Setelah melahirkan dan mulai menyusui Si Kecil, Busui tetap berpeluang untuk langsung hamil lagi, lho. Namun, Busui tidak perlu khawatir berlebihan, ya. Jika Busui memang ingin menunda kehamilan, ada beberapa jenis kontrasepsi yang aman untuk ibu menyusui, kok.

Bagi ibu yang memberikan ASI eksklusif, alat kontrasepsi bisa mulai digunakan saat bayi berusia 6 minggu. Sementara, pada ibu yang tidak memberikan ASI eksklusif, maka penggunaan alat kontrasepsi sudah bisa dilakukan sejak bayi berusia 3 minggu.

Memilih Kontrasepsi yang Aman untuk Ibu Menyusui - Alodokter

Jenis Kontrasepsi yang Aman untuk Ibu Menyusui

Berikut ini adalah beberapa jenis kontrasepsi yang dapat digunakan oleh ibu menyusui beserta risikonya:

1. Pil KB progestin

Pil KB yang mengandung hormon progestin bisa menjadi salah satu pilihan kontrasepsi bagi ibu yang masih memberikan ASI eksklusif. Jenis KB ini memiliki efektivitas yang tinggi dalam mencegah kehamilan.

Meski demikian, Busui diharuskan untuk mengonsumsi pil KB tersebut pada jam yang sama setiap harinya. Apabila melewati jadwal konsumsi, maka Busui sebaiknya menghindari berhubungan intim setidaknya selama 2 hari.

2. Suntik KB progestin

Jenis kontrasepsi ini bisa Busui gunakan 6 minggu setelah persalinan dan penggunaannya harus diulangi setiap 12 minggu. Jika Busui memutuskan untuk berhenti menggunakan suntik KB progestin, maka Busui harus menunggu selama setahun atau lebih untuk bisa hamil kembali.

Meski masih diperlukan penelitian lebih lanjut, suntik progestin kerap dikaitkan dengan penurunan kepadatan tulang jika digunakan dalam jangka waktu lama. Oleh sebab itu, Busui tidak dianjurkan untuk menggunakan suntik progestin lebih dari 2 tahun.

3. KB susuk atau implan progestin

Alat kontrasepsi ini digunakan dengan cara memasukkan implan atau susuk ke lengan bagian atas. Di dalam implan ini, terkandung hormon progestin yang akan dilepaskan sedikit demi sedikit selama 3 tahun. Setelah jangka waktu tersebut, Busui harus menggantinya dengan implan baru.

Selama menggunakan implan hormonal atau KB susuk ini, siklus menstruasi Busui mungkin menjadi tidak teratur.

4. IUD (intrauterine device) progestin

Jenis kontrasepsi ini dilakukan dengan memasukkan alat berbentuk huruf ‘T’ ke dalam rahim. Dalam jangka waktu 1–3 bulan setelah pemasangan, Busui perlu melakukan pemeriksaan ke dokter untuk memastikan IUD masih terpasang di tempatnya.

IUD yang mengandung progestin ini dapat digunakan hingga 5 tahun. Namun, Busui berisiko mengalami gangguan menstruasi yang dapat ditandai dengan darah haid lebih sedikit atau bahkan berhenti sama sekali.

5. Kondom

Penggunaan kondom dapat dikatakan sebagai metode kontrasepsi yang paling aman bagi ibu menyusui. Selain dapat mencegah kehamilan, kondom juga dapat mencegah penyakit menular seksual.

Saat menggunakan kondom, pastikan pilih kondom dengan pelumas yang larut dalam air. Sebab, pelumas yang berbahan dasar minyak bisa membuat kondom menjadi lebih mudah rusak dan meningkatkan peluang kehamilan.

6. Kontrasepsi diafragma

Alat kontrasepsi berbentuk kubah yang terbuat dari karet atau silikon ini ditempatkan di leher rahim. Biasanya, pemasangan dilakukan 6 minggu setelah persalinan.

Alat kontrasepsi ini cukup efektif dalam mencegah kehamilan dan tingkat efektivitasnya akan lebih tinggi jika digunakan bersamaan dengan jel spermisida (zat untuk mematikan sel sperma).

7. Amenore laktasi

Selain menggunakan alat atau obat, Busui juga bisa mencoba metode kontrasepsi alami, seperti amenore laktasi. Tindakan yang perlu Busui lakukan hanyalah menyusui Si Kecil secara eksklusif langsung dari payudara tanpa bantuan pompa atau botol ASI.

Meski aman untuk ibu menyusui, metode ini hanya efektif dilakukan bila Busui belum haid kembali setelah melahirkan. Busui harus memberikan ASI setidaknya 3 hingga 4 jam sekali pada siang hari dan 6 jam sekali pada malam hari.

Ada banyak pilihan kontrasepsi untuk ibu menyusui. Namun, jika Busui hendak menggunakan kontrasepsi hormonal, ingatlah untuk tidak menggunakan kontrasepsi yang mengandung hormon estrogen, ya. Pasalnya, hormon tersebut dapat menghambat produksi ASI.

Oleh karena itu, sebelum memilih metode kontrasepsi yang aman untuk ibu menyusui, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk mendapatkan solusi yang tepat.