Pengobatan penyakit zoonosis akan disesuaikan dengan penyebab infeksi yang mendasarinya, karena penyakit ini dapat disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, maupun parasit yang berasal dari hewan. Untuk menentukan metode pengobatannya , dokter akan memeriksa jenis kuman penyebab, tingkat keparahan penyakit, serta kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan.

Setelah menilai kondisi pasien, dokter dapat memberikan satu atau kombinasi beberapa metode pengobatan berikut untuk mengatasi infeksi sekaligus meredakan gejala yang muncul.

Berbagai Pengobatan Penyakit Zoonosis

Penanganan penyakit zoonosis umumnya bertujuan untuk membunuh kuman penyebab infeksi, mengurangi gejala yang dirasakan, serta mencegah terjadinya komplikasi. Beberapa metode pengobatan yang dapat diberikan adalah:

Obat antibiotik

Obat antibiotik digunakan untuk mengatasi penyakit zoonosis yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Dokter dapat meresepkan antibiotik, seperti doxycycline, ciprofloxacin, atau levofloxacin, untuk mengobati beberapa penyakit zoonosis, misalnya anthrax, pes, tifus, dan leptospirosis.

Obat antivirus

Apabila penyakit zoonosis disebabkan oleh virus, dokter dapat memberikan obat antivirus. Contohnya adalah baloxavir, oseltamivir, atau zanamivir, yang dapat digunakan untuk mengatasi infeksi virus tertentu, seperti flu burung.

Obat antijamur

Penyakit zoonosis yang disebabkan oleh infeksi jamur, seperti kurap, dapat diobati dengan obat antijamur. Obat ini dapat berupa krim, salep, atau losion yang dioleskan langsung pada kulit yang terinfeksi. Jika infeksi tergolong berat atau menyebar luas, dokter dapat meresepkan obat antijamur dalam bentuk minum.

Obat antimalaria

Pada penyakit zoonosis yang disebabkan oleh parasit, dokter dapat memberikan obat antimalaria untuk membunuh parasit penyebab infeksi. Biasanya, pengobatan dilakukan dengan kombinasi beberapa obat, misalnya artesunate dan amodiaquine, agar pengobatan lebih efektif.

Obat untuk meredakan gejala

Selain obat untuk mengatasi penyebab infeksi, dokter juga dapat memberikan obat pereda gejala. Obat penurun panas atau pereda nyeri dapat digunakan untuk meredakan demam, nyeri otot, atau keluhan lain yang sering muncul pada penyakit zoonosis.

Vaksinasi

Dalam beberapa kasus, vaksinasi dapat diberikan setelah seseorang digigit atau dicakar oleh hewan yang diduga terinfeksi penyakit zoonosis, misalnya rabies. Selain itu, vaksin rabies juga dapat diberikan sebagai langkah pencegahan, terutama pada orang yang memiliki risiko tinggi terpapar virus tersebut, seperti dokter hewan atau petugas penanganan hewan.

Pengobatan penyakit zoonosis perlu disesuaikan dengan penyebab infeksinya, baik bakteri, virus, jamur, maupun parasit. Oleh karena itu, penggunaan obat-obatan harus mengikuti anjuran dokter agar pengobatan dapat bekerja secara efektif sekaligus mengurangi risiko efek samping atau kekambuhan penyakit.

Selain menjalani pengobatan, penderita juga perlu menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta menghindari kontak langsung dengan hewan yang diduga terinfeksi untuk mencegah penularan lebih lanjut.

Segera lakukan pemeriksaan jika muncul gejala setelah digigit, dicakar, atau kontak dengan hewan yang berpotensi membawa penyakit zoonosis, terutama bila disertai demam, luka yang memburuk, atau keluhan lain yang tidak membaik. 

Untuk memastikan penyebabnya dan mendapatkan pengobatan yang sesuai, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter melalui Chat Bersama Dokter atau memeriksakan diri secara langsung ke fasilitas kesehatan terdekat.