Ketimbang mengonsumsi obat-obatan, diet cepat kurus lebih aman dilakukan secara alami, yaitu dengan mengubah gaya hidup yang dijalani. Meski terdengar menarik, tapi menjalani diet cepat kurus bukanlah hal yang mudah. 

Diet cepat kurus sebenarnya kurang direkomendasikan karena selain kurang menyehatkan, diet cepat kurus juga sulit untuk dilakukan secara konsisten. Seiring berjalannya waktu, Anda mungkin akan mengalami kesulitan dalam mempertahankan perubahan cara makan yang dianjurkan selama diet.

Seperti Ini Diet Cepat Kurus Alami yang Tahan Lama - Alodokter

Penurunan berat badan yang ideal adalah sebesar 0,5 – 1 kg per minggu. Jadi meskipun ingin cepat kurus, sebenarnya Anda perlu bersabar dan tekun menjalani diet hingga mencapai berat badan ideal yang diidamkan, namun tetap sehat.

Panduan Diet Cepat Kurus

Bagi Anda yang ingin mencoba diet cepat kurus, berikut perubahan gaya hidup yang harus dijalani:

  • Sarapan tinggi protein

Mulailah hari Anda dengan mengonsumsi menu sarapan yang tinggi akan kandungan protein. Sebab, makanan berprotein cenderung dapat mengurangi nafsu makan, sehingga keinginan untuk mengonsumsi makanan berkalori dapat berkurang.

  • Hindari minuman manis

Minuman manis mengandung banyak gula dengan kalori yang cukup tinggi, sehingga cenderung dapat menaikkan berat badan. Dalam menjalankan diet cepat kurus, disarankan untuk menghindari minum minuman yang manis, seperti soda, bir, smoothies, es teh manis, kopi, yoghurt manis, minuman berenergi dan jus buah.

  • Minum air putih sebelum makan

Agar penurunan berat badan mampu berjalan cepat, biasakan konsumsi air putih sekitar 30 menit sebelum makan. Penelitian menyebutkan, jika cara ini diterapkan selama 3 bulan secara konsisten, maka penurunan berat badan yang diperoleh akan lebih tinggi hingga 40%. Kebiasaan ini juga dapat membuat Anda lebih mudah kenyang, tanpa harus makan terlalu banyak.

  • Konsumsi makanan yang mengandung serat larut

Makanan yang mengandung serat larut bisa membuat Anda merasa lebih kenyang. Sebuah penelitian menunjukkan, mengonsumsi serat larut dapat mengurangi lemak di area sekitar perut. Serat larut ini dapat Anda peroleh dari  gandum utuh, kacang-kacangan, biji-bijian, apel, jeruk, dan wortel.

  • Konsumsi kopi dan teh

Minuman berkafein, seperti kopi dan teh, memiliki peran dalam menurunkan berat badan. Sebab, konsumsi minuman berkafein mampu meningkatkan kadar hormon epinefrin dalam tubuh. Saat kadar hormon epinefrin meningkat,  maka lemak di tubuh akan mudah untuk dipecah, sehingga berat badan akan turun.  Hanya saja perlu dicatat, kinerja dari hormon epinefrin dalam menurunkan berat badan tidak dapat berjalan maksimal tanpa diet yang sehat dan olahraga yang cukup. Selain itu, pastikan mengonsumsi kopi dan teh tanpa bahan tambahan lain, seperti gula atau krim.

  • Hindari makanan olahahan

Hindari konsumsi makanan olahan  seperti buah kering, makanan yang telah dibekukan, sereal sarapan, makanan cepat saji, roti, kue, biskuit, sayuran kaleng, dan daging olahan. Konsumsi  buah, sayuran, ikan dan kacang-kacangan segar lebih disarankan karena lebih sehat dan mengenyangkan.

  • Makan secara perlahan

Orang yang makan cepat cenderung gampang untuk mengalami kenaikan berat badan. Karena itu, makanlah secara perlahan karena dengan begitu kinerja hormon pencernaan dapat bekerja dengan baik dan merasa lebih kenyang.

  • Rutin menimbang berat badan

Studi menunjukkan, orang yang rutin menimbang berat badan secara berkala cenderung lebih mungkin untuk menurunkan berat badan dan mempertahankannya dalam waktu yang lama.

  • Tidur yang cukup

Kualitas tidur yang buruk rupanya turut andil terhadap kenaikan berat badan. Sehingga penting untuk memastikan tidur cukup setiap hari.

Meski ada berbagai cara diet cepat kurus yang dapat menurunkan berat badan dalam waktu lebih singkat, namun disarankan agar Anda menjalani diet sehat yang menurunkan berat badan secara bertahap. Diet semacam ini juga lebih dapat bertahan dalam jangka panjang.

Yang tidak kalah penting, diet cepat kurus tidak bisa dilakukan secara sembarangan dan sebaiknya dilakukan di bawah pengawasan dokter gizi. Jika dilakukan secara tidak benar, ada risiko menderita sakit kepala, sembelit, rambut rontok, dehidrasi, dan malnutrisi.