Pengobatan sakit tenggorokan akan disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya. Sebagian besar sakit tenggorokan disebabkan oleh infeksi virus, seperti flu atau pilek, dan umumnya dapat membaik dengan sendirinya dalam waktu 5–7 hari tanpa pengobatan khusus.

Namun, bila keluhan terasa mengganggu atau disebabkan oleh kondisi tertentu, seperti infeksi bakteri atau penyakit asam lambung, penanganan yang tepat tetap diperlukan agar gejala cepat mereda dan komplikasi dapat dicegah.

Berbagai Pengobatan Sakit Tenggorokan

Secara umum, pengobatan sakit tenggorokan dapat dilakukan melalui penanganan mandiri di rumah maupun dengan pemberian obat-obatan sesuai anjuran dokter. Berikut ini adalah beberapa pengobatannya:

Penanganan mandiri

Beberapa langkah berikut dapat meredakan gejala sakit tenggorokan di rumah:

  • Beristirahat yang cukup untuk membantu tubuh melawan infeksi
  • Berkumur dengan air hangat yang dicampur garam untuk mengurangi peradangan dan rasa tidak nyaman, tetapi hal ini tidak dianjurkan pada anak yang belum mampu berkumur dengan baik
  • Perbanyak minum air putih untuk menjaga kelembapan tenggorokan, tetapi sebaiknya hindari minuman yang terlalu panas karena dapat memperparah iritasi
  • Mengonsumsi makanan bertekstur lembut dan dingin untuk meredakan nyeri saat menelan
  • Mengulum es batu untuk mengurangi rasa nyeri, tetapi hal ini tidak disarankan untuk bayi dan anak kecil karena berisiko tersedak
  • Berhenti merokok dan selalu hindari paparan asap rokok yang dapat memperparah iritasi tenggorokan

Langkah-langkah di atas umumnya cukup efektif untuk mengatasi sakit tenggorokan ringan akibat infeksi virus atau iritasi.

Obat-obatan

Selain penanganan mandiri, pengobatan sakit tenggorokan juga dapat dilakukan dengan obat-obatan. Jenis obat yang diberikan akan disesuaikan dengan keluhan dan penyebabnya, antara lain:

  • Obat antinyeri dan penurun demam, seperti paracetamol atau ibuprofen, untuk meredakan nyeri dan demam
  • Antibiotik, jika sakit tenggorokan disebabkan oleh infeksi bakteri, seperti radang tenggorokan akibat bakteri Streptococcus
  • Obat asam lambung, seperti antasida, penghambat reseptor H2, atau penghambat pompa proton, jika sakit tenggorokan berkaitan dengan penyakit asam lambung (GERD)
  • Obat pelega tenggorokan, seperti obat kumur atau obat semprot yang mengandung antiseptik atau anestesi lokal khusus untuk tenggorokan

Perlu diketahui bahwa antibiotik hanya efektif untuk infeksi bakteri dan tidak diperlukan pada infeksi virus. Penggunaan antibiotik harus sesuai dengan resep dan dihabiskan meskipun gejala sudah membaik, untuk mencegah kekambuhan serta komplikasi, seperti demam rematik atau radang ginjal.

Pada sebagian kasus, sakit tenggorokan dapat menjadi tanda kondisi yang lebih serius, misalnya jika disertai demam tinggi, sulit menelan atau bernapas, pembengkakan leher, atau keluhan tidak membaik lebih dari satu minggu. 

Jika Anda mengalami kondisi tersebut, sebaiknya konsultasikan dengan dokter  melalui Chat Bersama Dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan sakit tenggorokan yang sesuai dengan kondisi Anda.