Sakit kepala bisa diatasi dengan berbagai cara, mulai dari mengonsumsi obat pereda nyeri hingga menggunakan obat sakit kepala alami yang dapat ditemukan dengan mudah di rumah. Selain dengan obat, Anda juga bisa mencoba beberapa langkah sederhana untuk meredakan sakit kepala, seperti yoga dan aromaterapi.

Sakit kepala umumnya bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, keluhan ini terkadang bisa membuat orang yang mengalaminya sulit beraktivitas. Tak heran, banyak orang yang memilih untuk langsung mengonsumsi obat pereda sakit kepala yang banyak dijual bebas seperti paracetamol dan ibuprofen.

Obat Sakit Kepala Alami dan Penanganan Sederhana di Rumah - Alodokter

Namun, selain dengan mengonsumsi obat-obatan medis, sakit kepala juga bisa diatasi dengan obat sakit kepala yang bersifat alami.

Beberapa Pilihan Obat Sakit Kepala Alami

Ada beberapa macam obat sakit kepala alami yang dianggap ampuh untuk meredakan atau mengatasi sakit kepala, yaitu:

Jahe

Salah satu manfaat jahe adalah mengatasi sakit kepala tegang dan migrain. Beberapa studi menyebutkan bahwa bumbu dapur ini memiliki khasiat yang sebanding dengan sumatriptan, yaitu salah satu jenis obat sakit kepala migrain.

Kafein

Kafein yang terkandung pada minuman kopi dan teh juga dapat dikonsumsi sebagai obat alami untuk meringankan sakit kepala. Meski demikian, Anda perlu waspada saat menggunakan kafein sebagai obat sakit kepala alami karena konsumsi kafein terlalu banyak justru bisa menyebabkan sakit kepala.

Selain itu, terlalu sering mengonsumsi kafein lalu berhenti mengonsumsinya juga bisa memicu gejala putus zat kafein juga dapat menyebabkan sakit kepala.

Cuka sari apel

Cuka sari apel diketahui memiliki kandungan kalium yang tinggi, sehingga mampu mencegah dan meringankan sakit kepala migrain.

Untuk menggunakan cuka apel sebagai obat sakit kepala alami, Anda bisa mengonsumsi segelas air yang sudah dicampur dengan 1 sendok makan cuka sari apel dan 1 sendok teh madu.

Teh herbal

Teh herbal yang terdiri dari berbagai macam jenis tumbuhan sudah digunakan sejak dahulu untuk mengatasi beberapa keluhan, termasuk sakit kepala. Beberapa macam teh herbal juga dapat memberikan efek relaksasi dan membuat tidur lebih nyenyak.

Beberapa jenis teh herbal yang dipercaya bisa mengatasi sakit kepala secara alami adalah teh chamomile, teh jahe, teh peppermint, teh lavender, dan teh bunga krisan.

Langkah Penanganan Sederhana untuk Mengatasi Sakit Kepala

Selain dengan mengonsumsi obat sakit kepala alami, Anda juga dapat meredakan sakit kepala secara alami dengan berbagai penanganan sederhana di rumah, seperti:

1. Relaksasi

Stres dan kelelahan bisa menjadi pemicu munculnya sakit kepala. Oleh karena itu, Anda bisa mencoba melakukan relaksasi untuk mengatasi sakit kepala secara alami.

Salah satu cara untuk melakukan relaksasi adalah dengan latihan pernapasan atau menarik napas dalam secara teratur. Selain itu, Anda juga bisa mencoba melakukan meditasi dan mendengarkan musik yang berirama pelan dan lembut untuk membantu tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks.

2. Aromaterapi

Aromaterapi diketahui bisa memberikan efek relaksasi dan juga meringankan sakit kepala secara alami.

Selain menggunakannya dengan cara dihirup, Anda bisa menggunakan aromaterapi dengan cara mengoleskan minyak aromaterapi, seperti minyak lavender, peppermint, atau eucalyptus, di dahi, leher, atau bahu yang kaku dan terasa nyeri.

3. Mandi air hangat

Mandi air hangat dapat mengurangi ketegangan otot di kepala dan tubuh, sehingga dapat meredakan sakit kepala yang dialami.

Saat mandi menggunakan air hangat, Anda juga bisa menuangkan beberapa tetes minyak esensial yang dapat menimbulkan efek relaksasi, seperi minyak lavender, chamomile, dan buah-buahan, seperti jeruk atau apel.

Minyak esensial lavender dipercaya dapat membantu mengatur kadar hormon serotonin, sehingga mengurangi sensasi nyeri yang Anda rasakan.

4. Peregangan otot (stretching)

Latihan peregangan otot bisa mengurangi rasa sakit kepala yang disebabkan oleh ketegangan otot tubuh, misalnya saat Anda stres atau ketika sedang lelah bekerja.

Latihan peregangan otot untuk meringankan sakit kepala bisa dilakukan dengan cara menggerakkan kepala ke atas, ke bawah, dan ke samping. Bisa pula dengan mengangkat bahu dan menggerakkannya naik-turun.

Lakukan gerakan tersebut selama 5 detik, kemudian relaksasi sambil menarik napas dalam-dalam dan mengembuskannya secara perlahan, kemudian lanjutkan selama 5 detik lagi. Ulangi gerakan tersebut 3–5 kali, sebanyak 2 kali dalam sehari.

5. Yoga

Yoga merupakan salah satu pilihan olahraga yang menerapkan teknik relaksasi melalui peregangan, pernapasan, dan meditasi. Selain dapat meringankan sakit kepala, yoga juga dapat meringankan stres, menurunkan berat badan, dan meningkatkan kelenturan atau fleksibilitas tubuh.

6. Pijatan

Saat mengalami sakit kepala, cobalah beri pijatan lembut pada pelipis, leher, pungggung, bahu, atau kepala. Penelitian menunjukkan bahwa pijatan lembut selama 30 menit dapat membantu meringankan sakit kepala.

Untuk memaksimalkan efek tersebut, Anda bisa menggunakan campuran minyak esensial dan jenis minyak yang digunakan untuk memijat tubuh.

7. Beristirahat

Kelelahan atau kurang tidur bisa menjadi penyebab sakit kepala. Oleh karena itu, saat Anda merasakan sakit kepala, cobalah untuk beristirahat atau tidur sejenak. Selama beristirahat, Anda juga bisa mengompres dahi, pelipis, leher, atau bagian yang nyeri dengan kompres panas atau dingin.

Hampir semua orang pernah mengalami sakit kepala. Umumnya, sakit kepala dapat reda dengan menggunakan obat sakit kepala alami atau obat pereda nyeri. Meski demikian, ada gejala yang sebaiknya tidak dianggap remeh sebagai sakit kepala biasa.

Anda sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter jika mengalami sakit kepala yang berat hingga mengganggu aktivitas sehari-hari atau jika sakit kepala muncul beserta keluhan lain, seperti demam, mual dan muntah, pingsan, serta sulit berbicara, menelan, atau menggerakkan tubuh.

Jika mengalami sakit kepala yang tidak dapat mereda dengan obat sakit kepala alami maupun obat pereda nyeri atau jika muncul disertai gejala-gejala di atas, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk menjalani pemeriksaan dan mendapatkan penanganan yang tepat.