Meiact adalah obat untuk mengatasi infeksi bakteri pada bronkitis, radang amandel dan tenggorokan, infeksi kulit serta infeksi saluran kemih. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet salut selaput, dan hanya bisa diperoleh dengan resep dokter.
Meiact mengandung cefditoren, termasuk dalam golongan antibiotik sefalosporin generasi ketiga. Obat ini bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan dan membunuh bakteri penyebab infeksi di tubuh.

Namun, penting untuk diingat bahwa Meiact tidak efektif untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh virus. Penggunaan yang tidak tepat dapat menimbulkan efek samping atau membuat bakteri menjadi kebal terhadap obat.
Apa Itu Meiact
| Bahan aktif | Cefditoren 200 mg |
| Golongan | Obat resep |
| Kategori | Antibiotik sefalosporin |
| Manfaat | Mengatasi infeksi bakteri |
| Digunakan oleh | Dewasa |
| Meiact untuk ibu hamil | Kategori B: Studi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. |
| Obat ini sebaiknya hanya digunakan oleh ibu hamil jika dokter menilai bahwa manfaatnya lebih besar dibandingkan risikonya terhadap janin. | |
| Meiact untuk ibu menyusui | Cefditoren yang terkandung dalam Meiact dapat terserap ke dalam ASI dan aman digunakan oleh ibu menyusui selama digunakan sesuai anjuran dokter. |
| Bentuk obat | Tablet salut selaput |
Peringatan sebelum Menggunakan Meiact
Sebelum mulai minum Meiact, ada beberapa hal penting yang perlu Anda pahami untuk memastikan obat bekerja efektif dan aman. Mengetahui informasi ini membantu pengobatan berjalan optimal sekaligus meminimalkan risiko efek samping:
- Beri tahu dokter jika Anda alergi terhadap cefditoren atau obat antibiotik golongan sefalosporin lainnya.
- Informasikan ke dokter jika Anda pernah atau sedang menderita penyakit ginjal atau liver, kejang atau epilepsi, penurunan massa otot, gangguan pencernaan atau malnutrisi.
- Konsultasikan dengan dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
- Informasikan kepada dokter jika Anda menggunakan obat lain termasuk suplemen dan herbal untuk menghindari interaksi obat yang tidak diinginkan.
- Sampaikan kepada dokter bahwa Anda sedang menggunakan Meiact jika Anda berencana untuk menjalani tindakan medis apa pun, termasuk operasi gigi.
- Beri tahu dokter jika Anda berencana akan menjalani vaksinasi dengan vaksin bakteri hidup, seperti vaksin tifoid atau BCG karena Meiact dapat menurunkan efektivitas vaksin tersebut.
- Informasikan ke dokter jika Anda sedang atau baru saja mengonsumsi Meiact sebelum menjalani tes glukosa urin.
- Jangan membagikan atau menggunakan Meiact tanpa anjuran dokter karena hanya diberikan pada kondisi tertentu yang memenuhi kriteria klinis.
- Hindari mengonsumsi alkohol saat mengonsumsi Meiact karena bisa meningkatkan risiko efek samping, seperti mual, muntah, sakit perut, atau pusing, dan dapat mengurangi efektivitas obat.
- Segera ke dokter jika muncul reaksi alergi atau efek samping serius setelah mengonsumsi Meiact.
Dosis dan Aturan Pakai Meiact
Dosisnya Meiact akan disesuaikan oleh dokter berdasarkan kondisi kesehatan, usia, dan respons tubuh pasien terhadap obat. Berikut panduan dosis cefditoren dalam Meiact untuk pasien dewasa berdasarkan jenis infeksi yang dialami:
Kondisi: Infeksi tenggorokan dan kulit tanpa komplikasi
Dosis: 200 mg, diminum 2 kali sehari selama 10 hari.
Kondisi: Pneumonia Komunitas (Community Acquired Pneumonia / CAP)
Dosis: 400 mg, diminum 2 kali sehari selama 14 hari.
Kondisi: Perburukan Bronkitis Kronis akibat Infeksi Bakteri
Dosis: 400 mg, diminum 2 kali sehari selama 10 hari.
Cara Menggunakan Meiact dengan Benar
Sebelum mengonsumsi Meiact, selalu ikuti anjuran dokter dan baca informasi pada kemasan obat. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa sepengetahuan dokter, dan jangan menggunakan obat lebih lama dari yang direkomendasikan. Berikut panduan penggunaan Meiact agar manfaat obat dapat maksimal:
- Meiact bisa dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Telan kapsul secara utuh dengan air putih, jangan dibelah, dikunyah, atau dihancurkan.
- Konsumsilah Meiact pada jam yang sama setiap hari. Jika Anda lupa, segera minum obat ini begitu teringat. Namun, bila sudah dekat dengan jadwal dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupa dan lanjutkan seperti biasa.
- Gunakan Meiact selama jangka waktu yang dianjurkan dokter, meski gejala sudah membaik. Menghentikan obat terlalu cepat dapat menyebabkan resistensi antibiotik, sehingga infeksi bisa kambuh dan lebih sulit diobati.
- Jangan gunakan Meiact jika sudah kedaluwarsa.
- Jangan memberikan Meiact kepada orang lain, walau gejalanya mirip dengan Anda.
- Simpan Meiact di tempat sejuk, kering, terlindung dari sinar matahari, serta jauhkan dari jangkauan anak-anak.
Interaksi Meiact dengan Obat Lain
Saat menggunakan Meiact, penting untuk memperhatikan kemungkinan interaksi dengan obat lain. Interaksi yang dapat terjadi jika Meiact digunakan bersama obat-obat lain adalah:
- Penurunan penyerapan dan efektivitas cefditoren jika digunakan bersama antasida atau obat antagonis H2, seperti cimetidine atau ranitidine
- Peningkatan risiko terjadinya efek samping cefditoren jika digunakan dengan probenecid
- Penurunan efektivitas vaksin bakteri hidup, seperti vaksin tifoid atau vaksin BCG
Untuk menghindari efek interaksi yang tidak diinginkan, berkonsultasilah ke dokter jika hendak menggunakan Meiact bersama obat, suplemen, atau produk herbal apa pun.
Efek Samping dan Bahaya Meiact
Penggunaan Meiact berisiko menimbulkan efek samping, terutama bila penggunaannya menyalahi dosis. Efek samping yang muncul bisa berupa:
- Mual
- Diare
- Sakit kepala
- Pusing
- Sakit maag
Konsultasikan diri Anda ke dokter bila keluhan dan efek samping di atas tidak kunjung mereda atau malah memburuk. Anda bisa menggunakan fitur Chat Bersama Dokter atau buat janji konsultasi di aplikasi Alodokter.
Hentikan penggunaan Meiact dan segera ke dokter bila Anda mengalami efek samping serius, seperti:
- Reaksi alergi obat, seperti ruam, pembengkakan di wajah atau tenggorokan, dan sesak napas.
- Diare berat dengan darah dan lendir pada feses, serta kram perut
- Hipoglikemia, yang dapat ditandai dengan lapar, keringat dingin, tremor, detak jantung cepat, penglihatan kabur, pusing, atau kesemutan
- Gangguan ginjal, yang dapat ditandai dengan perubahan jumlah urine, bengkak di pergelangan kaki maupun kaki, atau sesak napas
- Gangguan hati, yang dapat ditandai dengan penyakit kuning, urine berwarna gelap, dan hilang nafsu makan
- Infeksi baru, yang dapat ditandai dengan sakit tenggorokan, pembengkakan kelenjar getah bening, nyeri buang air kecil, demam, dan mengigil
- Memar atau perdarahan yang tidak wajar
- Lelah yang tidak biasa
- Perubahan mental, seperti linglung
- Kejang
- Otot terasa lemah untuk bergerak