Menurut sebuah penelitian, lebih dari 50% remaja yang bertahan dari infeksi meningitis alami komplikasi setelahnya. Risiko komplikasi makin tinggi jika infeksi meningitis makin parah. Komplikasi ini lebih sering terjadi pada kasus meningitis bakterialis daripada kasus meningitis virus. Berikut ini adalah beberapa komplikasi yang bisa terjadi:

  • Kehilangan pendengaran, bisa parsial atau total. Ini adalah salah satu komplikasi paling umum dari meningitis. Pengidap meningitis biasanya disarankan untuk lakukan tes pendengaran untuk memeriksa apa terjadi masalah.
  • Masalah ingatan atau konsentrasi.
  • Rasa lelah bisa muncul beberapa bulan atau beberapa tahun setelah terjadinya infeksi.
  • Kesulitan belajar, bisa bersifat sementara atau permanen
  • Masalah dengan koordinasi dan keseimbangan
  • Masalah dalam berbicara
  • Penglihatan hilang, bisa sebagian atau total
  • Munculnya gangren. Gangren adalah jaringan rusak yang akan mati. Jaringan ini dirusak oleh racun yang dihasilkan bakteri yang masuk ke dalam darah. Jika kerusakan jaringan sangat parah, maka mungkin diperlukan prosedur amputasi.
  • Epilepsi
  • Lumpuh otak atau cerebral palsy, istilah umum untuk kondisi yang memengaruhi gerakan dan koordinasi tubuh
  • Syok dan bahkan kematian.

Efek Psikologis yang Ditimbulkan

Terutama pada anak-anak, mengidap meningitis bisa menjadi pengalaman yang traumatis. Banyak pola pikir dan juga perilaku yang bisa berubah. Efek psikologis yang mungkin terjadi adalah:

  • Mengompol
  • Tidur terganggu
  • Suasana hati labil
  • Mimpi buruk
  • Haus perhatian dan ingin selalu dekat dengan orang tersayang – misalnya, anak-anak merasa cemas saat tidak bersama orang tuanya.
  • Mengembangkan rasa takut pada rumah sakit dan dokter
  • Merasa tidak punya harapan dan murung
  • Mudah marah atau agresif
  • Marah secara tiba-tiba

Jika mengalami komplikasi psikologis atau mencemaskan soal perilaku anak Anda, konsultasikan dengan dokter. Selama proses pemulihan, efek ini akan berkembang pada Anda atau anak Anda seiring waktu. Bagi beberapa orang, mungkin perlu terapi tambahan untuk mengatasinya.

Layanan kesehatan mental atau perawatan seperti konseling atau terapi wicara, mungkin akan disarankan dokter Anda atau mereka akan memberi rujukan pada psikolog anak-anak.

Komplikasi juga bisa terjadi jika Anda dirawat secara intensif selama beberapa minggu. Setelah meninggalkan perawatan intesif, beberapa masalah yang biasanya terjadi adalah memiliki suara yang pelan, badan lemah, letih dan merasa depresi.