Edema adalah kondisi membengkaknya jaringan tubuh akibat penumpukan cairan. Edema bisa disebabkan oleh berbagai hal dan dapat muncul di berbagai bagian tubuh, seperti tangan, kaki, lengan, dan wajah.

Edema merupakan pertanda adanya kebocoran cairan tubuh melalui dinding pembuluh darah. Cairan ini kemudian menumpuk pada jaringan di sekitarnya dan menyebabkan pembengkakan.

Memahami Penyebab Edema dan Cara Mengatasinya - Alodokter

Edema yang bersifat ringan dan disebabkan oleh peradangan umumnya tidak menimbulkan gejala. Namun, bila pembengkakan yang dialami cukup besar, kondisi ini dapat memicu munculnya gejala. Gejalanya tergantung pada lokasi munculnya edema, seperti sulit berjalan, sesak napas, perut membesar, atau muncul borok.

Selain pembengkakan, edema juga membuat kulit meregang dan membentuk cekungan ketika ditekan. Cekungan ini membutuhkan waktu lama untuk kembali seperti semula.

Beragam Faktor yang Menjadi Penyebab Edema

Pada kasus yang ringan, edema sering kali terjadi akibat terlalu lama duduk atau berdiri, cedera ringan, terlalu banyak konsumsi garam, gejala sindrom premenstruasi, dan kehamilan.

Namun, selain berbagai penyebab tersebut, edema juga bisa menjadi pertanda adanya kondisi medis yang lebih serius. Beberapa penyakit dan kondisi yang dapat menyebabkan edema meliputi:

Edema dapat pula terjadi akibat efek samping obat-obatan dalam jangka panjang, seperti obat tekanan darah tinggi, obat antiinflamasi nonsteroid, obat kortikosteroid, obat estrogen, dan obat diabetes.

Karena bisa bisa disebabkan oleh banyak hal, Anda sebaiknya memeriksakan diri ke dokter saat mengalami edema, khususnya jika edema tersebut tak kunjung hilang. Hal ini penting dilakukan agar dokter dapat memastikan penyebab edema yang Anda alami dan memberikan penanganan yang tepat.

Mengenali Cara Penanganan Edema

Untuk menangani edema, dokter dapat memberikan beberapa jenis penanganan, di antaranya:

1. Pembatasan asupan cairan

Tujuan utama penanganan edema adalah untuk menghilangkan cairan yang menumpuk di jaringan tubuh. Oleh karena itu, dokter akan menganjurkan penderita untuk membatasi asupan cairan atau mengurangi minum air putih.

Dokter juga akan menyarankan penderita edema untuk mengurangi asupan garam dalam makanan atau minuman. Terlalu banyak garam dalam tubuh dapat meningkatkan penumpukan cairan dan memperparah pembengkakan.

2. Pemberian obat-obatan

Untuk mengeluarkan cairan berlebih yang menumpuk dalam tubuh penderita, dokter dapat memberikan obat diuretik. Obat ini berfungsi untuk membuang garam dan cairan berlebih dari dalam tubuh melalui urine. Obat diuretik bisa diberikan pada edema akibat penyakit tertentu, misalnya gagal jantung dan edema paru.

3. Pemberian albumin

Kekurangan protein albumin (hipoalbuminemia) di dalam darah juga dapat menyebabkan edema. Protein ini membantu menahan garam dan cairan di dalam pembuluh darah agar tidak bocor ke jaringan tubuh.

Untuk meningkatkan kadar albumin dalam darah penderita edema, dokter biasanya akan menyarankan untuk mengonsumsi makanan tinggi protein, misalnya daging, ikan, telur, susu, keju, dan kacang-kacangan.

Selain dari makanan, dokter juga dapat meningkatkan kadar albumin dengan memberikan suplemen albumin atau cairan infus yang mengandung albumin.

4. Cuci darah

Gagal ginjal juga dapat menyebabkan edema. Hal ini terjadi karena ginjal tidak lagi dapat membuang kelebihan cairan, elektrolit, dan garam dari tubuh. Untuk mengatasi edema akibat gagal ginjal, dokter dapat merekomendasikan prosedur cuci darah.

Selain penanganan medis dari dokter, edema juga dapat diatasi dengan penanganan mandiri di rumah. Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk meringankan gejala edema yang muncul:

  • Mengonsumsi makanan sehat dan membatasi asupan garam
  • Menghindari rokok dan minuman beralkohol
  • Melakukan olahraga ringan secara rutin
  • Memberikan kompres dingin pada bagian tubuh yang bengkak
  • Menggunakan stoking khusus untuk mencegah pembengkakan bertambah parah

Hal yang penting dilakukan untuk mencegah dan mengatasi edema adalah melakukan perubahan pola hidup dan pola makan menjadi lebih sehat, terutama dengan menghindari makanan yang mengandung garam berlebih.

Bila mengalami gejala edema, terutama edema yang muncul di seluruh tubuh atau menimbulkan gejala lemas dan sesak napas, Anda sebaiknya berkonsultasi ke dokter agar untuk mendapatkan penanganan yang tepat.