Pasaba Cough and Flu adalah obat untuk mengatasi gejala flu, seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, bersin-bersin, dan batuk. Obat yang bisa didapatkan secara bebas ini bisa mengurangi gejala flu sehingga penderitanya bisa beraktivitas dengan normal meski sedang tidak enak badan.
Pasaba Cough and Flu mengandung kombinasi beberapa zat aktif, yaitu paracetamol, chlorphenamine maleate, dextromethorphan, dan pseudoephedrine HCl. Kandungan chlorphenamine maleate dapat mengurangi bersin dan gatal di hidung, sementara paracetamol menurunkan demam dan meredakan sakit kepala.

Selain itu, kandungan dextromethorphan di dalamnya juga dapat menekan refleks batuk, serta pseudoephedrine HCl yang dapat melegakan hidung yang tersumbat. Dengan cara kerja keempat bahan tersebut, Pasaba Cough and Flu bisa meredakan gejala flu secara efektif.
Pasaba Cough and Flu tersedia dalam bentuk suspensi dan termasuk obat bebas terbatas. Obat ini bisa dibeli tanpa resep dokter, tetapi penggunaannya tetap harus sesuai petunjuk pada kemasan obat atau anjuran dari dokter.
Beli Pasaba Cough and Flu di Aloshop
Apa Itu Pasaba Cough and Flu
| Bahan aktif | Paracetamol 250 mg, dextromethorphan HBr 7,5 mg, pseudoephedrine HCI 15 mg, chlorpheniramine maleate 1 mg |
| Golongan | Obat bebas terbatas |
| Kategori | Kombinasi obat golongan antihistamin (chlorphenamine maleate), analgesik-antipiretik (paracetamol), dekongestan (pseudoephedrine HCl), dan obat batuk jenis antitusif (dextromethorphan) |
| Manfaat | Mengatasi gejala flu, seperti demam, sakit kepala, batuk, bersin, dan hidung tersumbat |
| Digunakan oleh | Anak-anak |
| Pasaba Cough and Flu untuk ibu hamil | Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tapi belum ada studi terkontrol pada wanita hamil. |
| Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin. | |
| Pasaba Cough and Flu untuk ibu hamil | Paracetamol dan pseudoephedrine dalam Pasaba Cough and Flu dapat terserap ke dalam ASI. |
| Jika Anda sedang menyusui, konsultasikan ke dokter sebelum menggunakan obat ini. | |
| Bentuk obat | Suspensi |
Peringatan sebelum Menggunakan Pasaba Cough and Flu
Pasaba Cough and Flu tidak boleh digunakan secara sembarangan. Sebelum menggunakan obat ini atau memberikannya kepada anak, Anda perlu memperhatikan hal-hal berikut:
- Beri tahu dokter tentang riwayat alergi yang Anda miliki. Obat ini tidak boleh digunakan jika Anda memiliki alergi terhadap paracetamol, chlorphenamine maleate, dextromethorphan, dan pseudoephedrine HCl.
- Sampaikan kepada dokter jika Anda memiliki riwayat penyakit tertentu, seperti penyakit liver, ginjal, atau jantung.
- Informasikan kepada dokter bila Anda menderita tekanan darah tinggi, gagal jantung, epilepsi, glaukoma, asma, bronkitis kronis, diabetes, maag, tukak lambung, varises esofagus, gangguan pencernaan, gangguan buang air kecil, atau pembesaran prostat.
- Hindari penggunaan obat ini bersama MAOI, seperti isocarboxazid atau phenelzine, dalam 14 hari terakhir.
- Informasikan kepada dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
- Pastikan untuk memberi tahu semua obat yang sedang Anda konsumsi, termasuk suplemen, maupun produk herbal, untuk mencegah interaksi obat yang berbahaya.
- Konsultasikan dengan dokter sebelum Anda memberikan Pasaba Cough and Flu kepada anak-anak, terutama anak usia <6 tahun.
- Bicarakan dengan dokter jika Anda mengonsumsi alkohol secara rutin atau memiliki gangguan kecanduan alkohol.
- Hindari mengonsumsi alkohol selama menjalani pengobatan dengan Pasaba Cough and Flu, karena dapat meningkatkan risiko kerusakan hati, terutama saat menggunakan paracetamol.
- Jangan langsung mengemudi atau mengoperasikan mesin berat setelah minum Pasaba Cough and Flu. Obat ini dapat menyebabkan kantuk, pusing, atau pandangan buram, yang dapat mengganggu konsentrasi dan meningkatkan risiko kecelakaan. Pastikan tubuh Anda dalam kondisi benar-benar fit sebelum beraktivitas yang memerlukan kewaspadaan tinggi.
- Segera ke dokter jika muncul reaksi alergi atau efek samping yang serius setelah menggunakan Pasaba Cough and Flu.
Dosis dan Aturan Pakai Pasaba Cough and Flu
Untuk mengatasi gejala flu dan batuk, Pasaba Cough and Flu dapat dikonsumsi sesuai dengan dosis umum penggunaannya berikut ini:
- Dewasa dan anak usia >12 tahun: 2 sendok takar (10 ml), 3 kali sehari
- Anak-anak usia 6–12 tahun: 1 sendok takar (5 ml), 3 kali sehari
- Anak-anak usia 2–6 tahun: ½ sendok takar (2,5 ml), 3 kali sehari
Untuk anak-anak yang berusia di bawah 2 tahun, dosis penggunaan harus berdasarkan resep dari dokter.
Cara Menggunakan Pasaba Cough and Flu dengan Benar
Gunakan Pasaba Cough and Flu sesuai dengan petunjuk yang tertera pada label kemasan atau ikuti anjuran dokter. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
Agar hasil pengobatan dengan Pasaba Cough and Flu maksimal, terapkan cara penggunaannya yang benar berikut ini:
- Pasaba Cough and Flu dapat diminum sebelum maupun sesudah makan.
- Kocoklah botol kemasan sebelum obat dikonsumsi atau diberikan kepada anak. Gunakanlah alat takar yang disertakan dalam kemasan agar dosisnya tepat.
- Konsumsilah Pasaba Cough and Flu pada waktu yang sama setiap hari agar hasil pengobatan lebih efektif.
- Jika Anda lupa mengonsumsi Pasaba Cough and Flu, segera konsumsi obat ini begitu teringat. Namun, jika sudah dekat dengan jadwal berikutnya, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis.
- Pasaba Cough and Flu tidak dianjurkan untuk penggunaan jangka panjang. Konsumsi bisa dihentikan setelah keluhan membaik.
- Pasaba Cough and Flu tidak dapat menyembuhkan penyebab utama flu, yaitu infeksi virus. Obat ini hanya meringankan gejala flu, seperti hidung tersumbat, bersin, atau sakit kepala. Agar proses pemulihan lebih cepat, perkuat daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, minum air putih yang cukup, serta istirahat yang memadai.
- Segera periksakan diri ke dokter jika demam tidak membaik dalam 3 hari atau sakit kepala menetap lebih dari 7 hari. Pada anak-anak, konsultasi dokter diperlukan jika gejala serupa tidak membaik setelah 3–5 hari tergantung jenis keluhan.
- Simpan Pasaba Cough and Flu di tempat sejuk dan kering, terlindung dari paparan sinar matahari langsung, dan pastikan jauh dari jangkauan anak-anak.
Interaksi Pasaba Cough and Flu dengan Obat Lain
Pasaba Cough and Flu dapat menimbulkan efek interaksi jika digunakan bersamaan dengan obat lain, seperti:
- Penurunan efektivitas obat golongan penghambat beta, seperti bisoprolol
- Penurunan efektivitas paracetamol jika digunakan bersama cholestyramine
- Peningkatan risiko terjadinya efek samping pseudoephedrine jika digunakan dengan asam sitrat, kalium sitrat, natrium sitrat, natrium bikarbonat
- Peningkatan risiko terjadinya krisis hipertensi yang berpotensi fatal jika pseudoephedrine digunakan dengan MAOI
- Peningkatan risiko terjadinya penurunan fungsi otak yang berpotensi fatal jika chlorpheniramine digunakan dengan MAOI
- Peningkatan penyerapan paracetamol jika digunakan dengan metoclopramide dan domperidone
- Peningkatan risiko terjadinya perdarahan jika paracetamol digunakan bersama antikoagulan
- Peningkatan risiko terjadinya kerusakan hati jika paracetamol digunakan dengan barbiturat
- Peningkatan tekanan darah jika pseudoephedrine digunakan bersama dengan dekongestan lain, antidepresan trisiklik, atau obat penekan selera makan
Guna menghindari risiko terjadinya interaksi obat, berkonsultasilah dengan dokter jika hendak menggunakan Pasaba Cough and Flu bersama obat, suplemen, atau produk herbal apa pun.
Efek Samping dan Bahaya Pasaba Cough and Flu
Penggunaan Pasaba Cough and Flu bisa menimbulkan sejumlah efek samping. Beberapa efek samping yang ringan dan umum yang dapat timbul adalah:
- Kantuk
- Pusing
- Penglihatan buram
- Sakit perut atau mual
- Kegelisahan
- Hidung, tenggorokan, atau mulut kering
Konsultasikan ke dokter jika keluhan atau efek samping di atas tidak juga mereda atau justru makin parah. Anda bisa menggunakan fitur Chat Bersama Dokter atau membuat janji konsultasi langsung melalui aplikasi Alodokter.
Segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi atau efek samping yang lebih serius, seperti:
- Detak jantung cepat (takikardia), lambat (bradikardia), atau tidak beraturan (aritmia)
- Perubahan suasana hati atau kondisi mental, seperti linglung atau halusinasi
- Kejang
- Gemetar
- Sulit buang air kecil