Propylthiouracil adalah obat untuk mengatasi hipertiroidisme, yaitu kondisi ketika kelenjar tiroid memproduksi terlalu banyak hormon tiroid. Obat ini umumnya digunakan jika metode pengobatan lain untuk hipertiroidisme tidak berhasil atau tidak dapat dilakukan.

Propylthiouracil hanya diberikan dan digunakan sesuai resep dokter. Penggunaan obat ini harus disertai pemantauan dari dokter, untuk mewaspadai gejala yang terkait gangguan fungsi hati, seperti penyakit kuning.

propylthiouracil - alodokter

Merek dagang: Propylthiouracil

Tentang Propylthiouracil

Golongan Antitiroid
Kategori Obat resep
Manfaat Mengatasi hipertiroidisme
Digunakan oleh Dewasa dan anak-anak
Kategori kehamilan dan menyusui Kategori D: Ada bukti positif mengenai risiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh mungkin lebih besar dari risikonya, misalnya untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa.

Propylthiouracil dapat terserap ke dalam ASI, tidak boleh digunakan selama menyusui.

Bentuk obat Tablet

Peringatan:

  • Propylthiouracil digunakan bila pasien tidak merespons pengobatan lain, seperti methimazole, ablasi tiroid, dan operasi.
  • Propylthiouracil dapat menyebabkan kerusakan dan kegagalan fungsi hati. Oleh karena itu, penggunaan obat ini harus dalam pengawasan dokter.
  • Waspada gejala kerusakan hati, seperti penyakit kuning, terutama selama 6 bulan pertama sejak menggunakan obat.
  • Diskusikan dengan dokter sebelum menggunakan propylthiouracil, terutama bila memiliki alergi terhadap makanan, obat, maupun bahan lain di dalam obat ini.
  • Sebelum mengonsumsi propylthiouracil, beri tahu dokter jika pernah menderita agranulositosis, sel keping darah (trombosit) rendah, dan penyakit liver.
  • Propylthiouracil hanya boleh digunakan pada usia kehamilan 3 bulan pertama, dan tidak boleh lewat dari itu.

Dosis Propylthiouracil

Dosis propylthiouracil berbeda-beda, tergantung kondisi dan usia pasien. Berikut penjelasannya:

Dewasa

  • Dosis awal 150-450 mg per hari, yang dibagi menjadi beberapa dosis. Pada kasus yang parah, dosis dapat ditingkatkan menjadi 600-1200 mg per hari.
  • Dosis lanjutan bila kadar hormon tiroid sudah kembali normal adalah 50-150 mg per hari, selama 1-2 tahun.

Anak-anak

  • Bayi baru lahir: 2,5-5 mg/kgBB, 2 kali sehari
  • Bayi usia 1-12 bulan: 2,5 mg/kgBB, 3 kali sehari
  • Anak usia 1-5 tahun: 25 mg, 3 kali sehari
  • Anak usia 5 -12 tahun: 50 mg, 3 kali sehari
  • Anak usia 12-18 tahun: 100 mg, 3 kali sehari

Interaksi Propylthiouracil

Propylthiouracil yang dikonsumsi bersamaan dengan obat pengencer darah, dapat menimbulkan efek perdarahan.

Menggunakan Propylthiouracil dengan Benar

Pastikan untuk mengikuti anjuran dokter dan membaca petunjuk pada kemasan obat dalam mengonsumsi propylthiouracil.

Propylthiouracil bisa dikonsumsi dengan atau tanpa makanan, atau sebagaimana yang disarankan oleh dokter.

Dosis propylthiouracil diberikan berdasarkan usia, kondisi, dan respons pasien terhadap obat. Jangan melebihi dosis yang disarankan oleh dokter, karena dapat meningkatkan risiko efek samping.

Konsumsilah propylthiouracil di jam yang sama setiap harinya agar pengobatan efektif. Bila lupa mengonsumsi obat ini, disarankan untuk segera melakukannya begitu ingat, apabila jeda dengan jadwal konsumsi berikutnya belum terlalu dekat. Jika sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis.

Efek Samping Propylthiouracil

Sama seperti obat-obat lainnya, propylthiouracil juga dapat menimbulkan efek samping. Berikut adalah efek samping yang mungkin timbul setelah mengonsumsi obat ini:

  • Rambut rontok
  • Mual dan muntah
  • Sakit perut
  • Rasa terbakar di dada
  • Sakit kepala
  • Nyeri sendi dan otot
  • Jumlah urine berkurang
  • Hilangnya kemampuan indera perasa

Segera temui dokter jika muncul gejala demam, sakit tenggorokan, ruam dan gatal di kulit, mudah mengalami memar dan perdarahan, sesak napas, serta pembengkakan pada wajah dan tenggorokan.