Gejala penyakit zoonosis dapat berbeda-beda pada setiap orang, tergantung pada jenis kuman penyebab infeksi dan organ tubuh yang terpengaruh. Pada beberapa kasus, gejala bisa muncul ringan seperti demam dan lelah, tetapi pada kondisi tertentu dapat berkembang menjadi gangguan kesehatan yang lebih serius.
Berbagai Gejala Penyakit Zoonosis
Berikut ini adalah beberapa gejala yang dapat muncul pada berbagai jenis penyakit zoonosis:
1. Gejala infeksi Salmonella (salmonelosis)
Infeksi bakteri Salmonella biasanya menyerang saluran pencernaan dan dapat menimbulkan gejala berupa:
- Diare
- Kram perut
- Demam
- Sakit kepala
- Muntah
2. Gejala demam berdarah
Demam berdarah yang ditularkan melalui gigitan nyamuk dapat menyebabkan berbagai keluhan, seperti:
- Demam tinggi hingga sekitar 40°C
- Sakit kepala berat
- Nyeri pada sendi dan otot
- Mual dan muntah
- Ruam kemerahan pada kulit
3. Gejala penyakit pes
Pes merupakan infeksi bakteri serius yang dapat menular melalui gigitan kutu dari hewan pengerat. Gejalanya dapat berupa:
- Sakit kepala
- Nyeri otot
- Tubuh terasa sangat lemas
- Batuk berdarah
- Sesak napas
4. Gejala malaria
Malaria ditularkan melalui gigitan nyamuk yang membawa parasit Plasmodium. Gejala yang sering muncul antara lain:
- Demam yang disertai menggigil
- Pegal linu pada tubuh
- Mudah lelah
- Nyeri perut
- Diare
5. Gejala histoplasmosis
Histoplasmosis adalah infeksi jamur yang dapat menular melalui paparan spora jamur dari tanah atau kotoran burung dan kelelawar. Gejalanya dapat meliputi:
- Demam disertai menggigil
- Batuk kering
- Nyeri otot
- Nyeri dada
- Sesak napas
6. Gejala leptospirosis
Leptospirosis merupakan infeksi bakteri yang dapat menular melalui air atau tanah yang terkontaminasi urine hewan. Gejalanya antara lain:
- Demam tinggi
- Mata merah
- Mual, muntah, dan diare
- Nyeri otot
- Sakit kepala
Kapan Harus ke Dokter
Lakukan konsultasi ke dokter melalui Chat Bersama Dokter jika Anda mengalami gejala-gejala di atas, terutama bila sebelumnya memiliki kontak dengan hewan atau kotorannya, tergigit hewan, tinggal atau beraktivitas di daerah endemis penyakit tertentu, atau berada di lingkungan dengan banyak hewan liar.
Segera cari pertolongan medis jika Anda mengalami luka gigitan hewan di daerah yang memiliki risiko tinggi penularan rabies atau bila gejala yang muncul semakin berat. Pemeriksaan dan penanganan sejak dini dapat membantu mencegah komplikasi yang lebih serius.