Dokter bedah vaskular adalah dokter spesialis yang mengobati gangguan dan penyakit pada sistem pembuluh darah dengan metode pembedahan dan pengobatan. Spesialis bedah vaskular dapat melakukan operasi pada pembuluh darah vena dan arteri di berbagai bagian tubuh, kecuali di otak dan jantung.

Bedah vaskular merupakan cabang ilmu kedokteran bedah yang mendalami diagnosis, pencegahan, serta penanganan penyakit atau kelainan pada pembuluh darah. Untuk mendapat gelar spesialis bedah vaskular (SpBV) tersebut, seorang dokter harus menyelesaikan pendidikan dokter bedah umum terlebih dahulu, lalu menempuh pendidikan subspesialisasi bedah vaskular selama beberapa tahun.

Peran Dokter Bedah Vaskular dan Penyakit yang Ditangani - Alodokter

Cakupan tugas seorang dokter bedah vaskular cukup luas, mulai dari memberikan konsultasi, melakukan diagnosis penyakit, menentukan perlu atau tidaknya prosedur bedah dilakukan, hingga merawat pasien sebelum, selama, dan setelah prosedur pembedahan.

Penyakit yang Ditangani Dokter Bedah Vaskular

Ada beberapa penyakit yang dapat ditangani oleh dokter bedah vaskular, di antaranya:

1. Aneurisma aorta perut

Aneurisma aorta perut adalah kondisi pelebaran pada pembuluh darah besar (aorta) di perut. Kondisi ini dapat menimbulkan gejala nyeri perut yang menetap dalam jangka panjang, serta terasa ada denyut nadi di pusar.

Kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti aterosklerosis atau sumbatan pembuluh darah, tekanan darah tinggi, infeksi, cedera, dan faktor genetik. Jika tidak diobati, aneurisma bisa pecah dan menyebabkan perdarahan berat yang fatal.

2. Penyakit arteri perifer

Penyakit arteri perifer adalah penyakit yang terjadi ketika terdapat hambatan pada aliran darah di pembuluh arteri tubuh. Penyakit ini paling sering terjadi pada pembuluh darah di tungkai dan kaki, namun juga bisa terjadi pada pembuluh darah arteri di lengan.

Penyakit arteri perifer bisa menyebabkan gejala nyeri, kesemutan, mati rasa, serta luka yang sulit sembuh pada lengan atau kaki. Jika tidak ditangani, penyakit ini bisa memburuk dan membuat anggota tubuh yang tekena penyakit arteri perifer perlu diamputasi.

3. Penyakit arteri karotis

Penyakit arteri karotis adalah penyakit yang terjadi ketika terdapat sumbatan pada pembuluh darah di leher akibat penumpukan kolesterol. Pada tahap awal, penyakit ini biasanya tidak bergejala, namun lama-kelamaan penyakit ini bisa menimbulkan gejala stroke ringan yang berpotensi menjadi stroke jika tidak segera diobati.

4. Lymphedema

Lymphedema atau limfedema adalah pembengkakan tungkai atau lengan yang disebabkan oleh adanya sumbatan pada pembuluh getah bening. Tungkai atau lengan yang mengalami pembengkakan akibat limfedema sering kali terasa nyeri dan sulit digerakkan atau kaku, sehingga menyebabkan penderitanya sulit bergerak.

5. Penyakit di pembuluh darah vena

Ada banyak penyakit atau kelainan yang dapat mengganggu pembuluh darah vena, di antaranya trombosis vena dalam (DVT), varises, dan tromboflebitis. Penyakit-penyakit di atas dapat menghambat aliran darah vena di bagian tubuh tertentu, sehingga terjadi pembengkakan dan nyeri di bagian tersebut.

Selain penyakit-penyakit di atas, dokter bedah vaskular juga dapat menangani beberapa penyakit atau gangguan lain pada pembuluh darah, seperti luka berat atau terputusnya pembuluh darah, vaskulitis, emboli, dan tumor pada pembuluh darah.

Tindakan Medis yang Dilakukan Dokter Bedah Vaskular

Dalam menentukan diagnosis, dokter bedah vaskular akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang, seperti:

  • Pemeriksaan darah
  • CT scan
  • MRI
  • Angiografi atau pemeriksaan Rontgen pada pembuluh darah arteri dan vena
  • USG Doppler

Setelah diagnosis penyakit pada pasien dipastikan, dokter bedah vaskular akan menentukan langkah penanganan untuk mengobati penyakit yang diderita pasien.

Dokter bisa melakukan penanganan dengan pemberian obat-obatan, misalnya obat trombolitik untuk menghancurkan gumpalan darah, atau dengan tindakan medis tertentu, seperti:

Operasi varises

Ada beberapa prosedur medis yang dapat dilakukan untuk menghilangkan varises yang bisa dilakukan dokter bedah vaskuler, yaitu operasi laser, terapi ablasi vena, flebektomi, dan pembedahan pada pembuluh darah vena dengan endoskopi.

Biasanya tindakan medis tersebut dilakukan jika varises yang dialami pasien sudah parah atau tidak membaik dengan pengobatan.

Operasi Cimino

Operasi Cimino dilakukan untuk memudahkan akses pemasangan mesin cuci darah dengan pembuluh darah pasien. Tujuannya adalah agar prosedur cuci darah dapat berjalan lebih lancar.

Dokter bedah vaskular sering kali melakukan operasi Cimino pada pasien yang membutuhkan prosedur cuci darah rutin, misalnya pada pasien dengan penyakit ginjal kronis.

Operasi aneurisma aorta

Untuk menangani aneurisma pada pembuluh darah aorta, dokter bedah vaskular dapat melakukan pembedahan untuk memotong dan membuang pembuluh darah aorta yang melebar, kemudian dokter akan mencangkok pembuluh darah baru yang sehat di pembuluh aorta.

Selain dengan pembedahan umum, dokter bedah vaskular juga bisa menangani aneurisma aorta dengan prosedur bedah minimal invasif.

Prosedur ini dilakukan dokter dengan cara membuat sayatan kecil untuk memasang stent atau ring di pembuluh aorta yang terkena aneurisma. Stent atau ring tersebut berfungsi untuk menguatkan dinding pembuluh aorta yang lemah dan menjaganya agar tidak pecah.

Amputasi

Amputasi adalah tindakan operasi pemotongan anggota tubuh, seperti lengan, kaki, jari, atau tangan. Prosedur ini biasanya perlu dilakukan pada kasus penyakit arteri perifer atau diabetes berat yang telah menyebabkan kematian jaringan atau pembusukan dan infeksi pada bagian tubuh tertentu.

Endarterektomi karotis

Endarterektomi karotis atau bedah arteri karotis adalah prosedur yang dilakukan untuk menghilangkan plak dari arteri karotis di leher untuk mencegah stroke. Operasi ini dilakukan dengan cara membuang sumbatan pada pembuluh arteri karotis di leher dan memperbaiki pembuluh darah tersebut.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter Bedah Vaskular?

Pasien biasanya menemui dokter bedah vaskuler setelah mendapatkan rujukan atau rekomendasi dari dokter umum atau dokter spesialis lain.

Selain itu, pasien juga disarankan untuk berkonsultasi ke dokter bedah vaskuler jika memiliki keluhan atau gejala pada sistem pembuluh darah dan getah bening, misalnya:

  • Pelebaran pembuluh darah atau varises di tungkai atau kaki yang tampak berwarna ungu kebiruan dan terasa nyeri
  • Kaki bengkak dan betis sering kram
  • Luka di kaki atau lengan yang tidak kunjung sembuh
  • Nyeri hebat dan muncul secara tiba-tiba di perut, dada, rahang, lengan, atau punggung
  • Gejala stroke ringan, seperti mati rasa atau kesemutan di satu sisi wajah atau tubuh

Konsultasi ke dokter bedah vaskular juga perlu dilakukan oleh orang yang memiliki faktor risiko untuk terkena penyakit pada pembuluh darah, misalnya menderita hipertensi, obesitas, kolesterol tinggi, diabetes, atau memiliki riwayat penyakit pembuluh darah di dalam keluarga.

Hal yang Harus Disiapkan Sebelum Konsultasi ke Dokter Bedah Vaskular

Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan atau dipersiapkan sebelum bertemu dokter bedah vaskular:

  • Bawalah catatan pertanyaan yang ingin Anda ajukan beserta riwayat keluhan atau gejala yang diderita.
  • Jika ada, bawa juga hasil pemeriksaan medis yang sudah Anda lakukan sebelumnya, misalnya hasil pemeriksaan darah, foto Rontgen, atau angiografi.
  • Tanyakan dengan jelas kepada dokter mengenai pilihan pengobatan dan penanganan penyakit Anda, termasuk tingkat keberhasilan, risiko, dan perkiraan biaya dari penanganan tersebut.

Selain itu, ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan ketika memilih dokter bedah vaskuler, antara lain:

  • Pertimbangkan lokasi dan jarak rumah sakit atau tempat praktik dokter dari rumah, mengingat mungkin saja sewaktu-waktu gejala yang Anda alami memerlukan tindakan medis darurat.
  • Mintalah rekomendasi beberapa dokter bedah vaskuler, baik dari dokter umum yang memeriksa Anda atau dari kerabat. Pastikan dokter yang Anda pilih mampu berkomunikasi dengan baik dalam menjelaskan hal-hal terkait penyakit Anda dan langkah penanganan yag diperlukan.
  • Perhatikan fasilitas dan pelayanan rumah sakit tempat dokter tersebut praktek. Pilihlah rumah sakit dengan pelayanan yang baik, lengkap, dan ramah.
  • Jika ingin memanfaatkan asuransi yang Anda miliki, pastikan asuransi tersebut bisa digunakan di rumah sakit yang Anda pilih.

Hal yang perlu diingat, jangan menunda waktu untuk memeriksakan diri ke dokter bedah vaskuler jika Anda mengalami keluhan yang mengarah pada penyakit vaskular, meskipun terasa ringan. Bila terdeteksi dini dan cepat ditangani, penyakit yang Anda derita akan lebih mudah diobati dan lebih memungkinkan untuk sembuh.