Rhinofed Sirup adalah obat untuk mengatasi gejala flu, seperti bersin-bersin, hidung tersumbat, dan hidung meler. Obat ini cocok digunakan saat mengalami batuk pilek, rhinitis alergi, atau sinusitis. Karena merupakan obat resep, penggunaan Rhinofed Sirup harus dengan resep dokter.
Pseudoephedrine dalam Rhinofed Sirup merupakan dekongestan yang bekerja dengan mengempiskan pembuluh darah di saluran hidung yang membengkak, sehingga keluhan hidung bisa mereda. Sementara itu, kandungan triprolidine yang bekerja sebagai antihistamin dapat menekan histamin, yaitu zat yang memicu timbulnya keluhan.

Beli Rhinofed Sirup di Aloshop
Apa Itu Rhinofed Sirup
| Bahan aktif | Pseudoephedrine 15 mg dan triprolidine 1,25 mg |
| Golongan | Obat resep |
| Kategori | Kombinasi dekongestan (pseudoephedrine) dan antihistamin (triprolidine) |
| Manfaat | Meredakan gejala bersin-bersin dan hidung tersumbat |
| Digunakan oleh | Dewasa dan anak usia ≥6 tahun |
| Rhinofed Sirup untuk ibu hamil | Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pseudoephedrine terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. |
| Sementara itu, belum ada cukup bukti dari studi pada binatang percobaan maupun manusia yang menjelaskan keamanan triprolidine terhadap ibu hamil maupun janin. | |
| Oleh karena itu, obat yang mengandung pseudoephedrine dan triprolidine, seperti Rhinofed Sirup, tidak boleh digunakan oleh ibu hamil, kecuali jika dianjurkan oleh dokter. | |
| Rhinofed Sirup untuk ibu menyusui | Kombinasi triprolidine dan pseudoephedrine dapat menurunkan produksi ASI. Oleh karena itu, obat ini tidak dianjurkan pada ibu yang baru mulai menyusui atau ibu menyusui yang mengalami ASI kurang atau tidak lancar. |
| Tanyakan kepada dokter mengenai obat lain yang lebih aman digunakan untuk mengatasi bersin-bersin dan hidung tersumbat pada masa menyusui. | |
| Bentuk obat | Sirop |
Peringatan sebelum Menggunakan Rhinofed Sirup
Rhinofed Sirup tidak boleh digunakan sembarangan. Sebelum menggunakan obat ini untuk diri sendiri atau memberikannya kepada anak, perhatikan hal-hal berikut:
- Jangan minum Rhinofed Sirup jika alergi terhadap bahan-bahan obat ini. Bila ragu, beri tahu dokter riwayat alergi yang dimiliki sebelum menggunakan Rhinofed Sirup.
- Hindari penggunaan produk obat berbahan pseudoephedrine dan triprolidine jika sedang mengalami penyakit jantung koroner yang parah, krisis hipertensi, atau hipertiroidisme.
- Diskusikan dengan dokter mengenai penggunaan Rhinofed Sirup jika sedang menderita tekanan darah tinggi, stroke, atau kondisi lain yang bisa memicu penyakit tersebut, seperti berat badan berlebih atau berusia lanjut.
- Informasikan kepada dokter sebelum menggunakan Rhinofed Sirup jika sedang menderita penyakit paru-paru atau gangguan pernapasan, misalnya asma, emfisema, bronkitis, atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
- Bicarakan dengan dokter mengenai penggunaan Rhinofed Sirup jika Anda sedang atau pernah menderita penyakit ginjal, penyakit tiroid, glaukoma, penyakit jantung, kejang atau epilepsi, retensi urine, misalnya karena pembesaran prostat (BPH).
- Mintalah saran dokter mengenai penggunaan Rhinofed Sirup jika sedang mengalami tukak lambung, tukak usus dua belas jari atau ulkus duodenum, sumbatan di lambung, atau obstruksi usus.
- Konsultasikan dengan dokter mengenai penggunaan Rhinofed Sirup jika sedang menderita diabetes, penyakit liver, fenilketonuria, atau kecanduan alkohol. Kombinasi pseudoephedrine dan triprolidine sediaan cair dapat mengandung alkohol, gula, dan aspartam, yang penggunaannya perlu dibatasi pada kondisi tersebut.
- Pastikan untuk memberi tahu dokter sebelum menggunakan Rhinofed Sirup jika Anda sedang hamil atau sedang menyusui.
- Sampaikan mengenai penggunaan Rhinofed Sirup jika sedang menjalani terapi dengan obat tertentu, termasuk suplemen, dan produk herbal. Tujuannya adalah untuk menghindari interaksi antarobat.
- Jangan langsung mengemudi atau melakukan aktivitas yang membutuhkan kewaspadaan setelah minum Rhinofed Sirup. Kandungan obat ini bisa menyebabkan kantuk dan pusing. Pastikan kondisi Anda sudah benar-benar prima sebelum melakukan kegiatan tersebut.
- Pastikan memberi tahu dokter bahwa Anda sedang menggunakan Rhinofed Sirup jika direncanakan menjalani operasi atau pemeriksaan medis apa pun, termasuk tes alergi dan pemeriksaan NAPZA dengan tes urine.
- Hindari konsumsi minuman beralkohol selama menggunakan Rhinofed Sirup agar tidak timbul efek samping.
- Mintalah saran dokter sebelum memberikan Rhinofed Sirup kepada anak usia <6 tahun atau lansia (usia di atas 60 tahun).
- Segera ke dokter jika timbul reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah menggunakan Rhinofed Sirup.
Dosis dan Aturan Pakai Rhinofed Sirup
Untuk mengatasi gejala flu, common cold, rhinitis alergi, atau sinusitis, berikut ini adalah dosis umum penggunaan Rhinofed Sirup:
- Dewasa dan anak usia >12 tahun: 1 sendok takar (5 ml), 3 kali sehari.
- Anak usia 6–12 tahun: ½ sendok takar (2,5 ml), 3 kali sehari.
Meski tersedia dalam bentuk sirop, Rhinofed Sirup ini umumnya tidak disarankan untuk digunakan anak-anak usia di bawah 6 tahun.
Cara Menggunakan Rhinofed Sirup dengan Benar
Gunakan Rhinofed Sirup sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan atau ikuti arahan dokter. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa berkonsultasi dengan dokter.
Agar hasil pengobatan maksimal, ikutilah panduan yang tepat penggunaan Rhinofed Sirup berikut ini:
- Rhinofed Sirup bisa dikonsumsi sebelum makan. Jika mengalami sakit perut, konsumsilah Rhinofed Sirup pada waktu makan atau segera sesudah makan.
- Kocok botol setiap kali akan diminum untuk memastikan obat tercampur rata. Gunakan alat takar yang disertakan dalam kemasan supaya dosisnya tepat.
- Perbanyak minum air putih selama menggunakan Rhinofed Sirup, agar kebutuhan cairan harian bisa terpenuhi.
- Hentikan penggunaan Rhinofed Sirup jika keluhan membaik.
- Hubungi dokter jika keluhan tidak membaik sama sekali meski sudah 7 hari menggunakan Rhinofed Sirup, atau bila muncul demam, ruam, dan sakit kepala yang tidak kunjung reda. Guna memastikan kondisi dan mendapat penanganan yang cepat, Anda bisa melakukan konsultasi online dengan dokter.
- Simpan Rhinofed Sirup di tempat yang kering dan sejuk serta terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
- Jangan gunakan Rhinofed Sirup yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa. Rhinofed Sirup Sirup tidak boleh digunakan lebih dari 16 hari setelah kemasan dibuka.
Interaksi Rhinofed Sirup dengan Obat Lain
Mengingat kandungannya adalah pseudoephedrine dan triprolidine, Rhinofed Sirup dapat menimbulkan efek interaksi apabila digunakan bersama obat di bawah ini:
- Peningkatan efek sedasi (kantuk) dari obat penenang, misalnya lorazepam atau alprazolam
- Peningkatan risiko terjadinya tekanan darah tinggi jika digunakan bersama antidepresan trisiklik atau amfetamin
- Peningkatan risiko terjadinya gangguan irama jantung (aritmia) jika digunakan dengan digoxin atau quinidine
- Peningkatan risiko terjadinya keracunan ergot atau ergotisme, yang gejalanya berupa sakit kepala, muntah-muntah, diare, rasa terbakar di kulit, sensasi seperti ada yang berjalan di kulit, kesulitan berbicara, telinga berdenging, atau gangguan penglihatan, jika digunakan bersama ergotamine
- Penurunan efektivitas obat metildopa, reserpine, penghambat alfa, atau penghambat beta
Agar efek interaksi bisa dihindari, mintalah saran dokter sebelum menggunakan obat, suplemen, atau produk herbal apa pun bersama Rhinofed Sirup.
Efek Samping dan Bahaya Rhinofed Sirup
Efek samping yang dapat terjadi akibat konsumsi obat berbahan pseudoephedrine dan triprolidine, seperti Rhinofed Sirup, adalah:
- Kantuk
- Diare atau malah sembelit
- Mual atau muntah
- Mulut kering, hidung kering, atau tenggorokan kering
- Sakit perut
- Sakit kepala
- Gelisah, terutama pada anak-anak
Konsultasi bersama dokter melalui chat online jika efek samping tersebut tidak kunjung membaik atau malah memburuk. Segera hubungi dokter jika muncul reaksi alergi atau efek samping yang mengganggu, seperti: