Poppers adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan berbagai senyawa kimia dari kelompok alkil nitrit. Zat ini sering digunakan sebagai zat rekreasional untuk meningkatkan sensasi selama aktivitas seksual. Namun, jika digunakan berlebihan atau oleh orang dengan kondisi kesehatan tertentu, poppers dapat menimbulkan berbagai risiko bagi tubuh.
Awalnya, salah satu senyawa poppers, yaitu amyl nitrit, digunakan dalam dunia medis untuk membantu meredakan nyeri dada (angina). Obat ini bekerja sebagai vasodilator, yaitu zat yang melebarkan pembuluh darah sehingga aliran darah meningkat dan tekanan darah menurun. Efek pelebaran pembuluh darah ini juga dapat membuat jaringan otot polos di tubuh menjadi lebih rileks.

Dalam penggunaannya saat ini, poppers dihirup uapnya, lalu zat tersebut cepat diserap melalui paru-paru dan memengaruhi sistem saraf serta pembuluh darah. Efek yang muncul biasanya berupa sensasi hangat, pusing ringan, atau euforia singkat.
Poppers dan efeknya pada Tubuh
Menghirup poppers dapat langsung memengaruhi tubuh, baik secara fisik maupun psikologis. Efek ini biasanya muncul cepat setelah uapnya terhirup, meskipun tidak selalu sama pada setiap orang.
Berikut ini adalah beberapa efek yang cukup sering terjadi:
1. Relaksasi otot sfingter anus
Salah satu efek yang cukup dikenal dari poppers adalah kemampuannya merelaksasi otot sfingter anus. Kondisi ini dapat membuat dinding anus menjadi lebih longgar sehingga penetrasi saat seks anal terasa lebih mudah dan tidak terlalu nyeri.
Namun, seks anal juga memiliki sejumlah risiko kesehatan, luka atau robekan pada dinding anus, perdarahan ringan, dan penularan infeksi menular seksual (IMS) yang lebih mudah terjadi bila tidak menggunakan kondom. Karena itu, praktik seks yang aman tetap penting untuk mengurangi risiko tersebut.
2. Peningkatan libido
Efek lain yang sering dicari dari penggunaan poppers adalah peningkatan gairah seksual (libido). Sensasi hangat, rasa rileks, serta perubahan aliran darah yang terjadi setelah menghirup poppers dapat membuat sebagian orang merasa lebih terangsang dan meningkatkan sensasi saat berhubungan seksual.
Meski demikian, efek ini biasanya hanya berlangsung singkat, sehingga sebagian orang cenderung menggunakannya kembali untuk mempertahankan sensasi tersebut.
3. Rasa euforia dan relaksasi singkat
Setelah menghirup poppers, sebagian orang merasakan sensasi euforia, hangat di tubuh, atau rasa rileks dalam beberapa menit. Efek ini yang sering membuat poppers digunakan untuk mencari sensasi “high” atau meningkatkan rasa nyaman saat berhubungan seksual.
Namun, sensasi tersebut biasanya hanya berlangsung singkat. Setelah efeknya hilang, sebagian orang justru dapat merasa pusing, lemas, atau tidak nyaman di kepala.
4. Penurunan tekanan darah secara tiba-tiba
Poppers bekerja dengan melebarkan pembuluh darah dengan cepat. Akibatnya, tekanan darah bisa turun secara mendadak sesaat setelah zat ini dihirup.
Ketika tekanan darah turun terlalu cepat, seseorang dapat merasa pusing, pandangan berkunang-kunang, atau hampir pingsan, terutama jika berdiri terlalu cepat setelah menggunakannya.
5. Gangguan irama jantung
Pada beberapa orang, penggunaan poppers dapat memengaruhi irama jantung. Detak jantung bisa menjadi lebih cepat, tidak teratur, atau terasa berdebar. Risiko ini lebih tinggi pada orang yang sudah memiliki riwayat penyakit jantung atau gangguan irama jantung sebelumnya, sehingga efeknya bisa terasa lebih berbahaya.
6. Sakit kepala, mual, dan muntah
Efek lain yang cukup sering muncul setelah menggunakan poppers adalah sakit kepala, rasa pusing, mual, atau bahkan muntah. Keluhan ini biasanya terjadi jika jumlah yang dihirup terlalu banyak atau tubuh tidak cocok dengan zat kimia yang terkandung di dalam poppers.
7. Reaksi alergi dan iritasi saluran napas
Paparan uap poppers juga dapat menyebabkan reaksi alergi pada sebagian orang. Gejalanya bisa berupa ruam kulit, gatal, atau iritasi pada hidung dan tenggorokan. Pada kondisi tertentu, iritasi ini dapat memicu batuk atau rasa sesak di dada, terutama pada orang yang memiliki riwayat alergi atau masalah pernapasan.
8. Gangguan pengikatan oksigen dalam darah
Zat nitrit dalam poppers dapat memengaruhi kemampuan darah membawa oksigen. Kondisi ini dikenal sebagai methemoglobinemia. Jika terjadi, tubuh bisa terasa sangat lemas, bibir atau ujung jari tampak kebiruan, bahkan dapat menyebabkan pingsan karena jaringan tubuh kekurangan oksigen.
9. Ketergantungan psikologis
Meskipun efeknya hanya berlangsung singkat, sensasi euforia dari poppers dapat membuat sebagian orang ingin menggunakannya kembali.
Jika digunakan berulang kali untuk mendapatkan sensasi yang sama, seseorang dapat mengalami ketergantungan psikologis dan semakin sulit menghentikan kebiasaan tersebut.
Risiko Serius dari Penyalahgunaan Poppers
Penyalahgunaan poppers bisa memicu masalah kesehatan yang lebih berat, terutama jika digunakan berulang kali, dalam jumlah banyak, atau dicampur dengan alkohol maupun obat tertentu. Beberapa risiko yang perlu diwaspadai meliputi:
- Serangan jantung dan stroke, akibat gangguan irama jantung serta perubahan tekanan darah yang ekstrem.
- Kerusakan sistem saraf pusat, terutama jika digunakan dalam jumlah besar atau dalam jangka panjang.
- Iritasi dan cedera pada saluran napas, karena paparan bahan kimia dari poppers secara berulang.
- Interaksi berbahaya dengan obat tertentu, terutama obat disfungsi ereksi seperti sildenafil. Kombinasi ini dapat menyebabkan tekanan darah turun drastis dan berisiko fatal.
- Meningkatnya risiko infeksi menular seksual, karena penggunaan poppers sering dikaitkan dengan perilaku seks berisiko, misalnya tidak menggunakan kondom.
Hingga saat ini, tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa poppers aman digunakan secara rutin. Karena memiliki berbagai efek pada tubuh, poppers sebaiknya tidak digunakan sembarangan, terutama oleh orang yang memiliki riwayat penyakit jantung, tekanan darah rendah, atau gangguan pernapasan kronis.
Namun, jika Anda terlanjur menggunakan poppers dan muncul keluhan seperti pusing berat, sesak napas, nyeri dada, tubuh terasa sangat lemas, atau kulit tampak kebiruan, kondisi tersebut perlu segera diwaspadai dan sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter. Untuk langkah awal, Anda bisa mengonsultasikannya melalui fitur chat di aplikasi ALODOKTER.