Diagnosis penyakit zoonosis bertujuan untuk memastikan apakah keluhan yang dialami pasien disebabkan oleh infeksi yang ditularkan dari hewan ke manusia. Selain itu, diagnosis juga penting untuk mengetahui jenis mikroorganisme penyebab infeksi sehingga dokter dapat menentukan pengobatan yang tepat.

Beragam Pemeriksaan untuk Diagnosis Penyakit Zoonosis

Untuk menegakkan diagnosis penyakit zoonosis, dokter akan melakukan beberapa tahapan pemeriksaan berikut.

Tanya jawab

Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan untuk mengetahui kemungkinan sumber infeksi. Beberapa hal yang biasanya ditanyakan meliputi:

  • Gejala yang dialami, seperti demam, nyeri otot, diare, batuk, atau ruam kulit
  • Waktu munculnya gejala serta perkembangan keluhan yang dirasakan
  • Riwayat kontak dengan hewan, baik hewan peliharaan, ternak, maupun hewan liar
  • Pekerjaan pasien, terutama bila berkaitan dengan hewan atau lingkungan berisiko tinggi, seperti peternakan atau laboratorium
  • Riwayat perjalanan ke daerah tertentu yang berpotensi memiliki kasus zoonosis tinggi
  • Riwayat penyakit sebelumnya atau kondisi kesehatan lain yang dimiliki pasien

Pemeriksaan fisik

Setelah melakukan tanya jawab, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk menilai kondisi pasien secara menyeluruh. Pemeriksaan ini dapat meliputi:

  • Pemeriksaan suhu tubuh dan tanda vital lainnya
  • Pemeriksaan kulit untuk melihat adanya ruam, luka, atau tanda gigitan hewan
  • Pemeriksaan perut untuk mendeteksi nyeri tekan atau pembesaran organ
  • Pemeriksaan paru-paru dan jantung untuk menilai adanya tanda infeksi pada organ tersebut

Pemeriksaan penunjang

Bila diperlukan, dokter akan melakukan pemeriksaan tambahan guna memastikan diagnosis penyakit zoonosis serta mengetahui jenis mikroorganisme penyebab infeksi. Pemeriksaan tersebut antara lain:

  • Tes darah, untuk mendeteksi jenis bakteri, virus, jamur, atau parasit yang menyebabkan infeksi, serta menilai adanya peradangan atau kerusakan organ
  • Pemeriksaan feses, untuk mendeteksi parasit yang menginfeksi sistem pencernaan
  • Tes PCR, untuk mengetahui jenis virus atau bakteri penyebab penyakit zoonosis dengan mengambil sampel melalui swab test
  • CT scan, untuk memeriksa kondisi organ-organ yang mungkin terinfeksi atau mengalami komplikasi

Melalui hasil pemeriksaan tersebut, dokter dapat memastikan penyebab penyakit zoonosis serta menentukan langkah penanganan yang paling sesuai.