Rivatrop adalah obat yang dirancang untuk mencegah dan menurunkan risiko terbentuknya gumpalan darah. Oleh karena itu, Rivatrop kerap diresepkan untuk mengatasi trombosis vena dalam (DVT), emboli paru, hingga pencegahan stroke pada pasien fibrilasi atrium nonvalvular. 

Rivatrop mengandung rivaroxaban yang bekerja langsung pada mekanisme pembekuan darah. Cara kerjanya yaitu dengan penghambat faktor Xa, yang merupakan protein penting yang berperan dalam proses bekuan darah. Dengan begitu, darah menjadi lebih sulit menggumpal dan penyumbatan pembuluh darah bisa dicegah. 

Rivatrop

Penting untuk menggunakan Rivatrop sesuai arahan dokter supaya efektivitasnya bekerja dengan baik dan terhindar dari efek samping. 

Apa Itu Rivatrop

Bahan aktif Rivaroxaban 20 mg
Golongan Obat resep
Kategori Antikoagulan jenis penghambat faktor Xa
Manfaat Mencegah dan mengobati deep vein thrombosis (DVT) atau emboli paru
Mencegah stroke atau penggumpalan darah pada penderita atrial fibrilasi
Mencegah penggumpalan darah pada pasien yang menjalani operasi panggul atau lutut
Dikonsumsi oleh Dewasa 
Rivatrop untuk ibu hamil  Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil.
Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.
Rivatrop untuk ibu menyusui  Rivatrop mungkin untuk terserap ke dalam ASI, meski dalam jumlah yang sedikit.
Konsultasikan dengan dokter mengenai penggunaan Rivatrop pada ibu menyusui dan pastikan untuk menggunakan obat ini sesuai arahan dokter. 
Bentuk obat Tablet salut selaput

Peringatan sebelum Mengonsumsi Rivatrop

Jangan gunakan Rivatrop secara sembarangan dan perhatikan hal-hal berikut ini sebelum Rivatrop diminum:

  • Ceritakan kepada dokter mengenai riwayat alergi yang Anda miliki. Orang yang alergi terhadap kandungan rivaroxaban tidak boleh menggunkaan obat ini. 
  • Beri tahu dokter apabila ada riwayat kelainan darah, misalnya trombositopenia, anemia, atau hemofilia.
  • Informasikan kepada dokter apabila Anda pernah atau sedang menderita tukak lambung atau perdarahan saluran cerna, penyakit liver, sindrom antifosfolipid, penyakit ginjal, stroke, retinopati, kelainan tulang belakang, hingga kanker.
  • Penting untuk memberi tahu dokter jika Anda pernah menjalani pemasangan katup jantung buatan. Begitu pula jika memiliki riwayat operasi tulang belakang, atau anestesi spinal dan epidural.
  • Sampaikan kepada dokter bahwa Anda sedang menjalani pengobatan dengan Rivatrop jika ada rencana untuk menjalani tindakan operasi, seperti operasi gigi.
  • Pastikan untuk memberitahu dokter apabila Anda sedang hamil, menyusui, berencana untuk hamil.
  • Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan Rivatrop bersama dengan obat, suplemen, atau produk herbal tertentu. Tujuannya untuk mencegah terjadinya interaksi obat.
  • Hentikan kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol selama minum Rivatrop. Hal ini bertujuan untuk menghindari perdarahan saluran cerna.
  • Segera periksakan diri ke dokter ketika muncul reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah mengonsumsi Rivatrop. 

Dosis dan Aturan Pakai Rivatrop

Dosis Rivatrop ditentukan langsung oleh dokter. Penentuannya disesuaikan dengan kondisi medis dan respons tubuh pasien terhadap pengobatan, sehingga, dosis yang diberikan bisa berbeda pada setiap orang.

Berikut dosis Rivatrop untuk orang dewasa sesuai tujuan penggunaannya:

Tujuan: Mengatasi deep vein thrombosis (DVT) atau emboli paru

  • Dosis: 15 mg, untuk dosis awal yang dapat diminum sebanyak 2 kali sehari dengan durasi konsumsi selama 3 minggu. Untuk dosis pemeliharaan sekitar 20 mg per hari dan untuk mencegah kekambuhan dosisnya 10 mg per hari. 

Tujuan: Mencegah stroke dan emboli sistemik pada atrial fibrilasi

  • Dosis: 20 mg, 1 kali per hari yang dapat diminum bersama makan malam

Tujuan: Mencegah penggumpalan darah setelah operasi

  • Dosis: 10 mg, 1 kali per hari, yang dapat diberikan 6–10 jam setelah operasi.  Durasi pengobatan akan ditentukan dengan operasi yang dilalui. Untuk operasi panggul contohnya, konsumsi Rivatrop biasanya direkomendasikan selama 5 minggu. 

Cara Menggunakan Rivatrop dengan Benar

Ikuti anjuran dokter dan baca aturan yang tercantum dalam kemasan sebelum Rivatrop diminum. Pastikan untuk tidak menambah atau mengurangi dosis tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu, baik secara langsung atau melalui layanan Chat Bersama Dokter. 

Berikut adalah panduan penggunaan Rivatrop: 

  • Obat ini dapat diminum sebelum atau sesudah makan. 
  • Telan tablet Rivatrop dengan bantuan segelas air putih. Apabila sulit untuk ditelan secara utuh, Anda bisa menghancurkannya terlebih dahulu lalu tambahkan sedikit air sebelum diminum. 
  • Konsumsilah Rivatrop pada waktu yang sama setiap harinya. Bila perlu, pasang alarm sebagai pengingat.  
  • Jika Anda lupa mengonsumsi obat ini sesuai jadwal, segera minum begitu teringat. Namun, ketika jadwal konsumsi berikutnya sudah dekat, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis selanjutnya. 
  • Pastikan untuk tidak berhenti menjalani pengobatan ini meski Anda sudah merasa sehat. 
  • Jauhi aktivitas yang bisa menyebabkan terjadinya benturan atau luka selama menjalani pengobatan dengan Rivatrop. Risiko untuk mengalami perdarahan meningkat ketika Anda mengonsumsi obat ini. 
  • Simpan Rivatrop di tempat kering, sejuk, dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Rivatrop dengan Obat Lain

Saat dikonsumsi bersama dengan obat lain, Rivatrop berpotensi menyebabkan interaksi obat. Berikut adalah efek interaksi obat yang bisa terjadi: 

  • Peningkatan risiko terjadinya perdarahan, ketika diminum bersama obat antikoagulan lain, antiplatelet, antiinflamasi nonsteroid (OAINS),  atau antidepresan golongan SSRI maupun SNRI
  • Penurunan efektivitas Rivatrop, jika diminum bersama carbamazepine, phenytoin, rifampicin, atau phenobarbital
  • Peningkatan risiko terjadinya perdarahan atau efek samping Rivatrop, saat digunakan bersama obat antijamur golongan azole atau obat antivirus golongan penghambat protease HIV

Risiko untuk terjadinya interaksi obat sebenarnya bisa dicegah dengan menggunakan obat ini secara hati-hati. Ketika ada obat lain yang ingin dikonsumsi bersama Rivatrop, sebaiknya konsultasikan kepada dokter terlebih dahulu. Begitu pula untuk suplemen dan produk herbal tertentu. 

Efek Samping dan Bahaya Rivatrop

Ada beberapa efek samping yang mungkin muncul setelah minum Rivatrop: 

  • Muntah 
  • Mudah memar dan berdarah
  • Batuk 
  • Nyeri ulu hati

Bicarakan dengan dokter apabila efek samping tersebut tidak membaik atau makin parah. Anda perlu segera berkunjung ke rumah sakit terdekat ketika mengalami gejala reaksi alergi obat atau efek samping serius, seperti: 

  • Perdarahan yang sulit berhenti, termasuk gusi berdarah, perdarahan saat menstruasi (menorrhagia), atau mimisan
  • Mudah memar atau ditemukan banyak memar di tubuh
  • Sakit kepala parah
  • Pusing seperti akan pingsan
  • Buang air besar berdarah
  • Muntah darah 
  • Urine berwarna merah atau pink