Dalam menegakkan diagnosis, dokter umum akan menggali riwayat timbulnya gejala dan melakukan pemeriksaan fisik terhadap pasien. Pemeriksaan tersebut dapat berupa melihat kondisi tenggorokan, hidung dan telinga dengan alat yang dilengkapi lampu, meraba daerah leher untuk mengetahui adanya benjolan, atau mendengarkan suara napas dengan stetoskop.

Setelah dilakukan pemeriksaan fisik, dokter dapat melakukan tes usap tenggorokan (swab tenggorokan) dengan mengambil sampel sekresi tenggorokan. Pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat keberadaan bakteri Streptococcus sebagai penyebab sakit tenggorokan.

Untuk pasien yang dicurigai mengalami gangguan imunitas tubuh atau demam kelenjar (mononukleosis), dokter dapat memastikannya melalui tes darah.

Pengobatan Sakit Tenggorokan

Pengobatan sakit tenggorokan dilakukan berdasarkan penyebabnya. Untuk sakit tenggorokan karena infeksi virus, tidak diperlukan pengobatan secara khusus dan gejala akan mereda dalam waktu 5-7 hari. Namun untuk dapat meredakan gejala dengan lebih cepat, beberapa upaya berikut ini dapat dilakukan di rumah:

  • Berkumur dengan air hangat dicampur garam
  • Beristirahat
  • Minum yang banyak, namun hindari minuman panas
  • Mengonsumsi makanan yang dingin dan lembut
  • Hindari asap
  • Mengulum batu es.

Jika upaya tersebut belum dapat meredakan gejala, maka paracetamol dapat diberikan. Selain obat pereda nyeri, obat semprot yang mengandung antiseptik, seperti fenol atau yang memiliki bahan penyejuk (mentol dan eukaliptus), dapat digunaan untuk melegakan tenggorokan.

Jika penderita mengalami sakit tenggorokan karena infeksi bakteri, maka dokter akan meresepkan obat antibiotik untuk meredakan gejala. Obat ini perlu dikonsumsi hingga habis untuk mencegah infeksi memburuk atau menyebar ke bagian tubuh lain. Selain itu, jika antibiotik tidak dikonsumsi hingga habis, maka anak yang mengalami strep throat berisiko mengalami komplikasi berupa demam reumatik atau infeksi ginjal (pielonefritis).

Sementara untuk sakit tenggorokan yang disebabkan oleh penyakit GERD, dokter dapat meresepkan antasida, penghambat H2, atau penghambat pompa proton .

Pencegahan Sakit Tenggorokan

Cara utama untuk mencegah sakit tengorokan adalah dengan menerapkan pola hidup bersih untuk menangkal penularan bakteri atau virus. Upaya yang bisa dilakukan meliputi:

  • Cuci tangan hingga bersih, terutama setelah menggunakan toilet, batuk, bersin, atau sebelum makan
  • Gunakan tisu saat bersin atau batuk agar bisa langsung dibuang
  • Hindari kontak dengan orang yang sakit
  • Tidak berbagi perlengkapan makan atau minum dengan orang lain
  • Bersihkan peralatan di rumah, seperti gagang telepon, remote tv, atau keyboard komputer secara teratur.