahui melalui pemeriksaan sel darah lengkap. Selain terjadinya anemia, penderita lupus juga dapat mengalami kekurangan sel darah putih atau trombosit.
  • Analisis urine. Urine pada penderita lupus dapat mengalami kenaikan kandungan protein dan sel darah merah. Kondisi ini menandakan bahwa lupus menyerang ke ginjal.
  • Pemeriksaan ANA (antinuclear antibody). Pemeriksaan ini digunakan untuk memeriksa keberadaan sel antibodi tertentu dalam darah dimana kebanyakan pengidap SLE memilikinya. Sekitar 98% penderita lupus memiliki hasil positif jika dilakukan tes ANA sehingga ini merupakan metode yang paling sensitif dalam memastikan diagnosis.
  • Pemeriksaan imunologi. Di antaranya adalah anti-dsDNA antibody, anti-Sm antibody, antiphospholipid antibody, syphilis, lupus anticoagulant, dan Coombs’ test. Pemeriksaan imunologi tersebut merupakan salah satu kriteria dalam penentuan diagnosis SLE.
  • Tes komplemen C3 dan C4. Komplemen adalah senyawa dalam darah yang membentuk sebagian sistem kekebalan tubuh. Level komplemen dalam darah akan menurun seiring aktifnya SLE.

Pemindaian

  • Ekokardiogram. Ekokardiogram berfungsicara mendeteksi aktivitas jantung dan denyut jantung menggunakan gelombang suara. Kerusakan katup dan otot jantungpada penderita lupus, dapat diketahui melalui ekokardiogram.
  • Foto rontgen. Lupus dapat menyebabkan peradangan pada paru-paru, ditandai dengan adanya cairan pada paru-paru. Pemeriksaan Rontgen dapat mendeteksi adanya cairan paru-paru tersebut.