Melanox Forte adalah obat oles berbentuk krim yang mengandung hydroquinone. Melanox digunakan untuk untuk mencerahkan area kulit yang gelap karena hiperpigmentasi, seperti melasma, flek hitam bekas jerawat, atau bintik-bintik coklat di kulit akibat paparan sinar matahari.
Melanox Forte mengandung hydroquinone 4%. Bahan aktif ini bekerja dengan cara menghambat pembentukan melanin baru, yaitu pigmen pigmen atau zat warna alami yang memberi warna pada kulit. Dengan penggunaan yang tepat sesuai anjuran dokter, area hiperpigmentasi secara bertahap dapat tampak lebih cerah.

Penggunaan Melanox Forte harus sesuai anjuran dokter. “Krim pemutih” ini tidak boleh dipakai lebih lama atau di area kulit yang lebih luas dari yang disarankan.
Apa Itu Melanox Forte
| Bahan aktif | Hydroquinone 4% |
| Golongan | Obat resep |
| Kategori | Obat pencerah kulit |
| Manfaat | Mengatasi beberapa kondisi hiperpigmentasi kulit, seperti flek hitam, bekas jerawat, melasma, atau chloasma |
| Digunakan oleh | Dewasa |
| Melanox Forte untuk ibu hamil | Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping obat oles berbahan hydroquinone terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. |
| Obat oles ini hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin. | |
| Melanox Forte untuk ibu menyusui | Produk hydroquinone, seperti Melanox Forte, tidak dianjurkan untuk dipakai dalam jangka panjang selama masa menyusui. Oleh karena itu, tanyakan kepada dokter mengenai durasi pemakaian yang aman untuk ibu menyusui. |
| Pastikan bayi tidak bersentuhan langsung dengan area kulit Anda yang sedang diobati dengan Melanox Forte. | |
| Bentuk obat | Krim |
Peringatan sebelum Menggunakan Melanox Forte
Penggunaan Melanox Forte harus mengikuti saran atau resep dari dokter. Perhatikan hal-hal berikut sebelum menggunakan obat ini:
- Informasikan kepada dokter jika Anda pernah mengalami iritasi atau alergi terhadap obat oles. Bila memungkinkan, sebutkan juga jenis obatnya. Melanox Forte tidak boleh digunakan oleh orang yang alergi terhadap hydroquinone.
- Sampaikan kepada dokter jika Anda sedang menderita penyakit kulit, seperti eksim dan psoriasis.
- Berkonsultasilah ke dokter sebelum memakai Melanox Forte jika Anda sedang atau berencana menjalani prosedur medis pada kulit, seperti peeling atau laser.
- Pastikan dokter mengetahui jika Anda sedang hamil, berencana hamil, atau sedang dalam masa menyusui.
- Beri tahu dokter perihal obat yang sedang Anda gunakan, termasuk obat oles lain. Agar aman, jangan memakai obat lain pada kulit yang sedang diobati dengan Melanox Forte, kecuali atas saran dokter.
- Hindari penggunaan krim berbahan hydroquinone pada area kulit yang mengalami biang keringat, luka, atau sunburn.
- Jangan terlalu lama terpapar sinar matahari selama menggunakan produk hydroquinone. Zat aktif ini dapat membuat kulit lebih mudah mengalami sunburn. Pakailah pakaian yang tertutup, tabir surya dengan SPF 30 atau lebih, dan topi jika hendak beraktivitas di luar ruangan pada siang hari.
- Hindari penggunaan Melanox Forte pada kulit yang baru saja dicukur, baik menggunakan pisau cukur maupun obat perontok bulu.
- Bicarakan dengan dokter terlebih dahulu jika hendak menggunakan produk hydroquinone untuk anak usia <12 tahun.
- Segera ke dokter jika timbul reaksi alergi obat atau efek samping yang mengganggu setelah memakai Melanox Forte.
Dosis dan Aturan Pakai Melanox Forte
Oleskan Melanox Forte tipis-tipis pada area kulit yang mengalami hiperpigmentasi sebanyak 1–2 kali sehari. Jangan gunakan pada area kulit yang luas atau lebih sering dari yang dianjurkan.
Cara Menggunakan Melanox Forte dengan Benar
Gunakanlah Melanox Forte sesuai anjuran dokter dan petunjuk yang tertera pada kemasan. Jangan menggunakan obat ini terlalu banyak atau terlalu sering, tetapi secukupnya saja sesuai aturan pakai.
Berikut adalah panduan menggunakan Melanox Forte:
- Lakukan uji alergi dengan mengoleskan sedikit krim Melanox Forte pada kulit dan tunggu hingga 24 jam.
- Jika Anda alergi terhadap hydroquinone, area kulit tersebut akan terasa gatal, bengkak, atau melepuh. Apabila tidak terjadi reaksi alergi, lanjutkan penggunaan Melanox Forte.
- Cuci tangan sebelum menggunakan Melanox Forte. Bersihkan dan keringkan area kulit yang akan diobati.
- Oleskan Melanox Forte tipis-tipis di area kulit yang perlu diobati hingga merata.
- Jangan lupa untuk mencuci tangan setelah menggunakan Melanox Forte.
- Gunakan Melanox Forte secara hati-hati. Jika obat tidak sengaja terkena mata atau bagian dalam hidung atau mulut, segera bilas hingga bersih.
- Jika lupa menggunakan Melanox Forte, segera pakai obat ini begitu teringat. Namun, bila sudah dekat dengan jadwal pemakaian berikutnya, tidak perlu mengoleskan obat ini lebih banyak pada pemakaian selanjutnya.
- Berkonsultasilah ke dokter jika hiperpigmentasi tidak membaik dalam waktu 2 bulan memakai Melanox Forte. Untuk respons yang cepat, gunakan melalui layanan Chat Bersama Dokter.
- Simpan Melanox Forte di tempat bersuhu ruangan dan terhindar dari panas serta lembap. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
- Jangan gunakan Melanox Forte yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa.
Interaksi Melanox Forte dengan Obat Lain
Produk hydroquinone, seperti Melanox Forte, bisa meningkatkan risiko terjadinya iritasi jika digunakan bersama benzoyl peroxide pada area kulit yang sama. Penggunaan hydroquinone juga bisa meningkatkan risiko terjadinya iritasi kulit bila dipakai bersama produk pewarna rambut, penghilang bulu, atau wax.
Agar terhindar dari efek interaksi yang berbahaya, konsultasikan dengan dokter jika hendak memakai Melanox Forte bersama produk perawatan kulit atau obat oles lain.
Efek Samping dan Bahaya Melanox Forte
Beberapa efek samping yang muncul akibat penggunaan Melanox Forte bisa berupa iritasi kulit, seperti kemerahan, gatal, rasa terbakar ringan, kering, atau kulit mengelupas pada area yang diobati.
Efek samping yang muncul akibat penggunaan Melanox Forte bisa berupa:
- Iritasi kulit, seperti kemerahan, gatal, atau perih
- Kulit kering dan pecah-pecah
Periksakan diri ke dokter jika timbul efek samping yang mengganggu, termasuk:
- Kulit kering dan pecah-pecah hingga berdarah
- Kulit melepuh atau mengeluarkan cairan
- Kulit panas seperti terbakar
- Warna kulit berubah menjadi biru kehitaman (ochronosis)
- Hipopigmentasi permanen, yaitu kulit menjadi putih tidak merata
Lewat fitur Buat Janji di aplikasi ALODOKTER, Anda bisa membuat janji temu dengan dokter tanpa harus datang langsung ke tempat praktik. Anda juga dapat memanfaatkan layanan Chat Bersama Dokter untuk berkonsultasi secara online guna mendapatkan informasi medis lebih lanjut sebelum ke fasilitas kesehatan.
Segera ke IGD rumah sakit terdekat jika timbul reaksi alergi berat setelah menggunakan Melanox Forte. Gejala alergi obat meliputi ruam kulit yang sangat gatal dan menyebar luas, bengkak di bibir atau kelopak mata, mengi, atau sesak napas.