Methysol adalah obat yang berfungsi mengurangi peradangan pada berbagai kondisi, termasuk alergi berat, asma, artritis, atau penyakit autoimun. Obat ini tersedia dalam bentuk kaplet dengan kandungan methylprednisolone 8 mg. Methysol juga digunakan untuk mencegah penolakan organ setelah transplantasi.

Kandungan methylprednisolone dalam Methysol bekerja dengan cara menekan respons sistem imun yang berlebihan serta menghambat pelepasan zat penyebab peradangan. Dengan cara ini, keluhan seperti nyeri, bengkak, dan gatal dapat berkurang lebih cepat.

Methysol

Apa Itu Methysol

Bahan aktif Methylprednisolone
Golongan Obat resep
Kategori Kortikosteroid
Manfaat Mengurangi peradangan
Mengatasi alergi berat
Menangani penyakit autoimun
Mencegah reaksi penolakan tubuh terhadap organ yang baru ditransplantasi
Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak-anak
Methysol untuk ibu hamil Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil.
Obat ini hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.
Methysol untuk ibu menyusui Methysol umumnya aman digunakan oleh ibu menyusui selama digunakan sesuai anjuran dokter.
Bentuk obat Kaplet

Peringatan sebelum Menggunakan Methysol

Methysol hanya boleh digunakan sesuai aturan pakai dan saran dari dokter. Sebelum mengonsumsi Methysol, perhatikanlah beberapa hal berikut:

  • Beri tahu dokter tentang riwayat alergi yang Anda miliki. Methysol tidak boleh digunakan oleh orang yang alergi terhadap methylprednisolone.
  • Jangan menggunakan Methysol jika Anda sedang menderita infeksi jamur.
  • Informasikan kepada dokter jika Anda pernah atau sedang menderita penyakit ginjal, osteoporosis, penyakit tiroid, myasthenia gravis, hipertensi, tuberkulosis, penyakit jantung, tukak lambung, herpes, penyakit hati, diabetes, glaukoma, kejang, atau depresi. 
  • Hindari kontak erat dengan penderita infeksi yang mudah menular, seperti flu, cacar air, atau campak, jika Anda menjalani pengobatan jangka panjang dengan Methysol. Obat ini dapat membuat Anda mudah tertular infeksi.
  • Pastikan untuk memberi tahu dokter bahwa Anda sedang menggunakan Methysol sebelum menjalani vaksinasi, operasi, atau prosedur medis apa pun.
  • Diskusikan dengan dokter mengenai penggunaan Methysol jika Anda sedang menyusui, hamil, atau sedang merencanakan kehamilan. 
  • Sampaikan kepada dokter jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi terjadinya interaksi antarobat.
  • Hindari konsumsi minuman beralkohol setelah minum Methysol karena dapat meningkatkan risiko perdarahan saluran pencernaan
  • Jangan langsung mengemudi atau melakukan aktivitas lain yang memerlukan kewaspadaan setelah mengonsumsi Methysol. Obat ini dapat menyebabkan pusing.
  • Segera ke dokter jika mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah mengonsumsi Methysol.

Dosis dan Aturan Pakai Methysol

Berikut ini adalah dosis umum penggunaan Methysol untuk mengatasi peradangan berdasarkan usia pasien:

  • Dewasa: 4–48 mg per hari. 
  • Anak-anak: Dosis ditentukan oleh dokter berdasarkan berat badan anak. 

Cara Menggunakan Methysol dengan Benar

Ikuti anjuran dokter dan bacalah informasi yang tertera pada label kemasan obat sebelum mengonsumsi Methysol. Jangan mengurangi atau menambah dosis tanpa persetujuan dokter.

Agar efek pengobatan maksimal, perhatikan panduan penggunaan Methysol berikut ini:

  • Konsumsilah Methysol bersama makanan atau segera setelah makan.
  • Minumlah Methysol pada waktu yang sama setiap harinya agar hasil pengobatan maksimal. Jika Anda lupa, segera konsumsi obat ini begitu teringat. Namun, bila waktu minum obat berikutnya sudah dekat, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.
  • Jangan menghentikan pengobatan tanpa seizin dokter karena bisa memperburuk gejala yang dialami atau menyebabkan gejala putus obat. Dokter akan menurunkan dosis Methysol secara bertahap jika memang obat dapat dihentikan.
  • Simpan Methysol di tempat bersuhu ruangan dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Methysol dengan Obat Lain

Interaksi antarobat yang dapat terjadi bila Methysol digunakan bersama obat tertentu adalah:

  • Penurunan efektivitas vaksin atau peningkatan risiko terjadinya infeksi dari vaksin hidup, seperti vaksin MMR
  • Peningkatan terjadinya hipokalemia jika digunakan dengan amphotericin B atau diuretik
  • Peningkatan risiko terjadinya perdarahan saluran cerna jika digunakan dengan obat antiinflamasi nonsteroid, seperti ibuprofen
  • Penurunan efektivitas dari obat isoniazid dalam mengobati TBC
  • Penurunan efektivitas obat antikolinesterase, seperti pyridostigmine, dalam mengobati myasthenia gravis
  • Peningkatan risiko terjadinya efek samping Methysol jika digunakan dengan ketoconazole, tacrolimus, atau cimetidine
  • Penurunan efektivitas Methysol jika digunakan bersama rifampicin, phenobarbital, atau phenytoin
  • Peningkatan risiko terjadinya perdarahan jika digunakan bersama antikoagulan, seperti warfarin

Untuk mencegah terjadinya efek interaksi obat, diskusikan dengan dokter jika Anda berencana menggunakan Methysol bersama obat, produk herbal, atau suplemen apa pun.

Efek Samping dan Bahaya Methysol

Mengingat Methysol mengandung methylprednisolone, ada efek samping yang mungkin terjadi setelah minum obat ini, antara lain:

  • Keringat berlebih
  • Sakit kepala
  • Pusing 
  • Mual atau muntah
  • Nyeri otot
  • Perut kembung
  • Heartburn 
  • Siklus haid tidak teratur
  • Sulit tidur
  • Pembengkakan di tangan atau kaki akibat penumpukan cairan

Konsultasikan dengan dokter melalui chat jika efek samping di atas tidak kunjung membaik. Dokter dapat memberikan saran dan pengobatan untuk mengatasi keluhan tersebut. 

Segera periksakan diri ke dokter jika muncul reaksi alergi obat atau efek samping serius, seperti:

  • Kulit menipis
  • Sesak napas, bahkan ketika beraktivitas ringan
  • Denyut jantung tidak beraturan
  • Memar atau perdarahan yang tidak biasa
  • Gangguan penglihatan, seperti penglihatan buram, nyeri pada mata, atau penyempitan lapang pandang (tunnel vision)
  • Muntah darah, muntah seperti ampas kopi, atau BAB berdarah
  • Kejang
  • Perubahan perilaku atau depresi berat