Salbuven adalah obat tablet untuk meredakan gejala penyempitan saluran pernapasan, misalnya pada asma, bronkitis kronis atau emfisema. Obat ini dapat meredakan keluhan batuk, mengi, atau sesak napas akibat kondisi tersebut. 

Tiap tablet Salbuven mengandung salbutamol sebanyak 4 mg. Salbutamol bekerja dengan cara melemaskan otot-otot di saluran pernapasan yang menyempit. Hasilnya, saluran napas bisa melebar dan aliran udara ke paru-paru menjadi lebih lancar. Keluhan bronkospasme pun akan segera mereda.

Salbuven

Apa Itu Salbuven

Bahan aktif  Salbutamol
Golongan Obat resep
Kategori Bronkodilator (beta-2-agonist dengan reaksi cepat)
Manfaat Meredakan sesak napas, batuk, dan mengi, akibat serangan asma, emfisema, dan bronkitis kronis
Digunakan oleh Dewasa dan anak usia ≥2 tahun
Salbuven untuk ibu hamil Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil
Obat ini hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.
Salbuven untuk ibu menyusui Salbuven umumnya aman digunakan oleh ibu menyusui. Namun, penggunaannya harus berdasarkan anjuran dokter.
Bentuk obat Tablet 

Peringatan sebelum Menggunakan Salbuven

Salbuven hanya bisa dibeli dengan resep dokter. Sebelum menggunakan obat ini, perhatikan beberapa hal berikut:

  • Informasikan kepada dokter mengenai riwayat alergi yang dimiliki. Salbuven tidak boleh diberikan kepada individu yang alergi terhadap salbutamol atau obat lain dari golongan beta-2-agonist, seperti terbutaline.
  • Sampaikan kepada dokter jika Anda pernah atau sedang mengalami hipertensi, diabetes, penyakit ginjal, hipertiroidisme atau tirotoksikosis, kejang atau epilepsi, hipokalemia, penyakit liver, aneurisma, maupun pheochromocytoma.
  • Beri tahu dokter jika Anda pernah atau sedang menderita penyakit jantung, seperti gagal jantung, aritmia, serangan jantung, atau angina pektoris. 
  • Diskusikan dengan dokter perihal penggunaan Salbuven jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk produk herbal dan suplemen. Tujuannya adalah untuk menghindari terjadinya interaksi obat yang tidak diinginkan.
  • Pastikan untuk memberi tahu dokter bahwa Anda sedang menggunakan Salbuven jika direncanakan untuk menjalani operasi, terutama operasi dengan bius total.
  • Konsultasikan dengan dokter perihal penggunaan Salbuven jika Anda sedang hamil, berencana hamil, atau menyusui.
  • Hindari langsung mengemudi atau melakukan kegiatan lain yang memerlukan kewaspadaan setelah minum Salbuven. Obat ini dapat menyebabkan pusing. Pastikan Anda benar-benar prima sebelum beraktivitas kembali.
  • Jangan merokok selama menjalani pengobatan dengan Salbuven. Rokok bisa menghambat kinerja obat dengan memicu iritasi pada paru-paru dan memperburuk gangguan pernapasan.
  • Segera ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah mengonsumsi Salbuven.

Dosis dan Aturan Pakai Salbuven

Dosis Salbuven akan ditentukan oleh dokter berdasarkan usia, berat badan, serta kondisi kesehatan pasien. Secara umum, berikut adalah dosis Salbuven untuk meredakan gejala penyempitan saluran pernapasan:

  • Dewasa dan anak usia >12 tahun: 2–4 mg, 3–4 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan sampai 8 mg, 3–4 kali sehari sesuai respons tubuh pasien terhadap pengobatan.
  • Anak usia >6–12 tahun: 2 mg, 3–4 kali sehari.
  • Anak usia 2–6 tahun: 1–2 mg, 3–4 kali sehari.

Cara Menggunakan Salbuven dengan Benar

Ikuti anjuran dokter dan bacalah informasi yang tertera pada label kemasan produk sebelum menggunakan Salbuven. Jangan mengurangi atau menambah dosis tanpa persetujuan dokter.

Perhatikan cara penggunaan Salbuven yang benar berikut ini agar efek obat maksimal:

  • Minumlah Salbuven ketika perut dalam keadaan kosong, disarankan 1 jam sebelum atau 2 jam sesudah makan. 
  • Telan Salbuven tablet secara utuh dengan bantuan air putih.
  • Salbuven hanya dikonsumsi ketika diperlukan. Apabila sesak napas tidak segera membaik meski telah minum obat ini, sebaiknya segera ke dokter terdekat atau IGD untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.
  • Patuhi jadwal kontrol yang diberikan dokter jika Anda memiliki asma. Anda mungkin perlu menjalani pemeriksaan kesehatan, seperti tes fungsi paru-paru, sehingga dokter dapat mengetahui perkembangan kondisi Anda dan menyesuaikan obat bila diperlukan.
  • Simpan Salbuven di tempat bersuhu ruangan dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak. 
  • Jangan mengonsumsi Salbuven yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa. 

Interaksi Salbuven dengan Obat Lain

Kandungan salbutamol dalam Salbuven dapat menyebabkan interaksi obat jika digunakan bersama obat-obat tertentu. Efek interaksi obat yang dapat terjadi bisa berupa: 

  • Penurunan efektivitas Salbuven dan peningkatan risiko terjadinya sesak napas yang parah, bila digunakan bersama obat beta-blocker, misalnya propranolol
  • Penurunan efektivitas dari obat digoxin
  • Peningkatan risiko terjadinya kekurangan kalium (hipokalemia) jika digunakan bersama obat diuretik jenis thiazide atau diuretik loop, seperti furosemide; obat kortikosteroid; atau teofilin
  • Peningkatan risiko terjadinya tekanan darah tinggi, jantung berdebar, nyeri dada, jika digunakan dengan antidepresan golongan trisiklik, seperti amitriptyline

Untuk mencegah efek interaksi yang tidak diinginkan, selalu konsultasikan dengan dokter jika Anda berencana menggunakan Salbuven bersama obat, produk herbal, atau suplemen apa pun.

Efek Samping dan Bahaya Salbuven

Kandungan salbutamol dalam Salbuven dapat menyebabkan efek samping berikut ini:

  • Gemetar
  • Sakit kepala
  • Kram otot
  • Gelisah
  • Pusing
  • Insomnia 

Periksakan diri Anda atau berkonsultasilah dengan dokter melalui chat apabila keluhan di atas tidak segera mereda atau malah makin parah. Segera cari pertolongan medis jika muncul reaksi alergi obat atau efek samping serius, seperti:

  • Nyeri dada atau dada terasa tertekan
  • Detak jantung terlalu cepat (takikardia), terlalu lambat, atau tidak teratur (aritmia)
  • Batuk, sesak napas, atau mengi malah bertambah parah