Nyeri di bagian bahu setelah tidur bisa membuat aktivitas pagi terasa berat dan tidak nyaman. Keluhan ini umumnya disebabkan oleh faktor ringan, salah satunya posisi tidur yang tidak tepat. Namun, keluhan ini juga bisa menandakan kondisi kesehatan tertentu bila tidak kunjung membaik disertai gejala lain. 

Nyeri di bagian bahu setelah tidur dapat muncul secara tiba-tiba atau perlahan di pagi hari, tergantung pada penyebabnya. Keluhan yang dirasakan dapat berupa rasa pegal, kaku, kesemutan, sampai sulit menggerakkan bahu. Biasanya, keluhan ini terjadi akibat posisi tidur kurang tepat atau penggunaan bantal yang tidak sesuai.

Nyeri di Bagian Bahu Setelah Tidur, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya - Alodokter

Pada sebagian kondisi, keluhan ini tidak berbahaya dan bisa membaik dengan perawatan sederhana di rumah. Meski begitu, penting untuk mengenali penyebabnya agar penanganan yang sesuai bisa dilakukan dan mencegah keluhan timbul kembali sehingga Anda bisa beraktivitas lebih nyaman.

Nyeri di Bagian Bahu Setelah Tidur dan Penyebabnya

Berikut ini adalah beberapa penyebab nyeri di bagian bahu setelah tidur yang perlu diketahui:

1. Posisi tidur yang tidak tepat

Nyeri di bagian bahu setelah tidur umumnya terjadi akibat sering tidur dengan posisi miring pada satu sisi terlalu lama, sehingga bahu bagian bawah mendapat tekanan berlebihan. Hal tersebut dapat mengganggu aliran darah dan menekan jaringan di sekitar bahu. Akibatnya, timbul rasa pegal disertai nyeri sampai kesemutan setelah bangun tidur.

Bahkan, posisi tidur dengan lengan di bawah tubuh juga bisa memperberat keluhan. Selain nyeri, keluhan ini biasanya akan membuat bahu terasa kaku atau sulit digerakkan.

2. Bantal yang tidak sesuai

Penggunaan bantal yang terlalu tinggi, terlalu rendah, atau terlalu keras membuat leher dan bahu tidak sejajar, sehingga otot menjadi tegang dan menimbulkan nyeri di bagian bahu setelah tidur disertai pegal atau sakit kepala. Selain itu, tidur tanpa bantal juga bisa memperburuk posisi bahu. 

Selain nyeri, Anda mungkin merasakan nyeri yang menjalar ke lengan atau punggung atas setelah bangun tidur.

3. Cedera otot atau jaringan di sekitar bahu

Beberapa aktivitas satu hari sebelumnya, seperti mengangkat barang, olahraga berlebihan tanpa istirahat, atau menggunakan teknik yang salah, dapat meningkatkan risiko terjadinya nyeri di bagian bahu setelah tidur. 

Kondisi ini umumnya terjadi akibat cedera pada otot, ligamen, atau tendon bahu yang sudah lebih dulu terjadi dan makin terasa saat bangun tidur. Tidur dengan posisi miring atau menekan bahu yang cedera juga bisa memperparah gejala tersebut.

4. Masalah pada sendi bahu

Penyebab nyeri di bagian bahu setelah tidur selanjutnya adalah masalah pada sendi bahu, seperti frozen shoulder (bahu kaku), radang sendi, atau tendinitis. Kondisi ini sering menimbulkan rasa tidak nyaman, bahkan gerakan sederhana seperti mengangkat lengan atau menyisir rambut bisa terasa sulit.

Jika Anda sering mengalami keluhan ini, terutama disertai keterbatasan gerak atau nyeri yang makin berat, segera pergi ke dokter guna memastikan kondisi ini dan memperoleh penanganan yang sesuai sehingga keluhan bisa mereda.

5. Gangguan pada tulang belikat

Selain sendi, keluhan ini juga bisa terjadi karena adanya masalah pada tulang belikat, seperti peradangan, kelainan bentuk, atau cedera. Saat posisi tidur tidak tepat atau ketika tubuh sering menekan salah satu sisi bahu, beban pada tulang belikat dan jaringan sekitarnya menjadi tidak seimbang. 

Alhasil, timbul rasa nyeri, pegal, atau bahkan sensasi tertarik di area bahu. Gejala lain yang mungkin muncul, yakni keterbatasan gerak, nyeri yang menjalar ke punggung atas, atau rasa kaku setelah bangun tidur. Gangguan ini dapat membuat aktivitas harian menjadi kurang nyaman jika terus dibiarkan tanpa penanganan.

6. Gangguan pada saraf

Masalah pada saraf, seperti saraf kejepit di leher atau bahu, dapat menyebabkan nyeri bahu di pagi hari karena posisi tidur yang kurang tepat dapat memperburuk tekanan pada saraf. Keluhan ini biasanya disertai sensasi kesemutan, mati rasa, rasa panas seperti terbakar, atau bahkan kelemahan pada lengan dan tangan. 

Nyeri di bagian bahu setelah tidur akibat gangguan saraf cenderung terasa menusuk dan bisa memburuk saat Anda mencoba menggerakkan lengan. Gangguan ini membutuhkan perhatian khusus, karena tanpa penanganan yang tepat, nyeri dan keluhan lain bisa menjadi semakin parah. 

Nyeri di Bagian Bahu Setelah Tidur dan Cara Mengatasinya

Nyeri di bagian bahu setelah tidur bisa menimbulkan ketidaknyamanan dan menghambat aktivitas di pagi hari. Meski begitu, keluhan ini umumnya bisa membaik dengan perawatan sederhana di rumah bila disebabkan oleh kondisi ringan. Selain itu, upaya ini juga bisa menjadi langkah awal untuk mencegah keluhan makin memburuk.

Berikut ini adalah beberapa tips mengatasi nyeri di bagian bahu setelah tidur yang bisa Anda terapkan:

  • Kompres dingin dan hangat secara bergantian, masing-masing selama 15–20 menit untuk membantu mengurangi nyeri dan peradangan.
  • Perbaiki posisi tidur, misalnya tidur telentang dengan bantal tipis di bawah kepala dan bantal kecil di bawah lengan atau bahu.
  • Pilih bantal yang tepat, yang dapat menopang leher dan bahu dengan baik serta menjaga posisi tubuh tetap sejajar.
  • Lakukan peregangan atau gerakan ringan setelah bangun tidur untuk mengembalikan fleksibilitas bahu.
  • Istirahat sejenak dan hindari melakukan aktivitas berat, seperti mengangkat benda berat atau berolahraga secara berlebihan, untuk sementara waktu.
  • Konsumsi obat pereda nyeri, seperti paracetamol atau ibuprofen, sesuai petunjuk pemakaian.
  • Jalani fisioterapi bila memungkinkan dan ikuti semua latihan yang dianjurkan oleh terapis.

Sebagian besar kasus nyeri di bagian bahu setelah tidur dapat membaik dengan perubahan gaya hidup dan perawatan sederhana di rumah. Namun, jika keluhan tidak kunjung membaik atau disertai gejala lain yang mengganggu padahal Anda sudah menerapkan beberapa langkah di atas, jangan tunda untuk berkonsultasi ke dokter, ya.

Konsultasi dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja serta cepat dan efektif melalui Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER. Dengan begitu, dokter dapat memastikan penyebabnya dan memberikan penanganan yang tepat, termasuk menyarankan pemeriksaan lebih lanjut di rumah sakit terdekat.