Piracetam adalah obat yang berfungsi untuk meningkatkan kemampuan kognitif tanpa menimbulkan rangsangan pada otak dan tidak menyebabkan rasa kantuk (nootropik). Piracetam merupakan obat nootropik yang pertama ditemukan dan saat ini disetujui di beberapa negara untuk mengobati mioklonus kortikal dan gejala penurunan kognitif pada demensia. Piracetam juga diduga dapat diberikan untuk mengobati pasien disleksia, vertigo, dan cedera kepala. Namun hal tersebut masih dalam penelitian.

Mioklonus ditandai dengan gerakan otot yang tidak terkontrol. Pada keadaan yang lebih buruk, mioklonus kortikal dapat mengakibatkan kejang, gangguan bicara, dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Gangguan tersebut diakibatkan oleh aktivitas listrik yang tidak normal pada bagian otak yang disebut korteks serebri. Korteks serebri sendiri berperan dalam proses berpikir, persepsi, daya ingat, dan penyelesaian masalah. Selain itu korteks serebri juga memiliki peran dalam kemampuan motorik (gerakan), sosial, dan berbahasa. Piracetam bekerja memengaruhi otak dan sistem saraf dengan melindungi korteks serebri agar tidak kekurangan oksigen.

PIRACETAM-Alodokter

Merek dagang: Benocetam, Cervas, Cetoros, Chepamed, Ciclobrain, Cytropil, Dexpira, Ethopil, Fepiram, Galtropil, Gotropil, Gracetam, Latropil, Lutrotam, Mersitropil, Neurocet, Neurotam, Notrotam, Noocephal, Nootrisol, Nootropil, Pirabrain, Piracetam, Pratropil, Resibron, Revolan, Sevotam, Scantropil, Sotropil, dan Zetropil.

Tentang Piracetam

Golongan Kelompok obat nootropik dan neurotonik/neurotropik
Kategori Obat resep
Manfaat -       Memperbaiki fungsi kognitif pada pasien demensia.-       Memperbaiki kemampuan motorik pasien mioklonus kortikal.
Digunakan oleh Dewasa dan anak-anak
Kategori kehamilan dan menyusui Kategori B: Studi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin, namun belum ada studi terkontrol pada wanita hamil.Piracetam diekskresi melalui ASI, tidak boleh digunakan selama menyusui.
Bentuk obat Tablet, sirup, dan suntikan.

 

Peringatan:

  • Bagi wanita hamil atau sedang merencanakan kehamilan, tanyakan pada dokter sebelum mengonsumsi obat ini.
  • Hati-hati jika Anda memiliki gangguan pembekuan darah, penyakit liver, penyakit ginjal, serta riwayat perdarahan saluran pencernaan, stroke hemoragik, atau riwayat perdarahan lainnya.
  • Hati-hati jika Anda sedang mengonsumsi obat hipotiroidisme.
  • Harap berhati-hati bagi pasien yang sedang melakukan diet rendah garam karena piracetam ini memiliki kandungan natrium di dalamnya.
  • Informasikan obat dan suplemen termasuk obat herba yang sedang Anda konsumsi, kepada dokter.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.

Dosis Piracetam

Dosis piracetam disesuaikan dengan indikasi dan cara pemberiannya.

Kondisi Bentuk Obat Dosis
Gangguan kognitif Oral 2,4-4,8 gram per hari, dibagi menjadi 2-3 kali sehari, tergantung beratnya penyakit.
Suntikan 1-2 gram tiga kali sehari, melalui suntikan di otot atau pembuluh darah.
Mioklonus kortikal Oral 7,2 gram per hari, dibagi menjadi 2-3 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan setiap 3-4 hari sekali, sampai mencapai dosis maksimal yaitu 20 gram per hari.

Jangan menambah atau mengurangi dosis yang dianjurkan oleh dokter Anda.

Pemberian piracetam pada anak dengan usia di bawah 16 tahun sebenarnya tidak dianjurkan. Namun, terkadang piracetam diberikan untuk anak dengan keadaan tertentu seperti disleksia. Dosis dan cara pemakaian piracetam untuk anak-anak akan disesuaikan oleh dokter.

 

Menggunakan Piracetam dengan Benar

Pastikan untuk membaca petunjuk pada kemasan obat dan mengikuti anjuran dokter dalam mengonsumsi piracetam oral. Obat ini biasanya dibagi menjadi dua hingga tiga dosis dalam sehari.

Selama mengonsumsi obat ini, temui dokter secara teratur agar kondisi Anda bisa dipantau. Jangan menghentikan atau menambah dosis obat tanpa anjuran dari dokter. Menghentikan pemakaian obat ini secara tiba-tiba dapat memunculkan gejala putus obat atau menyebabkan penyakit awal Anda muncul kembali.

Jangan mengunyah atau menghancurkan piracetam oral karena obat ini memiliki rasa yang pahit. Sebaiknya obat ini dikonsumsi dengan air putih. Selain tablet, terdapat juga sediaan obat cair untuk pasien yang kesulitan menelan tablet.

Jika  Anda lupa mengonsumsi piracetam, disarankan untuk segera melakukannya begitu teringat jika jadwal konsumsi berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan menggandakan dosis piracetam pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat.

 

Interaksi Piracetam dengan Obat Lain

Piracetam akan meningkatkan efek warfarin, sehingga dapat menimbulkan efek samping perdarahan. Selain warfarin, konsultasikan kepada dokter mengenai penggunaan piracetam bersama obat-obatan berikut ini untuk menghindari interaksi yang tidak diinginkan:

Kenali Efek Samping dan Bahaya Piracetam

Reaksi orang terhadap sebuah obat berbeda-beda. Dokter akan meresepkan piracetam apabila menganggap manfaat obat ini pada pasien lebih tinggi daripada efek samping yang mungkin ditimbulkan. Beberapa efek samping yang mungkin bisa terjadi adalah:

  • Merasa gugup atau cemas.
  • Berat badan bertambah.
  • Mudah mengantuk atau merasa lelah.
  • Depresi.
  • Perdarahan.
  • Insomnia.
  • Nyeri perut, mual, muntah, dan diare.
  • Gangguan keseimbangan.

Segera temui dokter jika efek samping terjadi berkepanjangan, mengganggu, atau Anda mengalami reaksi alergi.