Ambeien merupakan salah satu keluhan yang sering dialami oleh ibu hamil. Jika Anda mengalami ambeien saat hamil, ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan untuk meredakan kondisi ini.

Ambeien atau wasir adalah kondisi ketika pembuluh darah pada area sekitar anus mengalami pembengkakan. Ambeien dapat menimbulkan rasa tidak nyaman di sekitar anus, mulai dari gatal, panas, hingga nyeri yang hebat.

Redakan Ambeien Saat Hamil dengan Cara Sederhana Ini - Alodokter

Penyebab Ambeien Saat Hamil

Saat hamil, kadar progesteron yang tinggi cenderung membuat pembuluh darah mudah bengkak. Ditambah lagi, ukuran rahim yang semakin membesar bisa menekan pembuluh darah balik (vena) di panggul. Tekanan ini akan menghambat aliran darah dari anus dan membuat darah tertahan pada area tersebut.

Jika ini terjadi, pembuluh darah pada anus dapat membengkak hingga menonjol ke luar anus. Benjolan inilah yang disebut dengan ambeien, wasir, atau hemoroid. Gejala lain yang sering dikeluhkan oleh penderita ambeien adalah darah merah segar yang menetes saat buang air besar (BAB).

Cara Meredakan Ambeien Saat Hamil

Mengalami ambeien saat hamil dapat sangat mengganggu dan menimbulkan rasa tidak nyaman. Untuk meredakannya, Anda bisa lakukan beberapa perawatan sederhana berikut ini:

1. Berendam di air hangat atau sitz bath

Sitz bath merupakan terapi air hangat yang bermanfaat untuk mengurangi rasa gatal, iritasi, dan melemaskan otot panggul penderita ambeien. Anda dapat melakukan sitz bath dengan cara merendam bokong Anda di baskom berisi air hangat yang diletakkan di atas dudukan WC.

Pastikan air memiliki kedalaman yang cukup sehingga bisa merendam area anus dan organ intim Anda. Untuk hasil yang optimal, sitz bath dapat dilakukan 3 kali sehari selama 20-30 menit per sesinya.

2. Perbaiki kebiasaan saat BAB

Dua hal seputar BAB yang harus Anda perhatikan jika memiliki ambeien adalah hindari mengejan dan jaga kebersihan anus. Mengejan dapat memperparah kondisi ambeien. Apabila mengalami kesulitan untuk BAB, Anda bisa mencoba menaikkan posisi kaki dengan berpijak pada bangku pendek. Posisi ini juga dapat mempermudah BAB tanpa mengejan.

Anda juga harus memperhatikan kebersihan anus. Bila terdapat ambeien yang menonjol ke luar, disarankan untuk membersihkan anus dengan air yang mengalir pelan. Setelah itu, jangan lupa untuk mengeringkannya dengan cara menepukkan waslap bersih secara lembut pada area anus.

3. Hindari duduk terlalu lama

Saat Anda mengalami ambeien, hindari duduk terlalu lama. Posisi ini akan memberikan tekanan berlebih pada pembuluh darah di sekitar anus dan memperburuk ambeien. Apabila memang harus duduk dalam waktu yang lama, Anda bisa menggunakan bantal hemoroid, yaitu bantal duduk berbentuk cincin, sehingga ambeien tidak tertekan.

4. Terapkan gaya hidup sehat

Guna membantu meredakan ambeien, Anda juga harus menghindari konstipasi. Caranya adalah dengan mengonsumsi makanan berserat agar tinja atau feses lunak, serta minum air putih yang cukup. Selain dapat membantu memperlancar BAB dan mencegah konstipasi atau sembelit, cara ini juga dapat meringankan ambeien saat hamil.

5. Gunakan obat sesuai petunjuk dokter

Jika ambeien tidak membaik, segera periksakan diri ke dokter kandungan. Bila perlu, mintalah obat untuk meredakan nyeri dan pembengkakan. Untuk kasus ambeien pada ibu hamil, dokter biasanya akan meresepkan obat pereda nyeri dalam bentuk krim atau salep yang dioleskan ke area anus.

Ambeien Saat Hamil Bisa Berlanjut hingga Setelah Melahirkan

Pada ibu hamil, risiko terjadinya ambeien paling tinggi pada trimester ketiga, karena adanya tekanan dari rahim yang bertambah besar. Ambeien juga sering kali dipicu oleh proses mengejan saat melahirkan normal. Tekanan yang kuat saat mengejan dapat menyebabkan munculnya ambeien atau membuat ambeien yang sudah ada jadi membesar.

Ambeien saat hamil memerlukan penanganan yang tepat. Meskipun bisa saja sembuh sendiri setelah Anda melahirkan, kondisi ini dapat muncul kembali saat Anda hamil lagi nantinya. Jadi, sebaiknya konsultasikan dengan dokter kandungan untuk mendapatkan penanganan atau pencegahan agar ambeien tidak kembali.