Procolic adalah obat untuk meredakan nyeri akibat kejang otot polos pada saluran pencernaan, seperti kolik perut atau kram usus. Obat ini mengandung kombinasi metamizole dan hyoscine butylbromide, serta hanya boleh digunakan berdasarkan resep dokter.
Kandungan metamizole dalam Procolic bekerja dengan cara menghambat pembentukan prostaglandin, yaitu zat alami tubuh yang memicu rasa nyeri dan peradangan.

Sementara itu, hyoscine butylbromide bekerja dengan melemaskan otot polos pada saluran cerna sehingga kejang otot dapat berkurang. Kombinasi kedua bahan aktif tersebut membantu meredakan nyeri akibat spasme pada saluran pencernaan.
Apa Itu Procolic
| Bahan aktif | Metamizole dan Hyoscine butylbromide |
| Golongan | Obat resep |
| Kategori | Analgetik-antipiretik dan antispasmodik |
| Manfaat | Meredakan nyeri akibat kejang otot polos pada saluran pencernaan, seperti kolik perut atau kram usus |
| Dikonsumsi oleh | Dewasa |
| Procolic untuk ibu hamil | Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan Procolic selama hamil. Obat ini hanya boleh digunakan jika dokter menilai manfaatnya lebih besar daripada risikonya terhadap janin. |
| Procolic untuk ibu menyusui | Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan Procolic selama menyusui. Obat ini sebaiknya hanya digunakan jika manfaatnya dinilai lebih besar daripada risikonya terhadap bayi, terutama bila bayi lahir prematur atau masih berusia kurang dari 2 bulan. |
| Bentuk obat | Tablet salut selaput |
Peringatan sebelum Menggunakan Procolic
Procolic hanya bisa diperoleh dengan resep dokter. Sebelum menggunakan obat ini, perhatikan beberapa hal berikut:
- Beri tahu dokter mengenai riwayat alergi yang Anda miliki. Procolic tidak boleh digunakan oleh orang yang alergi terhadap metamizole, hyoscine butylbromide, atau obat lain yang sejenis.
- Informasikan kepada dokter jika Anda pernah atau sedang menderita asma, kelainan darah, gangguan sumsum tulang, defisiensi G6PD, gangguan hati, gangguan ginjal, penyakit jantung, glaukoma, pembesaran prostat, penyumbatan usus, atau myasthenia gravis.
- Sampaikan kepada dokter jika Anda mengalami nyeri perut yang disertai demam tinggi, muntah terus-menerus, BAB berdarah, atau perut sangat keras karena kondisi tersebut dapat memerlukan penanganan medis segera.
- Beri tahu dokter jika sedang hamil, menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan.
- Informasikan kepada dokter mengenai semua obat, suplemen, maupun produk herbal yang sedang digunakan agar terhindar dari interaksi obat.
- Beri tahu dokter jika Anda akan menjalani tindakan medis atau operasi, termasuk operasi gigi.
- Jangan mengonsumsi minuman beralkohol selama menjalani pengobatan dengan Procolic.
- Jangan langsung mengemudi atau mengoperasikan mesin setelah menggunakan Procolic karena obat ini dapat menyebabkan pusing atau kantuk.
- Segera temui dokter jika muncul reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah menggunakan Procolic.
Dosis dan Aturan Pakai Procolic
Procolic harus digunakan sesuai petunjuk dokter. Secara umum, dosis untuk orang dewasa adalah:
- Dewasa: 1 tablet, 2–3 kali sehari.
Dokter dapat menyesuaikan dosis berdasarkan kondisi pasien dan respons terhadap pengobatan.
Cara Menggunakan Procolic dengan Benar
Ikuti anjuran dokter dan bacalah informasi yang tertera pada kemasan obat sebelum menggunakan Procolic. Jangan mengurangi atau menambah dosis tanpa persetujuan dokter.
Agar hasil pengobatan maksimal, perhatikan cara penggunaan berikut:
- Konsumsilah Procolic bersama makanan atau segera setelah makan untuk membantu mengurangi risiko gangguan lambung.
- Telan tablet Procolic secara utuh dengan bantuan air putih. Jangan membelah, menghancurkan, atau mengunyah tablet.
- Jika Anda lupa mengonsumsi Procolic, segera minum obat ini begitu teringat. Namun, bila waktu minum berikutnya sudah dekat, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.
- Patuhi jadwal kontrol yang telah ditentukan oleh dokter. Selama menggunakan Procolic dalam jangka waktu tertentu, Anda mungkin perlu menjalani pemeriksaan darah secara berkala.
- Simpan Procolic di tempat bersuhu ruangan, kering, terhindar dari sinar matahari langsung, dan jauh dari jangkauan anak-anak.
Interaksi Procolic dengan Obat Lain
Efek interaksi yang dapat terjadi jika Procolic digunakan bersama obat-obatan tertentu adalah:
- Peningkatan risiko terjadinya kerusakan sel darah jika digunakan bersama methotrexate.
- Peningkatan risiko terjadinya perdarahan jika digunakan bersama obat pengencer darah, seperti warfarin.
- Peningkatan risiko terjadinya gangguan ginjal jika digunakan bersama obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), seperti ibuprofen atau diklofenak.
- Peningkatan risiko terjadinya efek samping antikolinergik, seperti mulut kering, sembelit, atau sulit buang air kecil, jika digunakan bersama antihistamin, antidepresan trisiklik, atau obat antipsikotik.
- Penurunan efektivitas ciclosporin akibat kandungan metamizole.
Untuk mencegah terjadinya interaksi obat, diskusikan dengan dokter jika Anda berencana menggunakan Procolic bersama obat, suplemen, atau produk herbal apa pun. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter melalui fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER.
Efek Samping dan Bahaya Procolic
Efek samping yang mungkin muncul setelah menggunakan Procolic antara lain:
- Mual
- Muntah
- Pusing
- Kantuk
- Mulut kering
- Sakit perut
Berkonsultasilah dengan dokter secara langsung melalui fitur booking jika efek samping di atas tidak kunjung membaik atau justru bertambah berat.
Segera pergi ke IGD rumah sakit terdekat jika muncul reaksi alergi obat atau efek samping serius, seperti:
- Ruam kulit yang luas, bibir atau kelopak mata bengkak, atau sesak napas
- Demam, sakit tenggorokan, sariawan, atau mudah terkena infeksi yang dapat menjadi tanda agranulositosis
- Memar atau perdarahan yang tidak biasa
- Kulit atau mata menguning
- Penurunan jumlah urine atau bengkak pada tungkai