Karena kemunculannya secara tiba-tiba dan gejalanya yang mirip seperti flu, meningitis sulit untuk didiagnosis. Diagnosis meningitis dilakukan berdasarkan sejarah kesehatan keluarga, tes fisik, dan beberapa tes diagnosis lainnya.

Tes Menguji Meningitis Akibat Bakterialis atau Virus

Meningitis adalah penyakit yang sangat serius, jadi untuk anak kecil bisa pulih sepenuhnya, penyakit ini perlu ditangani secepatnya. Untuk menentukan apakah meningitis disebabkan oleh bakteri atau virus, tes klinis perlu dilakukan. Diagnosis tidak mungkin dilakukan hanya berdasarkan gejala-gejala yang ada. Meningitis berpotensi mematikan karena bisa berubah menjadi septikemia (infeksi darah) karena itu meningitis harus diperlakukan sebagai kondisi medis darurat.

Pertolongan Medis

Segera hubungi dokter atau langsung menuju ke rumah sakit terdekat jika Anda mencurigai meningitis dari gejala-gejala yang ada, terutama yang muncul pada anak-anak.

Kapan pun gejala itu muncul, Anda harus segera menuju IGD (Instalasi Gawat Darurat) di rumah sakit terdekat. Meningitis adalah kondisi yang serius dan gawat, jadi pastikan penanganan terjadi secepatnya. Jangan menunggu ruam berwarna ungu untuk muncul. Tidak semua penderita meningitis akan memiliki gejala ini. Jika Anda tidak yakin, lebih baik untuk segera hubungi dokter atau datang langsung ke klinik atau rumah sakit terdekat.

Cara-cara Untuk Memastikan Diagnosis

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari tanda-tanda meningitis dan septikemia atau infeksi darah, misalnya ruam. Diagnosis juga akan dipastikan melalui tes, antara lain:

  • Tes laboratorium. Dilakukan untuk mencari bakteri, parasit, atau virus yang menyebabkan meningitis pada sampel darah, cairan dubur, tinja, atau serum dari tubuh penderita. Tes khusus untuk mendeteksi jenis jamur tertendu dapat dilakukan juga.
  • Lumbar puncture atau pungsi lumbal. Sampel dari cairan serebrospinal diambil dari dasar tulang belakang dan diperiksa apakah terdapat bakteri, jamur, parasit, atau virus.
  • Pindai X-ray dada. Untuk mencari tanda-tanda infeksi.
  • CT scan
  • Tes urine, untuk memeriksa infeksi pada saluran urine.
  • Biopsi. Pengambilan sampel jaringan dari ruam pada kulit.