Sebagian penyakit zoonosis dapat sembuh dengan pengobatan yang tepat. Namun, penyakit yang menular dari hewan ke manusia ini tidak boleh dianggap sepele. Jika tidak ditangani dengan baik, zoonosis dapat menimbulkan komplikasi serius yang berpotensi mengganggu fungsi organ tubuh, bahkan mengancam nyawa.
Komplikasi Penyakit Zoonosis yang Perlu Diwaspadai
Penyakit zoonosis dapat menyerang berbagai organ tubuh, tergantung pada jenis kuman penyebabnya, kondisi kesehatan penderita, serta seberapa cepat penanganan diberikan. Berikut beberapa komplikasi penyakit zoonosis yang dapat terjadi:
1. Arthritis
Beberapa infeksi zoonosis dapat memicu peradangan pada sendi atau arthritis. Kondisi ini ditandai dengan nyeri, bengkak, dan kaku pada sendi sehingga penderitanya kesulitan bergerak atau melakukan aktivitas sehari-hari.
2. Orchitis
Orchitis adalah peradangan pada testis yang dapat terjadi akibat infeksi bakteri atau virus dari penyakit zoonosis tertentu. Kondisi ini dapat menimbulkan nyeri dan pembengkakan pada testis, serta pada beberapa kasus berisiko memengaruhi kesuburan pria.
3. Pneumonia
Infeksi zoonosis tertentu dapat menyebar ke paru-paru dan menyebabkan pneumonia. Kondisi ini ditandai dengan batuk, sesak napas, demam, serta nyeri dada saat bernapas atau batuk.
4. Kerusakan paru-paru
Selain pneumonia, infeksi yang berat juga dapat menyebabkan kerusakan jaringan paru-paru. Jika tidak segera ditangani, kerusakan ini dapat mengganggu fungsi pernapasan dan menurunkan kadar oksigen dalam tubuh.
5. Kerusakan hati dan ginjal
Beberapa penyakit zoonosis dapat memengaruhi organ vital, seperti hati dan ginjal. Kerusakan pada organ-organ ini dapat menyebabkan gangguan fungsi tubuh, seperti penumpukan racun dalam darah, gangguan metabolik, hingga gagal organ.
6. Cacat pada janin
Pada ibu hamil, infeksi zoonosis tertentu dapat menular ke janin melalui plasenta. Kondisi ini berisiko menyebabkan gangguan perkembangan, kelainan bawaan, atau cacat pada janin.
7. Meningitis
Pada kasus yang jarang tetapi serius, infeksi zoonosis dapat menyebar ke sistem saraf pusat dan menyebabkan meningitis, yaitu peradangan pada selaput yang melindungi otak dan sumsum tulang belakang. Kondisi ini dapat menimbulkan gejala seperti sakit kepala berat, demam tinggi, leher kaku, hingga penurunan kesadaran.
Jika infeksi zoonosis berkembang menjadi sangat berat atau tidak ditangani dengan tepat, komplikasi yang muncul dapat berujung pada kegagalan organ dan kematian.
Komplikasi penyakit zoonosis dapat berdampak serius terhadap kesehatan, terutama pada anak-anak, lansia, ibu hamil, atau orang dengan daya tahan tubuh lemah. Oleh karena itu, penting untuk segera mendapatkan penanganan medis jika muncul gejala setelah kontak dengan hewan atau lingkungan yang berpotensi terpapar infeksi.
Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter melalui layanan Chat Bersama Dokter untuk mendapatkan informasi dan saran medis yang sesuai dengan kondisi yang dialami.