Meningitis adalah hasil dari infeksi yang menjalar. Bakteri atau virus yang menyebabkan meningitis bisa tersebar melalui batuk, bersin, ciuman, atau berbagi peralatan. Beberapa langkah awal untuk mencegah terjangkit meningitis adalah:

  • Mencuci tangan
  • Berlatih hidup higienis
  • Pola hidup sehat
  • Menutup mulut saat bersin atau batuk
  • Jika sedang hamil, berhati-hati dalam memilih makanan

Banyak kasus meningitis virus dan bakteri bisa dicegah dengan berbagai macam vaksin. Bicarakan dengan dokter jika Anda tidak yakin apakah vaksinasi Anda yang terbaru atau tidak. Vaksin yang sudah tersedia antara lain:

  • Vaksin MMR (campak, gondongan dan campak Jerman): Dapat diberikan pada umur 12 bulan, vaksin ulangan umur 5-7 tahun
  • Vaksin pneumokokus (PCV): Usia di bawah 1 tahun diberikan setiap dua bulan sekali, di atas dua tahun cukup diberikan sekali
  • Vaksinasi DTaP/IPV/Hib: Perlindungan pada bakteri Hib, difteribatuktetanus dan virus polio

Vaksin meningitis  belum termasuk dalam jadwal imunisasi anak, tetapi vaksin ini bisa didapatkan di Indonesia. Konsultasikanlah dengan dokter Anda jika menginginkan vaksin tersebut.

Penerapan Vaksin Meningitis Untuk Perjalanan

Bakteri Neisseria meningitidis (meningokokus) jarang ditemukan di Indonesia. Sehingga, banyak orang Indonesia yang tidak memiliki kekebalan terhadap bakteri tersebut. Vaksinasi sangat dianjurkan bagi orang Indonesia yang bepergian ke wilayah berisiko tinggi. Daerah yang berisiko tinggi atau daerah asal bakteri ini adalah Arab Saudi dan sebagian Negara-negara di Afrika. Calon peserta Umroh maupun ibadah Haji diwajibkan untuk menerima vaksin meningitis sebelum berangkat untuk mencegah terkena meningitis.

Mengunjungi tempat dengan risiko tinggi terjangkit meningitis

Sangat disarankan untuk melakukan vaksinasi terhadap meningitis grup A, C, Y dan W135, jika bepergian ke daerah berisiko tinggi. Terutama jika Anda membuat rencana seperti di bawah ini:

  • Tinggal dengan warga setempat di area padat untuk mengikuti ibadah Haji atau Umroh di Arab Saudi.
  • Melakukan aktivitas berlebih di area Haji di Arab Saudi, menjadi pekerja musiman atau sebagai TKI.
  • Tinggal lebih lama dari sebulan sebagai wisatawan beransel.

Vaksin meningokokus ACYW135 harus diberikan setidaknya dua hingga empat minggu sebelum Anda bepergian.

Pemberian Vaksinasi

Untuk bayi yang berusia antara dua bulan hingga dua tahun, dosis awal vaksin harus diikuti dengan dosis kedua tiga bulan berikutnya. Vaksin meningitis tidak cocok untuk bayi yang berusia kurang dari dua bulan.

Saat mereka pertama kali melakukan vaksinasi untuk anak berusia di bawah lima tahun, vaksin bisa memberi perlindungan selama dua hingga tiga tahun. Satu dosis vaksin akan memberi perlindungan sekitar lima tahun bagi orang dewasa dan anak-anak berusia di atas lima tahun.

Antibodi orang dewasa dan remaja yang telah diberi vaksin antimeningokokus dapat bertahan selama 10 tahun. Namun, apabila orang tersebut terus-menerus terpapar bakteri, maka dalam lima tahun perlu divaksin ulang.

Efek Samping dari vaksinasi

Satu dari sepuluh orang yang disuntik vaksin ACWY akan mendapatkan rasa sakit dan ruam di sekitar luka suntikan. Biasanya efek samping ini akan bertahan selama satu sampai dua hari. Reaksi yang gawat jarang sekali terjadi, tapi demam ringan bisa muncul. Kondisi ini lebih sering dijumpai pada anak-anak daripada orang dewasa.