Penyebab penyakit zoonosis adalah infeksi mikroorganisme yang dapat menular dari hewan ke manusia. Mikroorganisme tersebut dapat berupa virus, bakteri, parasit, maupun jamur. Penularannya bisa terjadi melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, gigitan serangga pembawa penyakit, konsumsi makanan yang terkontaminasi, atau paparan lingkungan yang mengandung kuman dari hewan.
Dalam banyak kasus, hewan yang tampak sehat pun dapat membawa mikroorganisme penyebab penyakit zoonosis. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kebersihan saat berinteraksi dengan hewan maupun lingkungan yang berpotensi terkontaminasi.
Berbagai Penyebab Penyakit Zoonosis
Berikut ini adalah beberapa jenis penyakit zoonosis berdasarkan penyebabnya:
1. Infeksi bakteri
Beberapa penyakit zoonosis yang disebabkan oleh infeksi bakteri antara lain:
Anthrax
Anthrax disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis yang dapat menginfeksi hewan ternak, seperti sapi, kuda, dan domba. Penularannya ke manusia dapat terjadi melalui kontak langsung dengan kulit atau bulu hewan yang terinfeksi, konsumsi daging hewan yang terinfeksi, maupun paparan spora bakteri Bacillus anthracis di lingkungan.
Salmonellosis
Salmonelosis terjadi akibat infeksi bakteri Salmonella yang hidup di saluran pencernaan hewan. Penyakit zoonosis ini dapat menular ke manusia melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi tinja hewan yang mengandung bakteri tersebut.
Pes
Pes disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis yang hidup pada tikus dan beberapa hewan pengerat lainnya. Penularan ke manusia umumnya terjadi melalui gigitan kutu yang sebelumnya mengisap darah hewan yang terinfeksi bakteri Yersinia pestis.
2. Infeksi virus
Beberapa penyakit zoonosis yang disebabkan oleh infeksi virus adalah:
Rabies
Rabies disebabkan oleh virus rabies yang dapat menginfeksi hewan, seperti anjing, kelelawar, atau rubah. Penularan ke manusia biasanya terjadi melalui gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi virus tersebut.
Flu burung
Flu burung disebabkan oleh virus influenza tipe A yang berasal dari unggas. Beberapa jenis virus flu burung, seperti H5N1, H5N6, H7N9, dan H10N3, dapat menginfeksi manusia melalui kontak langsung dengan kotoran unggas yang terinfeksi atau konsumsi daging unggas yang tidak dimasak hingga matang.
Demam berdarah
Demam berdarah terjadi akibat infeksi virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Nyamuk ini dapat membawa virus setelah menggigit manusia atau hewan yang terinfeksi.
3. Infeksi parasit
Penyakit zoonosis juga dapat disebabkan oleh infeksi parasit, di antaranya:
Toksoplasmosis
Toksoplasmosis disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii. Penularannya dapat terjadi melalui kontak dengan kotoran kucing yang terinfeksi atau melalui konsumsi makanan yang terkontaminasi, misalnya sayuran yang tidak dicuci dengan bersih.
Malaria
Malaria disebabkan oleh parasit Plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi.
4. Infeksi jamur
Infeksi jamur tertentu juga dapat menular dari hewan ke manusia, antara lain:
Kurap
Kurap disebabkan oleh infeksi jamur Microsporum, Epidermophyton, atau Trichophyton. Jamur ini dapat menginfeksi hewan, seperti anjing, kucing, dan sapi. Penularan ke manusia biasanya terjadi melalui kontak langsung dengan kulit atau bulu hewan yang terinfeksi.
Histoplasmosis
Histoplasmosis disebabkan oleh jamur Histoplasma capsulatum. Jamur ini dapat tumbuh di tanah yang terkontaminasi kotoran kelelawar atau unggas. Seseorang dapat terinfeksi jika menghirup udara yang mengandung spora jamur tersebut.
5. Penyebab lain
Selain oleh mikroorganisme di atas, penyakit zoonosis juga dapat terjadi akibat gigitan serangga pembawa penyakit atau kontak dengan cairan tubuh hewan yang terinfeksi. Beberapa contohnya adalah:
Tifus
Tifus disebabkan oleh bakteri Rickettsia dan Orientia yang ditemukan pada tikus dan kucing. Penularannya ke manusia dapat terjadi melalui gigitan kutu atau tungau yang hidup pada hewan tersebut.
Giardiasis
Giardiasis disebabkan oleh parasit Giardia lamblia yang dapat ditemukan di tinja hewan. Penyakit ini dapat menular melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi feses hewan yang mengandung parasit tersebut.
Leptospirosis
Leptospirosis disebabkan oleh infeksi bakteri Leptospira. Penularannya dapat terjadi melalui kontak dengan urine atau cairan tubuh hewan yang terinfeksi, maupun melalui air dan tanah yang terkontaminasi. Hewan yang sering menjadi sumber penularan antara lain tikus, anjing, sapi, dan babi.
Faktor Risiko Penyakit Zoonosis
Penyakit zoonosis dapat dialami oleh siapa saja. Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit ini, yaitu:
- Bekerja di peternakan, perkebunan, pertanian, penjagalan hewan, atau pasar hewan
- Tinggal di daerah tropis
- Tinggal atau berkunjung ke wilayah yang menjadi daerah endemis penyakit zoonosis
- Memiliki atau sering berinteraksi dengan hewan peliharaan
Paparan yang sering terhadap hewan atau lingkungan yang berpotensi terkontaminasi kuman dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya penularan penyakit zoonosis. Oleh karena itu, menjaga kebersihan diri, makanan, serta lingkungan sangat penting untuk membantu mencegah infeksi tersebut.