Omecough adalah obat untuk mengurangi gejala flu, mulai dari demam, batuk, hidung tersumbat, dan bersin-bersin. Omecough tersedia dalam bentuk sirop dan merupakan obat bebas terbatas yang bisa didapatkan tanpa resep dokter.

Omecough merupakan obat flu dan batuk yang mengandung beberapa bahan aktif. Setiap 5 ml sirop Omecough terdiri dari 120 mg paracetamol, 37,5 mg guaifenesin, 7,5 mg dextromethorphan, serta 1 mg chlorpheniramine maleate.

Omecough

Kandungan Omecough bekerja dengan cara yang berbeda untuk meredakan gejala flu. Paracetamol untuk meredakan demam dan sakit kepala, chlorpheniramine untuk mengurangi bersin dan hidung meler, guaifenesin mengencerkan dahak agar lebih mudah dikeluarkan, sedangkan dextromethorphan menekan batuk.

Dengan mengandung keempat bahan aktif tersebut, Omecough dapat meredakan berbagai gejala flu, seperti batuk, pilek, dan demam, lebih efektif.

Apa Itu Omecough

Bahan aktif Paracetamol, guaifenesin, dextromethorphan HBr, dan chlorpheniramine maleate
Golongan  Obat bebas terbatas
Kategori  Obat flu dan batuk kombinasi analgetik-antipiretik (paracetamol), antihistamin (chlorpheniramine), ekspektoran (guaifenesin), dan antitusif (dextromethorphan HBr)
Manfaat Meredakan gejala flu, seperti demam, batuk, dan pilek
Digunakan oleh Anak-anak
Omecough untuk ibu hamil dan menyusui Omecough umumnya diperuntukkan bagi anak-anak
Bentuk obat Sirop

Peringatan sebelum Menggunakan Omecough

Meski tergolong obat bebas terbatas, Omecough tidak boleh diberikan sembarangan kepada anak. Sebelum memberikan obat ini kepada anak, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain:

  • Beri tahu dokter riwayat alergi yang anak Anda miliki. Obat ini tidak boleh digunakan jika anak Anda memiliki alergi terhadap kandungan bahan aktif di dalamnya, seperti paracetamol dan dextromethorphan HBr.
  • Sampaikan kepada dokter jika anak Anda memiliki riwayat penyakit tertentu, seperti penyakit liver, penyakit ginjal, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, gagal jantung, epilepsi, glaukoma, asma, emfisema, bronkitis kronis, diabetes, sakit maag, tukak lambung, varises esofagus, obstruksi usus, riwayat kolostomi atau ileostomi.
  • Hindari pemberian obat ini kepada anak bersama obat MAOI, seperti isocarboxazid atau phenelzine, dalam 14 hari terakhir.
  • Pastikan untuk memberi tahu dokter semua obat yang sedang anak Anda konsumsi, termasuk suplemen maupun produk herbal, untuk mencegah interaksi obat yang berbahaya.
  • Segera ke dokter jika muncul reaksi alergi obat atau efek samping yang serius setelah memberikan Omecough kepada anak Anda.

Dosis dan Aturan Pakai Omecough

Untuk meredakan demam, batuk, dan flu, Anda bisa memberikan dosis umum penggunaan Omecough berikut ini kepada anak:

  • Anak-anak 2–6 tahun: 1 sendok takar (5 ml), 3 kali sehari.
  • Anak usia 6–12 tahun: 2 sendok takar (10 ml), 3 kali sehari.

Untuk anak-anak yang berusia di bawah 2 tahun, dosis penggunaan harus berdasarkan resep dari dokter.

Cara Menggunakan Omecough dengan Benar

Gunakan Omecough sesuai dengan petunjuk yang tertera pada label kemasan atau sesuai anjuran dokter. Jangan menambah, mengurangi, atau menggandakan dosis tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Berikut ini adalah cara menggunakan Omecough dengan benar yang bisa Anda ikuti:

  • Omecough bisa diberikan kepada anak sebelum atau sesudah makan.
  • Kocoklah botol kemasan sebelum obat diberikan kepada anak. Gunakanlah alat takar yang disertakan dalam kemasan agar dosisnya tepat.
  • Jika lupa menggunakan Omecough, berikanlah obat ini begitu teringat. Namun, bila jadwal konsumsi obat berikutnya sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis berikutnya. 
  • Hentikan penggunaan Omecough jika keluhan flu dan batuk anak sudah membaik.
  • Tingkatkan daya tahan tubuh anak dengan memberikan makanan bergizi, minum air sesering mungkin, dan memastikan anak untuk istirahat yang cukup. Dengan begitu, tubuh anak dapat melawan virus secara lebih baik dan gejala flu pun dapat mereda lebih cepat. 
  • Simpan Omecough di tempat yang kering dan sejuk. Jangan menyimpannya di tempat yang lembap atau panas. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
  • Hubungi dokter jika gejala flu belum membaik sama sekali dalam waktu 3 hari menggunakan Omecough. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter secara langsung maupun melalui chat online.
  • Jangan mengonsumsi Omecough yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa. Omecough tidak boleh digunakan jika sudah lebih dari 14 hari setelah kemasan dibuka. 

Interaksi Omecough dengan Obat Lain

Ada sejumlah interaksi obat yang bisa terjadi jika Omecough digunakan bersama dengan obat lain, antara lain:

  • Peningkatan risiko terjadinya kerusakan hati jika digunakan dengan isoniazid
  • Peningkatan efek kantuk jika digunakan dengan obat antinyeri golongan opioid, obat barbiturat, obat tidur, atau obat antipsikotik
  • Peningkatan risiko terjadinya efek samping dari dextromethorphan jika digunakan dengan amiodarone atau haloperidol
  • Peningkatan risiko terjadinya sindrom serotonin jika digunakan bersama antidepresan golongan selective serotonin reuptake inhibitors (SSRI) atau trisiklik

Agar aman, konsultasikan ke dokter jika Anda hendak memberikan Omecough kepada anak Anda bersama obat, suplemen, atau produk herbal apa pun.

Efek Samping dan Bahaya Omecough

Sama seperti obat lainnya, penggunaan Omecough juga dapat menimbulkan sejumlah efek samping. Beberapa efek samping ringan dan umum yang dapat terjadi adalah:

  • Sakit kepala
  • Mual atau muntah
  • Sulit tidur (insomnia)
  • Nyeri lambung ringan
  • Ruam kulit ringan

Periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi atau efek samping yang lebih serius, seperti:

  • Nyeri di perut bagian kanan atas
  • Memar atau perdarahan yang tidak biasa
  • Urine berwarna gelap
  • Feses berwarna pucat seperti tanah liat
  • Kulit atau bagian putih mata menguning
  • Batuk berdarah atau muntah yang tampak seperti bubuk kopi
  • Nyeri dada, sesak napas, atau bunyi napas mengi

Jika keluhan flu pada anak tidak membaik setelah beberapa hari penggunaan Omecough, atau muncul efek samping yang mengkhawatirkan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter, baik melalui Chat Bersama Dokter atau buat janji konsultasi langsung, untuk mendapatkan penanganan yang tepat.