Riban 20 adalah obat yang digunakan untuk mencegah dan mengobati pembekuan darah, seperti trombosis vena dalam (DVT), emboli paru, serta untuk mengurangi risiko stroke pada penderita atrial fibrasi. Riban 20 tersedia dalam bentuk tablet dan hanya boleh digunakan sesuai resep serta anjuran dokter.
Riban 20 bekerja dengan cara menghambat faktor Xa, yaitu salah satu protein penting dalam proses pembekuan darah. Melalui mekanisme ini, Riban 20 membantu mencegah terbentuknya bekuan darah baru dan menghentikan pertumbuhan bekuan darah yang sudah ada.

Hal tersebut penting bagi pasien dengan risiko tinggi komplikasi akibat trombosis. Riban 20 juga dapat digunakan untuk mencegah terjadinya penggumpalan darah apada pasien yang menjalani operasi lutut atau panggul.
Apa Itu Riban 20
| Bahan aktif | Rivaroxaban 20 mg |
| Golongan | Obat resep |
| Kategori | Antikoagulan jenis penghambat faktor Xa |
| Manfaat | Mencegah dan mengobati deep vein thrombosis (DVT) atau emboli paru |
| Mencegah stroke atau penggumpalan darah pada penderita atrial fibrilasi | |
| Mencegah penggumpalan darah pada pasien yang menjalani operasi panggul atau lutut | |
| Dikonsumsi oleh | Dewasa |
| Riban 20 untuk ibu hamil | Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. |
| Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin. | |
| Riban 20 untuk ibu menyusui | Riban 20 mungkin untuk terserap ke dalam ASI, meski dalam jumlah yang sedikit. |
| Bicarakan dengan dokter mengenai penggunaan Riban 20 pada ibu menyusui dan gunakan sesuai arahan dokter. | |
| Bentuk obat | Tablet |
Peringatan sebelum Mengonsumsi Riban 20
Riban 20 tidak dapat dibeli bebas dan harus digunakan sesuai arahan dokter. Kesalahan penggunaan dapat meningkatkan risiko perdarahan atau gangguan kesehatan lainnya. Maka dari itu, penting untuk memahami beberapa hal sebelum mengonsumsi obat ini:
- Beri tahu dokter tentang riwayat alergi yang Anda miliki. Jangan minum obat ini jika Anda alergi dengan kandungan rivaroxaban.
- Informasikan kepada dokter apabila Anda memiliiki riwayat kelainan darah, contohnya anemia, trombositopenia, atau hemofilia.
- Sampaikan kepada dokter bahwa Anda pernah atau sedang menderita penyakit tertentu, misalnya tukak lambung, perdarahan saluran cerna, penyakit liver, penyakit ginjal, sindrom antifosfolipid, stroke, kelainan tulang belakang, retinopati, hingga kanker.
- Bicarakan dengan dokter jika Anda baru saja atau sebelumnya pernah menjalani pemasangan katup jantung buatan, operasi tulang belakang, maupun anestesi spinal atau epidural.
- Pastikan dokter mengetahui bahwa Anda sedang menjalani pengobatan dengan Riban 20, jika ada rencana menjalani tindakan operasi, termasuk operasi gigi.
- Tanyakan kepada dokter apakah obat ini aman dikonsumsi oleh ibu hamil, ibu menyusui, maupun wanita yang berencana hamil.
- Sampaikan kepada dokter bila Anda sedang atau berencana menggunakan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal, selama menjalani terapi Riban 20. Langkah ini penting untuk menghindari kemungkinan interaksi obat.
- Jangan minum alkohol saat menjalani terapi dengan Riban 20. Kombinasi keduanya berisiko memicu perdarahan saluran cerna.
- Hentikan penggunaan dan segera periksakan diri ke dokter apabila terjadi reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah minum obat ini.
Dosis dan Aturan Pakai Riban 20
Pemberian dosis Riban 20 ditentukan oleh dokter berdasarkan kondisi medis dan respons pengobatan masing-masing pasien. Oleh karena itu, dosis yang diresepkan bisa berbeda antara satu orang dengan yang lain.
Berikut ini adalah dosis Riban 20 untuk orang dewasa yang disesuaikan dengan tujuan terapinya:
Tujuan: Mencegah stroke dan emboli sistemik pada atrial fibrilasi
- Dosis: 20 mg, 1 kali per hari yang dapat dikonsumsi bersama makan malam
Tujuan: Mengobati deep vein thrombosis (DVT) atau emboli paru
- Dosis: 15 mg, untuk dosis awal yang dapat diminum sebanyak 2 kali sehari, selama 3 minggu. Dosis pemeliharaan sekitar 20 mg per hari dan untuk mencegah kekambuhan dosisnya 10 mg per hari.
Tujuan: Mencegah penggumpalan darah pada pasien yang menjalani operasi panggul atau lutut
- Dosis: 10 mg, 1 kali sehari. Pengobatan dimulai 6–10 jam setelah operasi. Obat diberikan selama 5 minggu untuk operasi panggul dan 2 minggu untuk operasi lutut.
Cara Menggunakan Riban 20 dengan Benar
Riban 20 hanya akan bekerja maksimal bila dikonsumsi sesuai aturan. Kesalahan cara pakai berisiko menurunkan manfaat obat atau meningkatkan efek samping. Ikuti seluruh petunjuk dokter dan informasi penggunaan pada label obat. Jangan menambah maupun mengurangi dosis atas inisiatif sendiri.
Cara menggunakan Riban 20 yang benar meliputi:
- Konsumsilah obat ini sebelum atau sesudah makan.
- Minumlah tablet Riban 20 dengan segelas air putih. Jika kesulitan menelan tablet utuh, obat ini boleh dihancurkan terlebih dahulu dan dicampur dengan sedikit air.
- Usahakan untuk mengonsumsi obat ini secara teratur pada waktu yang sama setiap harinya. Pasang alarm sebagai pengingat.
- Jika Anda lupa minum obat ini sesuai jadwal, segera konsumsi ketika teringat. Namun, bila jadwal konsumsi obat berikutnya sudah dekat, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.
- Jangan hentikan konsumsi Riban 20 tanpa persetujuan dokter. Pengobatan tetap perlu dilanjutkan meskipun keluhan sudah membaik.
- Batasi aktivitas fisik yang berpotensi menyebabkan luka atau benturan saat mengonsumsi Riban 20. Obat ini dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan.
- Simpan tablet Riban di tempat kering, sejuk, dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
Interaksi Riban 20 dengan Obat Lain
Penggunaan Riban 20 bersamaan dengan obat tertentu perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi efektivitas dan keamanannya. Beberapa kombinasi obat berisiko menyebabkan terjadinya interaksi obat, seperti:
- Peningkatan risiko terjadinya efek samping Riban 20 atau risiko terjadinya perdarahan, ketika diminum bersama obat antijamur golongan azole atau obat antivirus golongan penghambat protease HIV
- Penurunan efektivitas Riban 20, saat digunakan bersama dengan carbamazepine, phenytoin, rifampicin, atau phenobarbital
- Peningkatan risiko terjadinya perdarahan, apabila dipakai bersama obat antikoagulan lain, antiplatelet, antiinflamasi nonsteroid (OAINS), atau antidepresan golongan SSRI atau SNRI
Sebelum mengombinasikan Riban 20 dengan obat, suplemen, atau herbal tertentu, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu agar interaksi obat terhindarkan. Konsultasi bisa dilakukan secara mudah dan aman melalui Chat Bersama Dokter.
Efek Samping dan Bahaya Riban 20
Konsumsi obat yang mengandung rivaroxaban, seperti Riban 20 mungkin untuk menyebabkan efek samping. Efek sampingnya dapat berupa:
- Muntah
- Batuk
- Nyeri ulu hati
- Mudah memar dan berdarah
Sebagian besar efek samping yang muncul biasanya akan berangsur hilang seiring waktu. Akan tetapi, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter ketika keluhan tersebut menetap atau memburuk.
Segera ke rumah sakit apabila terjadi reaksi alergi atau efek samping serius berikut ini:
- Perdarahan yang sulit berhenti, termasuk gusi berdarah, mimisan, atau perdarahan saat menstruasi (menorrhagia)
- Mudah memar atau memar yang banyak
- Sakit kepala parah
- Pusing seperti akan pingsan
- Urine berwarna merah atau pink
- Buang air besar berdarah
- Muntah darah