Untuk mendiagnosis penyakit jantung koroner, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk mencari penyebab keluhan yang dialami pasien. Pemeriksaan ini umumnya diawali dengan wawancara medis, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang bila diperlukan.

Berikut adalah rangkaian pemeriksaan yang akan dilakukan dokter untuk mendiagnosis penyakit jantung koroner:

Wawancara Medis

Pada tahap awal, dokter akan menanyakan beberapa hal, antara lain:

  • Gejala yang dialami
  • Riwayat kesehatan pasien dan keluarga
  • Gaya hidup, seperti merokok, pola makan, dan aktivitas fisik
  • Obat-obatan yang sedang atau pernah dikonsumsi

Pemeriksaan Fisik

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan mengukur tekanan darah pasien, detak jantung, dan tanda vital lainnya.

Pemeriksaan Penunjang

Untuk memastikan diagnosis, dokter dapat melakukan beberapa pemeriksaan tambahan, antara lain:

Pemeriksaan Laboratorium

Dokter akan memeriksa kadar kolesterol pasien dengan terlebih dahulu meminta pasien berpuasa 12 jam sebelum tes agar hasilnya akurat

Elektrokardiografi (EKG)

EKG bertujuan untuk merekam aktivitas listrik jantung pasien. Melalui EKG, dokter bisa mengetahui apakah pasien pernah atau sedang mengalami serangan jantung. EKG juga dapat membantu dokter menilai detak dan irama jantung pasien apakah tergolong normal atau tidak.

Stress test

Bila gejala yang dialami pasien lebih sering muncul saat sedang beraktivitas, dokter akan menyarankan stress test. Pemeriksaan ini bertujuan untuk menilai kemampuan jantung bekerja saat beraktivitas.

Dalam stress test, pasien akan diminta berjalan di treadmill atau mengayuh sepeda statis sambil menjalani pemeriksaan EKG, ekokardiografi, atau CT scan pada saat yang bersamaan. Jika pasien tidak dapat beraktivitas, stress test dilakukan dengan mengonsumsi obat untuk meningkatkan detak jantung.

Kateterisasi jantung dan angiografi koroner

Kateterisasi jantung dilakukan dengan memasukkan kateter melalui pembuluh darah di lengan atau paha untuk diarahkan ke jantung. Setelah itu, dokter akan melakukan prosedur angiografi koroner.

Angiografi koroner dilakukan dengan menggunakan foto Rontgen dan bantuan cairan kontras untuk melihat aliran darah pada pembuluh darah koroner. Melalui pemeriksaan ini, dokter dapat mengetahui bila ada penyumbatan di pembuluh darah koroner.

Ekokardiografi

Ekokardiografi adalah pemeriksaan dengan menggunakan gelombang suara (USG), untuk menampilkan gambaran jantung pasien di monitor. Selama menjalankan ekokardiografi, dokter akan memeriksa apakah semua bagian dinding dan katup jantung berfungsi baik dalam memompa darah.

Dinding jantung yang bergerak lemah dapat disebabkan oleh kekurangan oksigen, atau kerusakan akibat serangan jantung. Hal tersebut bisa menjadi tanda penyakit jantung koroner.

CT Scan atau MRI Jantung

CT scan atau MRI digunakan untuk melihat struktur jantung dan pembuluh darah secara lebih detail.

Pemeriksaan Radionuklir

Pemeriksaan ini bertujuan untuk menilai aliran darah ke otot jantung, baik saat istirahat maupun saat beraktivitas.

Untuk memastikan diagnosis dan mendapatkan penanganan yang tepat, pemeriksaan sebaiknya dilakukan sedini mungkin. Anda dapat melakukan booking dokter secara online melalui aplikasi Alodokter agar bisa memilih jadwal konsultasi sesuai kebutuhan tanpa harus menunggu lama.