Risiko terjadinya komplikasi biasanya lebih tinggi pada meningitis bakteri, bayi, lansia, serta penderita dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Pada sebagian kasus, komplikasi dapat bersifat jangka panjang dan memengaruhi kualitas hidup penderitanya.
Berikut ini adalah beberapa komplikasi yang dapat terjadi akibat meningitis:
1. Gangguan pendengaran
Kerusakan pada saraf pendengaran merupakan salah satu komplikasi yang cukup sering terjadi, terutama pada meningitis bakteri. Kondisi ini dapat menyebabkan penurunan kemampuan mendengar hingga tuli permanen.
2. Gangguan kognitif dan ingatan
Peradangan pada otak dapat memengaruhi fungsi kognitif, seperti kemampuan berpikir, berkonsentrasi, dan mengingat. Pada beberapa penderita, gangguan ini dapat berlangsung dalam jangka panjang.
3. Kejang
Meningitis dapat memicu kejang akibat iritasi pada jaringan otak. Kejang dapat terjadi selama fase akut penyakit atau berkembang menjadi gangguan kejang berulang di kemudian hari.
4. Kerusakan otak
Infeksi dan peradangan yang berat dapat menyebabkan kerusakan jaringan otak. Kondisi ini dapat menimbulkan berbagai gangguan neurologis, seperti kesulitan belajar, gangguan gerak, atau perubahan perilaku.
5. Hidrosefalus
Hidrosefalus merupakan penumpukan cairan serebrospinal di dalam rongga otak. Kondisi ini dapat meningkatkan tekanan di dalam kepala dan memerlukan penanganan medis lebih lanjut.
6. Sepsis dan syok septik
Pada meningitis yang disebabkan oleh bakteri, infeksi dapat menyebar ke aliran darah dan menyebabkan sepsis. Bila tidak segera ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi syok septik yang mengancam nyawa.
7. Gangguan fungsi organ
Infeksi berat dan sepsis dapat mengganggu fungsi berbagai organ, seperti ginjal. Dalam kasus tertentu, penderita dapat mengalami gagal ginjal atau gangguan organ lainnya.
8. Gangguan penglihatan dan sakit kepala kronis
Sebagian penderita meningitis dapat mengalami gangguan penglihatan hingga kebutaan akibat kerusakan saraf optik. Selain itu, sakit kepala kronis atau migrain juga dapat muncul sebagai keluhan jangka panjang setelah infeksi.
9. Peradangan sendi (arthritis)
Pada beberapa kasus, terutama meningitis akibat bakteri tertentu, peradangan dapat memicu nyeri dan pembengkakan pada sendi.
Komplikasi meningitis dapat dicegah atau diminimalkan risikonya dengan diagnosis dan penanganan yang cepat serta tepat. Oleh karena itu, penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika mengalami gejala yang mengarah pada meningitis.